UCAPAN dan tulisan, betapapun banyak dan indahnya, tidak akan berarti jika tidak disertai pembenaran dari dalam diri.
Ia bagaikan pohon yang akarnya kering dan tidak subur. Hujan turun sesering apa pun, tetap tidak akan memberi manfaat. Bukan karena hujannya kurang, tetapi karena akarnya tidak mampu menyerap kehidupan.
Jika ingin air itu bermanfaat, maka yang pertama harus diperbaiki adalah akarnya—dibuat segar, hidup, dan kuat.
Begitu pula dengan cahaya. Dunia boleh saja dipenuhi terang, tetapi seseorang tidak akan mampu melihatnya jika di dalam matanya tidak ada percikan cahaya.
Maka sumber ketidakmampuan itu bukan pada kurangnya cahaya di luar, melainkan pada ketiadaan cahaya di dalam diri. []
Sumber: Jalaluddin Rumi, Fihi Ma Fihi, Penerbit Forum, 2016
Ikuti Kami di Media Sosial:
Facebook: https://www.facebook.com/islampos.global.media
Instagram: : https://www.instagram.com/islamposcom/
Telegram: https://t.me/islamposgroupmedia
Tiktok: https://www.tiktok.com/@islamposmedia2
Youtube : https://www.youtube.com/@IslamposMedia-25/videos
Whatsapp Group : https://chat.whatsapp.com/IpX9u3UsWpnJiRcbau17XE

