Kenapa Banyak Banget Anak Remaja Laki-laki Keluar Rumah Pakai Celana Pendek Sekarang Ini?

Dini Koswarini
6 Min Read
Foto: Islampos - AI

DI berbagai tempat, mulai dari jalanan, pusat perbelanjaan, hingga masjid saat waktu shalat, tidak sulit menemukan remaja laki-laki yang keluar rumah mengenakan celana pendek di atas lutut. Bagi sebagian orang, pemandangan ini dianggap hal yang biasa. Bahkan, ada yang beranggapan bahwa laki-laki bebas memakai pakaian seperti itu karena aurat laki-laki dianggap tidak terlalu penting dibanding aurat perempuan.

Padahal, kebiasaan ini patut menjadi bahan renungan. Sebab, salah satu penyebab utamanya justru sering kali berasal dari dalam rumah sendiri.

Anak Belajar dari Apa yang Dilihat

Anak bukan hanya mendengar nasihat orang tuanya, tetapi lebih banyak meniru apa yang mereka lihat setiap hari.

Ketika seorang ayah terbiasa keluar rumah memakai celana pendek yang memperlihatkan lutut atau bahkan bagian paha, maka anak laki-lakinya akan menganggap hal itu sebagai sesuatu yang normal. Tidak ada rasa malu, tidak ada keraguan, karena sejak kecil itulah contoh yang ia lihat.

Sebaliknya, jika seorang ayah menjaga pakaiannya ketika keluar rumah, anak pun akan tumbuh dengan pemahaman bahwa berpakaian sopan adalah bagian dari kehormatan seorang muslim.

Pepatah mengatakan, “Buah jatuh tidak jauh dari pohonnya.” Dalam pendidikan anak, pepatah ini sering kali terbukti.

BACA JUGA:  Apa Dampak Anak-Anak Sering Jajan Minuman Manis Kemasan?

Orang Tua Menganggap Itu Bukan Aurat

Masalah berikutnya adalah kurangnya pemahaman sebagian orang tua mengenai batas aurat laki-laki.

Sebagian ayah dan ibu hanya fokus mengingatkan anak perempuan agar menutup aurat, sementara anak laki-laki dibiarkan memakai celana pendek ke mana saja. Bahkan ketika hendak keluar rumah, bermain, berbelanja, atau berkumpul bersama teman-temannya, tidak ada teguran sedikit pun.

Padahal, dalam syariat Islam, aurat laki-laki juga memiliki batas yang jelas.

Rasulullah ﷺ bersabda:

“Paha adalah aurat.” (HR. Ahmad, Abu Dawud, dan Tirmidzi. Dinilai hasan oleh sebagian ulama.)

Mayoritas ulama menjelaskan bahwa aurat laki-laki adalah antara pusar hingga lutut. Karena itu, mengenakan pakaian yang memperlihatkan paha atau membuat lutut terbuka bukanlah sesuatu yang boleh dianggap remeh.

https://s.shopee.co.id/8fQ6u7R6SI

Pengaruh Budaya Modern

Selain dari keluarga, budaya modern juga memiliki pengaruh besar.

Iklan, media sosial, olahraga, film, hingga para influencer menjadikan celana pendek sebagai simbol gaya hidup santai dan kekinian. Akibatnya, banyak remaja merasa tidak percaya diri jika memakai celana yang lebih panjang.

Padahal, ukuran keren menurut manusia sering berubah mengikuti tren. Namun ukuran benar menurut Allah tidak pernah berubah.

Seorang muslim semestinya bertanya, “Apakah pakaian ini diridhai Allah?” bukan hanya, “Apakah pakaian ini sedang tren?”

Tidak Ada yang Mengingatkan

Yang lebih memprihatinkan adalah ketika orang tua mengetahui anaknya berpakaian seperti itu tetapi memilih diam.

Ada yang beralasan, “Namanya juga anak muda.”

Ada pula yang berkata, “Yang penting hatinya baik.”

Bahkan ada yang mengatakan, “Kan laki-laki, bukan perempuan.”

Padahal, amar makruf nahi mungkar dimulai dari keluarga. Allah Ta’ala berfirman:

“Wahai orang-orang yang beriman! Peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka.” (QS. At-Tahrim: 6)

Ayat ini menunjukkan bahwa orang tua memiliki tanggung jawab untuk membimbing keluarganya dalam menjalankan syariat, termasuk dalam perkara berpakaian.

anak ,ngaji, anak indonesia, Anak Lelaki
Foto: Unsplash

Jangan Menunggu Anak Dewasa

Banyak orang tua baru menegur ketika anak sudah dewasa. Padahal kebiasaan terbentuk sejak usia kecil.

Jika sejak SD atau SMP anak sudah dibiasakan keluar rumah memakai pakaian yang menutup aurat dengan baik, maka kebiasaan itu akan terus terbawa hingga dewasa.

Sebaliknya, jika sejak kecil dibiarkan bebas memakai celana pendek ke mana-mana, akan sulit mengubahnya ketika ia sudah remaja.

Karena itu, pendidikan terbaik bukan sekadar dengan ucapan, tetapi melalui keteladanan.

BACA JUGA:  Jabir bin Abdullah: Anak yang yang diamanahi Hutang oleh Ayahnya

Ayah Adalah Madrasah Pertama bagi Anak Laki-laki

Anak laki-laki biasanya lebih banyak mencontoh ayahnya dibanding siapa pun. Jika ayah menjaga shalat berjamaah, anak akan lebih mudah mengikutinya. Jika ayah menjaga lisannya, anak akan belajar berbicara dengan baik. Demikian pula dalam berpakaian.

Jangan berharap anak menutup aurat dengan benar jika ayah sendiri setiap hari keluar rumah memakai pakaian yang tidak sesuai tuntunan syariat.

Nasihat akan jauh lebih kuat ketika didukung oleh teladan.

Penutup

Fenomena banyaknya remaja laki-laki keluar rumah memakai celana pendek bukan sekadar persoalan mode atau kenyamanan. Sering kali, akar masalahnya ada di dalam keluarga: ayah yang juga terbiasa berpakaian demikian, orang tua yang tidak memberikan arahan, dan anggapan keliru bahwa aurat laki-laki bukan persoalan penting.

Islam mengajarkan bahwa menjaga aurat adalah kewajiban bagi laki-laki maupun perempuan, meskipun batas aurat keduanya berbeda. Oleh karena itu, sudah saatnya para ayah menjadi teladan bagi anak-anaknya. Sebab, anak yang melihat ayahnya menjaga syariat akan lebih mudah tumbuh menjadi pribadi yang mencintai syariat. Pendidikan yang dimulai dari rumah, disertai ilmu dan keteladanan, insya Allah akan melahirkan generasi yang lebih menjaga kehormatan diri di hadapan Allah Ta’ala. []

 

Ikuti Kami di Media Sosial:
Facebook: https://www.facebook.com/islampos.global.media
Instagram: : https://www.instagram.com/islamposcom/
Telegram: https://t.me/islamposgroupmedia
Tiktok: https://www.tiktok.com/@islamposmedia2
Youtube : https://www.youtube.com/@IslamposMedia-25/videos
Whatsapp Group : https://chat.whatsapp.com/IpX9u3UsWpnJiRcbau17XE

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *