BULAN Ramadhan adalah bulan yang dimuliakan.
Setiap Muslim wajib menjaga kehormatannya.
Semua bentuk pelanggaran harus dihindari.
Di antaranya adalah menjual makanan siap santap pada siang hari.
Terutama makanan yang kuat dugaan langsung dikonsumsi pembelinya.
Seperti es krim dari kulkas.
Minuman dingin atau panas yang siap minum.
Jus segar yang langsung diminum setelah dibeli.
Makanan panas yang baru dimasak untuk segera disantap.
Kue yang dibeli untuk langsung dimakan.
BACA JUGA: Hukum Wanita Menahan Haid dengan Minum Pil Selama Ramadhan
Jenis makanan seperti ini tidak boleh dijual pada siang Ramadhan.
Karena besar kemungkinan pembeli akan langsung memakannya.
Hal itu berarti membantu orang melanggar kehormatan bulan suci.
Larangan ini berlaku umum.
Baik pembelinya Muslim maupun non-Muslim.
Keduanya tetap terikat dengan aturan syariat.
Tidak boleh ada bantuan dalam perbuatan dosa.
Allah Ta’ala berfirman dalam Al-Qur’an Surah Al-Ma’idah ayat 2:
“Tolong-menolonglah dalam kebajikan dan takwa.
Jangan tolong-menolong dalam dosa dan pelanggaran.
Bertakwalah kepada Allah.
Sungguh Allah sangat berat siksa-Nya.”
Ayat ini menjadi landasan penting.
Seorang Muslim dilarang membantu kemaksiatan dalam bentuk apa pun.
Termasuk dengan menjual makanan yang langsung dikonsumsi saat puasa.
Ulama mazhab Syamsuddin Ar-Ramli menjelaskan hal serupa.
Beliau menegaskan larangan menjual makanan kepada orang yang diduga memakannya di siang hari Ramadhan.
Karena penjual turut menjadi sebab terjadinya maksiat.
Keterangan ini disebutkan dalam kitab Nihayatul Muhtaj.
Pendapat senada juga disampaikan oleh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin.
Beliau menegaskan tidak bolehnya membuka rumah makan di siang Ramadhan.
Walaupun pembelinya non-Muslim.
Karena hal itu termasuk menampakkan pelanggaran syiar Islam.
Beliau bahkan menekankan kewajiban melaporkan pelanggaran tersebut kepada pihak berwenang.
Agar syiar Islam tetap terjaga di negeri kaum Muslimin.
Fatwa serupa juga dikeluarkan oleh Lajnah Daimah.
Mereka menegaskan haramnya membuka restoran pada siang Ramadhan.
Baik untuk Muslim maupun non-Muslim.
Karena termasuk membantu pelanggaran terhadap kewajiban puasa.
BACA JUGA: Istri Sedang Puasa Qadha Ramadhan, Diajak Jima, Apa Hukumnya bagi Suami?
Puasa adalah rukun Islam yang agung.
Setiap Muslim wajib menghormatinya.
Tidak boleh meremehkan syiar Islam.
Tidak boleh membantu orang bermaksiat.
Menjaga kesucian Ramadhan adalah tanggung jawab bersama.
Pedagang Muslim harus berhati-hati.
Jangan sampai keuntungan dunia menjerumuskan pada dosa.
Menghormati syariat adalah bukti ketakwaan.
Dan ketakwaan membawa keberkahan hidup. []
Ikuti Kami di Media Sosial:
Facebook: https://www.facebook.com/islampos.global.media
Instagram: : https://www.instagram.com/islamposcom/
Telegram: https://t.me/islamposgroupmedia
Tiktok: https://www.tiktok.com/@islamposmedia2
Youtube : https://www.youtube.com/@IslamposMedia-25/videos
Whatsapp Group : https://chat.whatsapp.com/IpX9u3UsWpnJiRcbau17XE

