SERING muncul pertanyaan: “Shalat Ashar itu paling lambat jam berapa?”
Jawabannya ternyata tidak bisa dipatok dengan satu angka yang berlaku sepanjang tahun. Sebab, waktu shalat mengikuti pergerakan matahari, sehingga waktunya berbeda-beda sesuai lokasi dan tanggal.
Yang jelas, jangan sampai karena menunggu pekerjaan selesai, perjalanan, atau “nanti saja”, Shalat Ashar malah dikerjakan ketika matahari sudah hampir tenggelam.
Waktu Shalat Ashar Dimulai Kapan?
Secara umum, waktu Ashar dimulai setelah berakhirnya waktu Zhuhur. Dalam penjelasan hadits tentang waktu shalat, Nabi ﷺ menerangkan bahwa Jibril mengajarkan waktu-waktu shalat kepada beliau.
“Jibril mengimamiku shalat Ashar ketika bayangan sesuatu sama panjang dengan benda tersebut.” (HR. Abu Dawud no. 393; dinilai hasan sahih oleh Al-Albani).
Namun, para ulama memiliki perincian dalam menentukan awal waktu Ashar, khususnya terkait ukuran bayangan dan metode perhitungan yang digunakan.
Karena itu, untuk kehidupan sehari-hari, umat Islam dapat mengikuti jadwal shalat resmi yang sesuai dengan lokasi masing-masing.
BACA JUGA: Setelah Makan, Apakah Harus Wudhu Lagi untuk Shalat?
Lalu, Kapan Batas Akhirnya?
Nah, bagian ini yang sering ditanyakan.
Rasulullah ﷺ bersabda, “Waktu shalat Ashar adalah selama matahari belum menguning.” (HR. Muslim no. 612).
Artinya, ada waktu yang masih termasuk waktu Ashar, tetapi menunda shalat sampai matahari mulai menguning bukanlah kebiasaan yang seharusnya dilakukan tanpa alasan.
Dalam hadits lain disebutkan bahwa waktu Ashar berlangsung selama matahari belum pucat dan bagian pertamanya belum terbenam. (HR. Muslim no. 612e).
Jadi, batas waktu Ashar berkaitan dengan terbenamnya matahari, tetapi terdapat penjelasan khusus mengenai waktu yang utama dan waktu ketika seseorang sudah menunda shalat terlalu dekat dengan Maghrib.
Apakah Shalat Ashar Masih Bisa Jika Matahari Hampir Terbenam?
Ini bagian yang penting.
Jika seseorang belum menunaikan Ashar hingga matahari hampir terbenam, ia tidak boleh sengaja menunggu sampai saat tersebut. Segera tunaikan shalat ketika teringat atau ketika memiliki kesempatan.
Nabi ﷺ bersabda, “Barang siapa mendapatkan satu rakaat dari shalat Ashar sebelum matahari terbenam, maka ia telah mendapatkan shalat Ashar.” (HR. Bukhari dan Muslim).
Hadits ini menunjukkan bahwa orang yang mendapatkan satu rakaat Ashar sebelum matahari terbenam masih mendapatkan waktu shalat tersebut.
Tetapi tentu saja, mendapatkan waktu bukan berarti kita dianjurkan untuk terus menunda.
Jadi, Jam Berapa Batas Terakhirnya?
Jawabannya: sampai matahari terbenam atau masuk waktu Maghrib, bukan pada jam tertentu seperti pukul 17.00 atau 18.00.
Misalnya, di suatu daerah pada hari tertentu Maghrib masuk pukul 17.55. Maka waktu Ashar berakhir ketika matahari terbenam dan masuk Maghrib pada waktu tersebut.
Namun, pada hari lain waktunya bisa berbeda.
Karena itu, jangan menggunakan patokan seperti “Ashar pasti berakhir jam lima sore”. Lihat jadwal shalat sesuai lokasi dan tanggal.
Jangan Menunggu Sampai Matahari Menguning
Ada perbedaan antara “masih ada waktu” dan “itulah waktu yang baik untuk menunda.”
Keduanya tidak selalu sama.
Nabi ﷺ menjelaskan bahwa waktu Ashar berlangsung sampai matahari menguning. (HR. Muslim no. 612).
Maka, seorang Muslim hendaknya berusaha menunaikan Ashar sejak waktunya masuk dan tidak sengaja menundanya hingga penghujung waktu.
Apalagi kalau alasan menundanya hanya karena pekerjaan, menonton, bermain ponsel, atau aktivitas lain yang sebenarnya bisa dihentikan.
BACA JUGA: Bolehkah Shalat Sunnah setelah Shalat Ashar?
Pekerjaan bisa dilanjutkan.
Pertandingan bisa ditonton ulang.
Pesan WhatsApp bisa dibalas nanti.
Tetapi waktu shalat terus berjalan.
Kesimpulan
Jadi, batas akhir Shalat Ashar adalah sebelum matahari terbenam dan masuk waktu Maghrib.
Akan tetapi, jangan menjadikan menit-menit terakhir sebagai waktu rutin untuk mengerjakan Ashar.
Patokan jamnya berbeda-beda berdasarkan tanggal dan lokasi. Karena itu, ikuti jadwal shalat setempat.
Dan yang paling aman, begitu terdengar azan Ashar, jangan berkata, “Nanti sebentar lagi.”
Sebab “sebentar” kadang terasa hanya lima menit.
Tahu-tahu matahari sudah mau tenggelam. []
Ikuti Kami di Media Sosial:
Facebook: https://www.facebook.com/islampos.global.media
Instagram: : https://www.instagram.com/islamposcom/
Telegram: https://t.me/islamposgroupmedia
Tiktok: https://www.tiktok.com/@islamposmedia2
Youtube : https://www.youtube.com/@IslamposMedia-25/videos
Whatsapp Group : https://chat.whatsapp.com/IpX9u3UsWpnJiRcbau17XE

