Apa Sih Akibatnya Kalau Sering (Maaf!) Menahan Kentut?

Aang Supriatna
3 Min Read
Foto: Freepik

KENTUT sering dianggap memalukan, padahal buang gas merupakan bagian normal dari sistem pencernaan. Gas terbentuk di saluran pencernaan dan tubuh perlu mengeluarkannya. Masalahnya, dalam kehidupan sosial seseorang kadang merasa harus menahannya karena sedang berada di tempat umum.

Sesekali menahan kentut biasanya tidak menimbulkan masalah serius. Namun jika seseorang terus-menerus menahan gas dan mengalami perut kembung, nyeri, atau rasa tidak nyaman, kebiasaan tersebut sebaiknya tidak dijadikan sesuatu yang normal setiap hari.

Apa yang Terjadi Ketika Ditahan?

Ketika gas tidak segera dikeluarkan, gas tetap berada di dalam saluran pencernaan. Akibatnya, seseorang dapat merasa perut penuh, kembung, atau mulas. Cleveland Clinic menjelaskan bahwa penahanan proses pembuangan dapat berkaitan dengan rasa kembung dan distensi perut, meskipun pembahasan mereka terutama berkaitan dengan menahan buang air besar.

BACA JUGA:  Apa Akibatnya kalau Banyak Makan Makanan Manis?

Tubuh sebenarnya memiliki mekanisme alami untuk membuang sesuatu yang tidak dibutuhkan. Karena itu, terlalu sering melawan dorongan tubuh bukanlah kebiasaan yang ideal.

Apakah Kentut Bisa Masuk ke Darah?

Ada anggapan bahwa jika kentut ditahan, gas akan naik ke kepala atau masuk ke darah dan menyebabkan berbagai penyakit. Pernyataan seperti itu terlalu berlebihan. Tubuh memiliki sistem pencernaan dan peredaran darah yang kompleks, sehingga tidak tepat menggambarkan kentut sebagai sesuatu yang “naik ke kepala”.

Yang lebih realistis adalah rasa tidak nyaman akibat gas yang terperangkap sementara di saluran pencernaan.

https://s.shopee.co.id/30nvRWxJbt

Kenapa Gas Bisa Banyak?

Produksi gas dapat dipengaruhi makanan dan kebiasaan makan. Beberapa jenis makanan seperti kacang-kacangan, makanan tinggi serat, minuman berkarbonasi, serta makanan tertentu dapat membuat produksi gas meningkat pada sebagian orang. Makan terlalu cepat juga dapat menyebabkan seseorang menelan lebih banyak udara.

Karena itu, jika seseorang sering kentut, tidak berarti otomatis memiliki penyakit. Bisa jadi pola makan dan cara makannya memang membuat gas lebih banyak.

BACA JUGA: Apa Akibat Makan Mi Instan 2 Bungkus Sekaligus?

Kapan Perlu Diperiksa?

Jika kentut disertai nyeri perut berat, penurunan berat badan tanpa sebab, perubahan pola buang air besar yang menetap, muntah, darah dalam tinja, atau keluhan pencernaan yang terus-menerus, pemeriksaan medis diperlukan.
Jangan hanya menyalahkan kentutnya. Bisa jadi ada masalah pencernaan yang mendasarinya.

Kesimpulan

Menahan kentut sesekali karena kondisi sosial bukan sesuatu yang perlu ditakuti. Namun jika tubuh ingin mengeluarkan gas, sebaiknya cari tempat yang memungkinkan untuk melepaskannya. Menjaga pola makan, makan lebih perlahan, cukup bergerak, dan memperhatikan makanan pemicu gas dapat membantu mengurangi keluhan.

Kentut bukan tanda tubuh sedang gagal. Justru itu salah satu cara tubuh menjalankan fungsi normalnya. Yang penting adalah memahami kapan kondisi tersebut masih normal dan kapan mulai membutuhkan pemeriksaan. []

Ikuti Kami di Media Sosial:
Facebook: https://www.facebook.com/islampos.global.media
Instagram: : https://www.instagram.com/islamposcom/
Telegram: https://t.me/islamposgroupmedia
Tiktok: https://www.tiktok.com/@islamposmedia2
Youtube : https://www.youtube.com/@IslamposMedia-25/videos
Whatsapp Group : https://chat.whatsapp.com/IpX9u3UsWpnJiRcbau17XE

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *