Shalat tapi Belum Tahu Arti Bacaannya, Gimana Hukumnya?

Umar Faqih
5 Min Read

ADA orang yang sudah rajin shalat.

Ia membaca Al-Fatihah.

Membaca tasyahud.

Membaca doa-doa dalam shalat.

Namun, ia belum memahami arti dari bacaan yang selama ini dilafalkannya.

Lalu muncul pertanyaan: Apakah shalatnya tetap sah? Apakah wajib mengetahui arti setiap bacaan dalam shalat?

Jawabannya perlu dipahami dengan baik.

1. Tidak Memahami Arti Bukan Berarti Shalatnya Tidak Sah

Seorang muslim yang membaca bacaan shalat dengan benar tetapi belum memahami terjemahannya, shalatnya tidak otomatis menjadi tidak sah.

Memahami arti bacaan merupakan perkara yang sangat penting untuk membantu menghadirkan kekhusyukan, tetapi bukan berarti setiap orang yang belum mengetahui terjemahan seluruh bacaan shalat harus mengulang shalatnya.

Allah tidak membebani seseorang di luar kemampuannya.

BACA JUGA: Kesalahan-kesalahan dalam Shalat Witir, Apa Saja?

2. Tetapi Belajar Artinya Sangat Dianjurkan

Meskipun shalatnya tetap sah, bukan berarti kita boleh merasa cukup dengan tidak pernah berusaha memahami apa yang kita baca.

Bayangkan seseorang berdiri di hadapan Allah setiap hari, tetapi ia tidak mengetahui apa yang sedang ia ucapkan.

Bukankah akan lebih indah jika setiap kalimat dalam shalat dipahami?

Ketika membaca:

الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ

kita tahu bahwa kita sedang memuji Allah, Rabb seluruh alam.

Ketika mengucapkan:

إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ

kita sedang menyatakan bahwa hanya kepada Allah kita beribadah dan hanya kepada-Nya kita memohon pertolongan.

Memahami makna membuat bacaan tidak sekadar keluar dari lisan.

https://s.shopee.co.id/6Kxvb6YE1V

3. Memahami Arti Membantu Mencapai Kekhusyukan

Khusyuk bukan sekadar menundukkan kepala atau berdiri diam.

Hati juga perlu hadir bersama Allah.

Ketika memahami apa yang sedang dibaca, hati lebih mudah merenungkan maknanya.

Saat membaca Al-Fatihah, misalnya, kita sedang memuji Allah, mengakui kekuasaan-Nya, memohon pertolongan-Nya, dan meminta petunjuk menuju jalan yang lurus.

Maka, memahami bacaan dapat menjadi salah satu jalan untuk meningkatkan kualitas shalat.

4. Jangan Menunggu Paham Semua Baru Mulai Belajar

Kesalahan yang sering terjadi adalah merasa harus memahami seluruh bacaan sekaligus.

Tidak perlu.

Mulailah sedikit demi sedikit.

Hari ini pelajari arti Allahu Akbar.

Besok pelajari makna Subhana Rabbiyal ‘Azim.

Kemudian pahami Subhana Rabbiyal A’la.

Setelah itu, pelajari tasyahud dan doa-doa lainnya.

Sedikit demi sedikit, insyaAllah shalat akan terasa berbeda.

5. Perhatikan Juga Cara Membacanya

Ada hal yang tidak kalah penting.

Jangan hanya mengejar arti, tetapi abaikan bacaan.

Terutama Al-Fatihah, karena membaca Al-Fatihah merupakan rukun shalat menurut mayoritas ulama bagi orang yang mampu membacanya.

Karena itu, seorang muslim hendaknya belajar membaca Al-Qur’an dengan benar, memperhatikan makhraj dan kesalahan bacaan yang dapat mengubah makna.

wajib shalat,Shalat dalam Keadaan Marah
Foto: Freepik

6. Bagaimana dengan Orang yang Baru Belajar Islam?

Bagi seseorang yang baru belajar Islam dan belum mampu menghafal bacaan shalat, terdapat pembahasan fikih tersendiri mengenai apa yang dilakukan sesuai kemampuan.

Jangan membuat orang yang baru belajar merasa putus asa.

Islam tidak datang untuk membebani seseorang dengan sesuatu yang belum mampu ia lakukan.

Yang penting adalah terus belajar dan memperbaiki diri.

7. Jangan Meremehkan Makna Bacaan Shalat

Shalat bukan sekadar rangkaian gerakan.

Bukan sekadar berdiri, rukuk, sujud, lalu salam.

Di dalamnya terdapat pujian kepada Allah, pengagungan kepada-Nya, permohonan ampun, doa, pengakuan atas kelemahan diri, dan permohonan petunjuk.

Maka, semakin seseorang memahami bacaan shalatnya, semakin besar kesempatan baginya untuk menghadirkan hati ketika menghadap Allah.

BACA JUGA:  Apakah Satu Kali Wudhu Bisa Digunakan untuk Beberapa Kali Shalat?

Jadi, Apa Hukumnya?

Jika seseorang belum mengetahui arti bacaan shalat tetapi membaca lafaznya dengan benar, ketidaktahuan terhadap terjemahan tersebut tidak dengan sendirinya membatalkan shalatnya.

Namun, jangan berhenti di sana.

Jadikan setiap shalat sebagai kesempatan untuk belajar.

Pahami apa yang selama ini kita ucapkan.

Sebab, mungkin selama ini lisan kita telah membaca doa yang sangat indah, sementara hati kita belum benar-benar memahami apa yang sedang dimintanya.

Mulailah dari satu bacaan.
Pahami maknanya.
Renungkan ketika shalat.
Kemudian lanjutkan kepada bacaan berikutnya.

Semoga shalat kita bukan hanya sah secara fikih, tetapi juga semakin khusyuk, hidup, dan memberi pengaruh pada kehidupan kita. []

Ikuti Kami di Media Sosial:
Facebook: https://www.facebook.com/islampos.global.media
Instagram: : https://www.instagram.com/islamposcom/
Telegram: https://t.me/islamposgroupmedia
Tiktok: https://www.tiktok.com/@islamposmedia2
Youtube : https://www.youtube.com/@IslamposMedia-25/videos
Whatsapp Group : https://chat.whatsapp.com/IpX9u3UsWpnJiRcbau17XE

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *