Dosa-dosa yang Bisa Mendapat Balasan di Dunia

Dini Koswarini
6 Min Read
Foto: Umar Faqih | Islampos

ADA dosa yang ancamannya tidak hanya disebutkan untuk kehidupan akhirat.

Dalam sejumlah dalil, terdapat perbuatan maksiat yang dapat mendatangkan balasan atau akibat buruk di dunia, selain tentu saja pertanggungjawaban di akhirat.

Namun, kita perlu berhati-hati. Tidak setiap musibah yang menimpa seseorang otomatis merupakan hukuman atas dosa tertentu. Bisa jadi ia merupakan ujian, teguran, atau bagian dari takdir Allah yang memiliki hikmah yang tidak kita ketahui.

Berikut beberapa dosa yang perlu kita waspadai.

1. Zina

Zina merupakan dosa besar yang sangat tegas dilarang dalam Islam.

Allah berfirman:

وَلَا تَقْرَبُوا الزِّنَىٰ إِنَّهُ كَانَ فَاحِشَةً وَسَاءَ سَبِيلًا

“Dan janganlah kamu mendekati zina. Sesungguhnya zina itu adalah perbuatan keji dan jalan yang buruk.” (QS. Al-Isra: 32)

Dampaknya dapat merusak kehormatan, keluarga, keturunan, dan ketenteraman hidup.

BACA JUGA:  Kalau Tidak Ada yang Melihat, Apakah Kita Tetap Takut Berbuat Dosa?

2. Durhaka kepada Orang Tua

Berbakti kepada kedua orang tua termasuk amalan yang sangat agung.

Sebaliknya, durhaka kepada mereka merupakan dosa besar.

Rasulullah ﷺ juga menyebutkan ‘uququl walidain (durhaka kepada kedua orang tua) sebagai salah satu dosa besar.

Karena itu, jangan menunggu kehilangan mereka untuk menyadari betapa berharganya kesempatan berbakti.

3. Mengambil Hak Tanah Orang Lain

Jangan pernah meremehkan perkara tanah.

Menggeser batas tanah, mengambil sebagian tanah orang lain, atau mengakui sesuatu yang bukan haknya termasuk kezaliman terhadap harta orang lain.

https://s.shopee.co.id/50VOdChxP6

Rasulullah ﷺ memberikan ancaman keras bagi orang yang mengambil tanah secara zalim.

مَنْ أَخَذَ شِبْرًا مِنَ الْأَرْضِ ظُلْمًا طَوَّقَهُ اللَّهُ إِيَّاهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ مِنْ سَبْعِ أَرَضِينَ

“Barang siapa mengambil sejengkal tanah secara zalim, Allah akan mengalungkan kepadanya tanah tersebut dari tujuh lapis bumi pada hari Kiamat.” (HR. Bukhari dan Muslim)

4. Tidak Membayar Utang Padahal Mampu

Utang bukan perkara ringan.

Jika seseorang memiliki kemampuan untuk membayar, tetapi sengaja menunda-nunda tanpa alasan yang dibenarkan, ia telah melakukan kezaliman.

Rasulullah ﷺ bersabda:

مَطْلُ الْغَنِيِّ ظُلْمٌ

“Penundaan pembayaran utang oleh orang yang mampu adalah suatu kezaliman.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Maka, jangan mudah berutang jika tidak memiliki kesungguhan untuk melunasinya.

5. Menghancurkan Rumah Tangga Orang Lain

Islam sangat menjaga keutuhan keluarga.

Karena itu, jangan menjadi pihak yang sengaja merusak hubungan suami dan istri.

Rasulullah ﷺ bersabda:

لَيْسَ مِنَّا مَنْ خَبَّبَ امْرَأَةً عَلَى زَوْجِهَا

“Bukan termasuk golongan kami orang yang merusak hubungan seorang wanita dengan suaminya.” (HR. Abu Dawud)

Jangan merasa menang ketika berhasil merebut pasangan orang lain.

Bisa jadi yang diperoleh adalah hubungan yang kehilangan keberkahan.

6. Mengambil atau Menyalahgunakan Harta Wakaf

Harta wakaf memiliki ketentuan khusus karena diperuntukkan bagi kemaslahatan yang telah ditetapkan oleh wakif.

Mengambil, menjual, menguasai, atau menyalahgunakannya tanpa hak merupakan bentuk pengkhianatan terhadap amanah.

Karena itu, pengelolaan wakaf harus dilakukan dengan penuh tanggung jawab dan sesuai ketentuan syariat serta hukum yang berlaku.

7. Membuka atau Menyebarkan Aib Orang Lain

Setiap manusia memiliki aib.

Mengetahui kekurangan seseorang bukan berarti kita memiliki hak untuk menyebarkannya.

Terlebih jika tujuannya mempermalukan, menjatuhkan, atau merusak kehormatan orang tersebut.

Rasulullah ﷺ bersabda:

مَنْ سَتَرَ مُسْلِمًا سَتَرَهُ اللَّهُ فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ

“Barang siapa menutupi aib seorang muslim, Allah akan menutupi aibnya di dunia dan akhirat.” (HR. Muslim)

Akibat Maksiat, dosa
Foto: Freepik

8. Memakan Harta Anak Yatim

Anak yatim adalah pihak yang harus mendapatkan perlindungan, bukan dimanfaatkan.

Allah memberikan peringatan yang sangat keras:

إِنَّ الَّذِينَ يَأْكُلُونَ أَمْوَالَ الْيَتَامَىٰ ظُلْمًا إِنَّمَا يَأْكُلُونَ فِي بُطُونِهِمْ نَارًا

“Sesungguhnya orang-orang yang memakan harta anak yatim secara zalim, sebenarnya mereka menelan api dalam perutnya.” (QS. An-Nisa: 10)

Karena itu, siapa pun yang diberi amanah mengelola harta anak yatim harus sangat berhati-hati.

BACA JUGA:  Apakah Dosa Riba Lebih Besar dari Dosa Zina?

9. Menantang Perintah Allah dengan Kesombongan

Kesombongan dapat membuat seseorang mengetahui kebenaran, tetapi menolak tunduk kepadanya.

Allah berfirman:

إِنَّ اللَّهَ لَا يُحِبُّ الْمُسْتَكْبِرِينَ

“Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong.” (QS. An-Nahl: 23)

Jangan sampai kesombongan membuat kita merasa lebih tahu daripada petunjuk Allah.

Jangan Menganggap Setiap Musibah sebagai Hukuman

Ada satu hal penting yang harus diluruskan.

Tidak tepat mengatakan bahwa setiap dosa di atas pasti langsung dibalas dengan bentuk hukuman tertentu di dunia.

Allah bisa memberikan balasan di dunia, menundanya sampai akhirat, mengampuninya, atau menjadikan suatu kejadian sebagai ujian bagi seseorang.

Karena itu, ketika melihat seseorang tertimpa musibah, jangan buru-buru berkata, “Itu pasti karena dosanya.”

Yang paling penting bagi kita adalah mengambil pelajaran.

Jangan menunggu balasan datang untuk berhenti dari dosa.

Sebab, orang yang cerdas bukanlah orang yang baru bertaubat setelah merasakan akibatnya.

Tetapi orang yang segera kembali kepada Allah sebelum pintu kesempatan itu tertutup. []

Ikuti Kami di Media Sosial:
Facebook: https://www.facebook.com/islampos.global.media
Instagram: : https://www.instagram.com/islamposcom/
Telegram: https://t.me/islamposgroupmedia
Tiktok: https://www.tiktok.com/@islamposmedia2
Youtube : https://www.youtube.com/@IslamposMedia-25/videos
Whatsapp Group : https://chat.whatsapp.com/IpX9u3UsWpnJiRcbau17XE

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *