BANYAK orang mengatakan bahwa lima tahun pertama pernikahan merupakan masa yang paling berat. Tidak sedikit pasangan suami istri yang mengaku lebih sering bertengkar pada masa-masa awal membangun rumah tangga. Bahkan, sebagian orang menyebut periode ini sebagai fase penyesuaian yang penuh tantangan.
Lantas, benarkah pasangan yang usia pernikahannya di bawah lima tahun memang lebih sering berantem?
Jawabannya, bisa ya, bisa tidak. Tidak semua pasangan mengalami hal yang sama. Namun, secara umum, tahun-tahun awal pernikahan memang merupakan masa ketika dua orang dengan latar belakang, kebiasaan, dan karakter yang berbeda sedang belajar hidup bersama.
BACA JUGA: Apakah Jin Menikah dan Punya Anak?
Mengapa Lima Tahun Pertama Pernikahan Sering Dianggap Berat?
Pada awal menikah, suami dan istri tidak hanya menyatukan cinta, tetapi juga menyatukan cara hidup.
Hal-hal kecil yang dahulu tidak pernah menjadi masalah bisa berubah menjadi sumber pertengkaran, seperti:
- Cara mengatur keuangan.
- Pembagian tugas rumah tangga.
- Kebiasaan tidur dan bangun.
- Cara berkomunikasi.
- Hubungan dengan keluarga besar.
- Pengasuhan anak jika sudah memiliki buah hati.
Semua itu membutuhkan waktu untuk menemukan titik tengah.
Masa Adaptasi yang Tidak Mudah
Sebelum menikah, seseorang mungkin hanya melihat sisi terbaik pasangannya. Setelah tinggal serumah, barulah terlihat kebiasaan sehari-hari yang sebelumnya tidak diketahui.
Misalnya, ada pasangan yang sangat rapi, sementara pasangannya cenderung berantakan. Ada yang terbiasa menabung, sedangkan yang lain lebih senang membelanjakan uang. Perbedaan seperti ini bukan berarti salah satu pasti buruk, tetapi perlu disikapi dengan komunikasi dan saling memahami.
Jika masing-masing bersikeras mempertahankan kebiasaannya tanpa mau berkompromi, pertengkaran menjadi lebih mudah terjadi.
Tekanan Ekonomi Sering Menjadi Pemicu
Banyak pasangan yang menikah di usia muda masih berada pada tahap membangun karier dan kestabilan finansial.
Penghasilan yang belum besar, cicilan rumah, biaya hidup, hingga kebutuhan anak dapat menjadi sumber stres.
Ketika tekanan ekonomi meningkat, emosi juga lebih mudah terpancing. Padahal, sering kali akar masalahnya bukan karena kurang cinta, melainkan karena beban hidup yang sedang dihadapi bersama.
Kehadiran Anak Membawa Kebahagiaan Sekaligus Tantangan
Bagi pasangan yang dikaruniai anak pada tahun-tahun awal pernikahan, kebahagiaan biasanya disertai tanggung jawab baru.
Kurang tidur karena merawat bayi, kelelahan bekerja, perubahan peran, hingga berkurangnya waktu berdua dapat memengaruhi suasana hati suami maupun istri.
Jika komunikasi tidak terjaga, kondisi ini bisa memicu kesalahpahaman yang berujung pada pertengkaran.
Apakah Sering Bertengkar Berarti Tidak Cocok?
Belum tentu.
Dalam rumah tangga, perbedaan pendapat adalah hal yang wajar. Yang lebih penting bukanlah seberapa sering bertengkar, melainkan bagaimana cara menyelesaikannya.
Pasangan yang mampu meminta maaf, mau mendengarkan, dan mencari solusi bersama biasanya memiliki peluang lebih besar membangun rumah tangga yang harmonis dibanding pasangan yang selalu ingin menang sendiri.
Pandangan Islam tentang Perselisihan Suami Istri
Islam tidak mengajarkan bahwa rumah tangga harus selalu bebas dari konflik. Bahkan, perselisihan dapat terjadi pada siapa saja.
Yang ditekankan adalah bagaimana suami dan istri menyelesaikan masalah dengan cara yang baik.
Allah SWT berfirman:
“Dan bergaullah dengan mereka menurut cara yang patut.” (QS. An-Nisa: 19)
Ayat ini mengajarkan agar suami memperlakukan istrinya dengan baik. Demikian pula istri diperintahkan untuk menjalankan kewajibannya dengan penuh kebaikan dan saling menghormati.
Ketika terjadi perselisihan, Islam mendorong musyawarah, kesabaran, saling memaafkan, dan menghindari tindakan yang menyakiti pasangan, baik dengan ucapan maupun perbuatan.
Tips Agar Lima Tahun Pertama Pernikahan Lebih Harmonis
Beberapa langkah berikut dapat membantu pasangan melewati masa adaptasi dengan lebih baik:
- Biasakan berkomunikasi secara jujur dan terbuka.
- Jangan memendam masalah terlalu lama.
- Belajar memahami sudut pandang pasangan.
- Kelola keuangan bersama secara bijak.
- Luangkan waktu berkualitas meskipun sibuk bekerja.
- Jangan mudah membandingkan rumah tangga sendiri dengan rumah tangga orang lain.
- Perbanyak doa dan ibadah bersama agar hubungan semakin diberkahi Allah SWT.
Benarkah di usia pernikahan di bawah lima tahun suami istri banyak berantem? Faktanya, banyak pasangan memang mengalami lebih banyak konflik pada masa awal pernikahan karena sedang beradaptasi dengan kehidupan baru. Namun, hal itu bukan berarti semua rumah tangga pasti demikian.
BACA JUGA: Gelar Pesta Pernikahan Mewah tapi Meninggalkan Utang, Bagaimana?
Yang menentukan kuat atau rapuhnya sebuah pernikahan bukanlah ada atau tidaknya pertengkaran, melainkan bagaimana suami dan istri menyikapi setiap perbedaan dengan kesabaran, komunikasi yang baik, dan komitmen untuk terus memperbaiki diri.
Semoga setiap pasangan diberikan keluarga yang penuh ketenangan (sakinah), cinta (mawaddah), dan kasih sayang (rahmah), sehingga setiap ujian justru menjadi jalan untuk semakin menguatkan ikatan pernikahan. []
Ikuti Kami di Media Sosial:
Facebook: https://www.facebook.com/islampos.global.media
Instagram: : https://www.instagram.com/islamposcom/
Telegram: https://t.me/islamposgroupmedia
Tiktok: https://www.tiktok.com/@islamposmedia2
Youtube : https://www.youtube.com/@IslamposMedia-25/videos
Whatsapp Group : https://chat.whatsapp.com/IpX9u3UsWpnJiRcbau17XE

