SETELAH menikah, seorang laki-laki memiliki tanggung jawab baru sebagai suami dan kepala keluarga. Namun, pernikahan tidak menghapus kewajibannya untuk tetap berbakti kepada kedua orang tua, terutama ibunya yang telah mengandung, melahirkan, dan membesarkannya dengan penuh pengorbanan.
Lalu, bagaimana hukumnya jika seorang istri melarang suaminya berbakti kepada ibunya?
Berbakti kepada Orang Tua Adalah Kewajiban
Dalam Islam, berbakti kepada kedua orang tua (birrul walidain) merupakan kewajiban yang sangat ditekankan. Allah SWT berulang kali menggandengkan perintah untuk beribadah hanya kepada-Nya dengan perintah untuk berbuat baik kepada orang tua.
BACA JUGA: Apakah Gaji Suami Sebaiknya Dipegang Istri?
Berbakti kepada orang tua dapat dilakukan dalam berbagai bentuk, seperti berbicara dengan lembut, mendoakan mereka, membantu kebutuhan mereka, mengunjungi mereka, merawat ketika sakit, dan memberikan nafkah apabila mereka memang membutuhkan dan anak mampu.
Kewajiban ini tetap berlaku meskipun seorang laki-laki telah menikah.
Apakah Istri Boleh Melarang?
Pada dasarnya, seorang istri tidak dibenarkan melarang suaminya menjalankan kewajiban yang diperintahkan oleh Allah, termasuk berbakti kepada kedua orang tuanya.
Jika seorang istri melarang suaminya mengunjungi ibunya tanpa alasan yang dibenarkan, melarang membantu kebutuhan ibunya yang memang memerlukan pertolongan, atau memutus hubungan silaturahmi, maka larangan tersebut tidak sejalan dengan ajaran Islam.
Rasulullah SAW mengajarkan bahwa tidak ada ketaatan kepada makhluk dalam perkara maksiat kepada Allah. Artinya, seseorang tidak boleh menaati perintah yang mengakibatkan dirinya meninggalkan kewajiban agama.
Namun, Suami Juga Memiliki Kewajiban kepada Istri
Meski demikian, suami juga wajib memenuhi hak-hak istrinya. Islam mengajarkan keseimbangan. Berbakti kepada ibu tidak boleh dijadikan alasan untuk menelantarkan istri dan anak.
Sebagai contoh, seorang suami tetap berkewajiban:
- Memberikan nafkah kepada istri dan anak.
- Menyediakan tempat tinggal yang layak.
- Bersikap adil dan penuh kasih sayang.
- Meluangkan waktu untuk keluarga.
- Menjaga perasaan istri.
Suami yang bijaksana berusaha menjalankan kedua kewajiban tersebut secara seimbang.
Mengapa Konflik Ini Sering Terjadi?
Tidak sedikit rumah tangga mengalami ketegangan karena hubungan antara istri dan ibu mertua. Penyebabnya bisa bermacam-macam, antara lain:
- Kesalahpahaman dalam komunikasi.
- Rasa cemburu atau merasa diabaikan.
- Campur tangan yang berlebihan dalam urusan rumah tangga.
- Perselisihan mengenai pengasuhan anak atau keuangan.
- Kurangnya saling menghargai.
Dalam kondisi seperti ini, solusi terbaik bukanlah memutus hubungan dengan ibu, melainkan mencari jalan tengah melalui komunikasi yang baik dan penuh hikmah.
Sikap yang Dianjurkan bagi Istri
Seorang istri yang salehah akan mendukung suaminya untuk tetap berbakti kepada kedua orang tuanya. Bahkan, menghormati mertua termasuk salah satu bentuk menjaga keharmonisan keluarga.
Bukan berarti istri harus menerima semua perlakuan yang tidak baik apabila memang terjadi kezaliman. Jika ada masalah, hendaknya diselesaikan dengan dialog yang santun, melibatkan suami sebagai penengah, atau meminta nasihat kepada pihak yang dipercaya.
Sikap yang Dianjurkan bagi Suami
Suami hendaknya bersikap adil dan bijaksana. Jangan sampai membela salah satu pihak secara membabi buta. Jika ibunya keliru, sampaikan dengan lembut dan penuh hormat. Jika istrinya keliru, nasihati dengan kasih sayang dan jelaskan pentingnya berbakti kepada orang tua.
Suami juga perlu menjaga agar ibunya tidak merasa ditinggalkan setelah ia menikah, sekaligus memastikan istrinya merasa dihargai dan dicintai.
BACA JUGA: Bagaimana Sikap Istri Jika Punya Suami Tukang Maksiat?
Dalam Islam, seorang istri tidak dibenarkan melarang suaminya berbakti kepada ibunya, karena berbakti kepada orang tua merupakan kewajiban yang diperintahkan oleh Allah SWT. Namun, di sisi lain, suami juga tidak boleh mengabaikan hak-hak istrinya dengan alasan berbakti kepada ibu.
Rumah tangga yang harmonis terwujud ketika setiap anggota keluarga memahami hak dan kewajibannya masing-masing. Dengan komunikasi yang baik, saling menghormati, dan mengutamakan ajaran Islam, seorang suami dapat menjadi anak yang berbakti sekaligus suami yang bertanggung jawab. []
Ikuti Kami di Media Sosial:
Facebook: https://www.facebook.com/islampos.global.media
Instagram: : https://www.instagram.com/islamposcom/
Telegram: https://t.me/islamposgroupmedia
Tiktok: https://www.tiktok.com/@islamposmedia2
Youtube : https://www.youtube.com/@IslamposMedia-25/videos
Whatsapp Group : https://chat.whatsapp.com/IpX9u3UsWpnJiRcbau17XE

