LEBARAN seharusnya menjadi hari yang bersih. Bersih hati. Bersih lisan. Bersih dari dosa. Tapi ironisnya, justru di hari yang suci ini, banyak orang tanpa sadar kembali terjatuh pada kesalahan yang sama.
Pertama, lalai dari shalat.
Karena sibuk silaturahim, jalan-jalan, atau menerima tamu, sebagian orang menunda bahkan meninggalkan shalat. Ini bukan hal ringan. Lebaran bukan alasan untuk meremehkan kewajiban utama seorang Muslim.
Kedua, tabarruj dan membuka aurat.
Momen berkumpul sering dijadikan ajang tampil berlebihan. Pakaian yang seharusnya indah malah melanggar batas syariat. Padahal, rasa malu adalah bagian dari iman, dan itu tidak boleh hilang hanya karena suasana hari raya.
Ketiga, ikhtilat yang berlebihan.
Campur baur antara laki-laki dan perempuan tanpa batas sering dianggap “biasa” saat Lebaran. Padahal tetap ada adab yang harus dijaga. Tidak semua yang dianggap tradisi itu benar di sisi agama.
Keempat, berjabat tangan dengan non-mahram.
Ini sering dianggap sepele. “Namanya juga Lebaran,” begitu alasannya. Padahal hukum tidak berubah hanya karena momen. Menjaga diri tetap lebih utama daripada sekadar mengikuti kebiasaan.
Kelima, ghibah berkedok kumpul keluarga.
Obrolan ringan bisa berubah jadi membicarakan orang lain. Membandingkan, mengomentari, bahkan merendahkan. Ini dosa yang sering tidak terasa, tapi berat di sisi Allah.
Keenam, berlebihan dalam makan dan minum.
Setelah sebulan berpuasa, sebagian orang justru “balas dendam”. Makan tanpa kontrol. Padahal Islam melarang sikap berlebih-lebihan, bahkan dalam hal yang halal.
Ketujuh, riya dalam berbagi.
Memberi itu mulia, tapi bisa rusak jika disertai niat ingin dipuji. Memamerkan THR, hadiah, atau kebaikan di media sosial bisa menghapus pahala tanpa disadari.
BACA JUGA: Negara Mana Saja yang di 2026 Ini Lebaran Hari Sabtu?
Lebaran bukan hanya tentang kembali ke fitrah secara simbolik. Tapi benar-benar menjaga diri agar tidak kembali ke dosa yang dulu kita tinggalkan di bulan Ramadhan.
Kalau setelah Ramadhan kita masih mudah bermaksiat, berarti ada yang belum selesai dengan hati kita.
Jangan biarkan hari yang suci ini ternodai. Jaga diri. Jaga niat. Karena kemenangan sejati bukan hanya berhasil menahan lapar, tapi juga mampu menjaga ketaatan setelahnya. []
Ikuti Kami di Media Sosial:
Facebook: https://www.facebook.com/islampos.global.media
Instagram: : https://www.instagram.com/islamposcom/
Telegram: https://t.me/islamposgroupmedia
Tiktok: https://www.tiktok.com/@islamposmedia2
Youtube : https://www.youtube.com/@IslamposMedia-25/videos
Whatsapp Group : https://chat.whatsapp.com/IpX9u3UsWpnJiRcbau17XE

