Benarkah Malaikat Mendoakan Orang yang Tidur dalam Keadaan Berwudhu?

6 Min Read
Foto: Freepik

BANYAK kaum muslimin yang sering mendengar sebuah nasihat, “Tidurlah dalam keadaan berwudhu, karena malaikat akan menemanimu dan mendoakanmu sepanjang malam.” Kalimat ini begitu populer di berbagai ceramah, media sosial, hingga grup percakapan. Namun, benarkah hadis tersebut shahih? Ataukah hanya sebuah ungkapan yang dinisbatkan kepada Rasulullah ﷺ tanpa dasar yang kuat?

Sebagai seorang muslim, kita diajarkan untuk berhati-hati dalam menisbatkan perkataan kepada Rasulullah ﷺ. Karena itu, penting bagi kita mengetahui bagaimana para ulama menilai hadis-hadis tentang keutamaan tidur dalam keadaan suci.

Hadits yang Sering Beredar di Kalangan Kaum Muslimin

Hadits yang paling sering disebutkan berbunyi:

مَنْ بَاتَ طَاهِرًا بَاتَ فِي شِعَارِهِ مَلَكٌ فَلَمْ يَسْتَيْقِظْ إِلَّا، قَالَ الْمَلَكُ : اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِعَبْدِكَ فُلَانٍ، فَإِنَّهُ بَاتَ طَاهِرًا

Artinya:

“Barang siapa tidur dalam keadaan suci, maka seorang malaikat bermalam bersamanya di dalam pakaiannya. Setiap kali ia terbangun, malaikat itu berkata, ‘Ya Allah, ampunilah hamba-Mu si Fulan, karena ia tidur dalam keadaan suci.'”

BACA JUGA:  Tidur Tengkurap Kenapa Sih Ga Dianjurkan?

Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Abdullah bin Al-Mubarak dalam Az-Zuhd, kemudian juga diriwayatkan oleh Ibnu Hibban dan beberapa ulama lainnya. Karena isinya sangat memotivasi untuk menjaga wudhu, tidak heran jika hadits ini sering dikutip dalam berbagai kajian dan tulisan.

Bagaimana Status Hadits Ini?

Para ahli hadits menjelaskan bahwa sanad hadits tersebut tidak lepas dari kelemahan. Dalam jalurnya terdapat seorang perawi bernama Al-Hasan bin Dzakwan, yang dinilai lemah oleh sejumlah imam besar, seperti Imam Ahmad bin Hanbal dan Yahya bin Ma’in.

Oleh sebab itu, apabila riwayat ini berdiri sendiri, para ulama tidak menghukuminya sebagai hadits shahih. Hal ini menunjukkan betapa telitinya para ulama dalam meneliti setiap mata rantai periwayatan sebelum menetapkan sebuah hadits dapat dijadikan hujah.

Adanya Riwayat-Riwayat Lain yang Menguatkan

Meski sanad riwayat pertama lemah, ternyata terdapat riwayat lain dengan makna yang hampir sama. Salah satunya diriwayatkan oleh Imam Ath-Thabrani dari Abdullah bin Umar radhiyallahu ‘anhuma.

Rasulullah ﷺ bersabda:

“Sucikanlah tubuh-tubuh kalian, niscaya Allah akan menyucikan kalian. Karena tidaklah seorang hamba bermalam dalam keadaan suci kecuali ada malaikat yang bermalam bersamanya di dalam pakaiannya. Setiap kali ia bergerak pada malam hari, malaikat itu berdoa, ‘Ya Allah, ampunilah hamba-Mu, karena ia tidur dalam keadaan suci.'”

Riwayat ini memberikan makna yang sama, yaitu adanya doa malaikat bagi seorang muslim yang tidur dalam keadaan suci.

https://s.shopee.co.id/1VvbPEdinu

Mengapa Sebagian Ulama Menilai Hadits Ini Hasan?

Riwayat Ath-Thabrani juga tidak sepenuhnya lepas dari kelemahan. Bahkan Imam Al-‘Aqili menjelaskan bahwa sanadnya tidak shahih. Selain itu, masih ada beberapa jalur lain yang masing-masing juga memiliki kelemahan.

Namun, dalam ilmu hadits dikenal kaidah bahwa beberapa riwayat yang kelemahannya ringan dapat saling menguatkan apabila berasal dari jalur yang berbeda. Keadaan inilah yang disebut syawahid atau penguat-penguat riwayat.

Karena banyaknya jalur yang saling menguatkan, sejumlah ulama seperti Imam Al-Mundziri, Al-Haitsami, dan Syaikh Muhammad Nashiruddin Al-Albani menilai hadits ini sebagai hasan li ghairih, yaitu hadits yang naik derajat menjadi hasan karena didukung oleh beberapa riwayat lain.

Dengan demikian, makna hadits tersebut dapat diterima menurut banyak ulama, meskipun setiap jalurnya secara sendiri-sendiri tidak mencapai derajat shahih.

Apa Makna “Malaikat Bermalam di Dalam Pakaiannya”?

Dalam hadits disebutkan bahwa malaikat berada di dalam syi’ar seseorang. Para ulama menjelaskan bahwa kata syi’ar berarti pakaian yang langsung menempel pada tubuh atau sesuatu yang menyelimuti seseorang ketika tidur.

Ungkapan ini menunjukkan kedekatan malaikat dengan hamba yang menjaga kesuciannya. Setiap kali ia bergerak atau terbangun di malam hari, malaikat tersebut memohonkan ampun kepada Allah untuknya.

Hal ini menggambarkan besarnya keutamaan menjaga wudhu, bahkan hingga menjelang tidur.

Kode Malam Hari, tidur siang, Waktu Maghrib, Tidur dalam Keadaan Berwudhu
Foto: Freepik

Anjuran Berwudhu Sebelum Tidur Memiliki Dalil Shahih

Terlepas dari pembahasan tentang derajat hadits di atas, anjuran berwudhu sebelum tidur sendiri telah ditegaskan dalam hadits-hadits yang shahih.

Rasulullah ﷺ bersabda kepada Al-Bara’ bin ‘Azib radhiyallahu ‘anhu:

“Apabila engkau hendak mendatangi tempat tidurmu, maka berwudhulah sebagaimana wudhu untuk shalat…” (HR. Al-Bukhari dan Muslim).

Hadits ini menjadi dalil yang sangat kuat bahwa berwudhu sebelum tidur merupakan sunnah Rasulullah ﷺ yang sangat dianjurkan. Seorang muslim tidak perlu ragu untuk mengamalkannya karena dasar hukumnya telah jelas dan shahih.

BACA JUGA: Tidur Ngiler Terus, Tanda Apa Ini?

Penutup: Jadikan Wudhu Sebagai Penutup Hari Kita

Dari pembahasan di atas dapat disimpulkan bahwa lafaz hadits yang sering beredar tidak seluruhnya berstatus shahih apabila ditinjau dari satu jalur periwayatan. Namun, karena adanya banyak riwayat yang saling menguatkan, sejumlah ulama menilainya sebagai hasan li ghairih, sehingga maknanya dapat diamalkan dalam bab keutamaan amal.

Yang lebih penting lagi, sunnah berwudhu sebelum tidur telah ditegaskan dalam hadits-hadits shahih yang diriwayatkan oleh Al-Bukhari dan Muslim. Karena itu, membiasakan diri tidur dalam keadaan berwudhu adalah amalan yang patut dijaga oleh setiap muslim.

Semoga dengan menjaga kesucian sebelum tidur, kita termasuk hamba-hamba yang memperoleh keberkahan, ketenangan, dan ampunan dari Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Wallahu a’lam bish-shawab. []

SUMBER: ISLAMQA

Ikuti Kami di Media Sosial:
Facebook: https://www.facebook.com/islampos.global.media
Instagram: : https://www.instagram.com/islamposcom/
Telegram: https://t.me/islamposgroupmedia
Tiktok: https://www.tiktok.com/@islamposmedia2
Youtube : https://www.youtube.com/@IslamposMedia-25/videos
Whatsapp Group : https://chat.whatsapp.com/IpX9u3UsWpnJiRcbau17XE

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *