PERNAH nggak sih muncul pertanyaan, “Kalau lagi haid, emang boleh wudhu?”
Sebagian perempuan mungkin pernah merasa bingung. Apalagi ketika ingin tetap menjaga kebersihan atau melakukan ibadah tertentu.
Jawabannya, perempuan yang sedang haid boleh saja berwudhu. Wudhu itu sendiri tidak dilarang ketika sedang haid.
Namun, ada hal penting yang perlu dipahami. Wudhu tidak membuat seseorang yang sedang haid menjadi suci dari hadas besar.
Haid Itu Hadas Besar
Haid merupakan kondisi alami yang dialami perempuan.
Dalam fikih, haid termasuk keadaan yang menyebabkan hadas besar. Karena itu, perempuan yang sedang haid tidak dapat menjadi suci hanya dengan berwudhu.
Kesucian dari haid diperoleh setelah darah haid berhenti dan kemudian melakukan mandi wajib.
Allah SWT berfirman dalam QS. Al-Baqarah ayat 222:
“Mereka bertanya kepadamu tentang haid. Katakanlah, ‘Haid itu adalah suatu kotoran.’”
Ayat tersebut menjadi salah satu dasar dalam pembahasan hukum haid dalam Islam.
BACA JUGA: Boleh Gak Sih Potong Kuku dan Rambut Ketika Haid?
Jadi, Boleh Berwudhu atau Tidak?
Boleh.
Tidak ada larangan bagi perempuan haid untuk berwudhu.
Misalnya seorang perempuan ingin berwudhu karena ingin menjaga kebersihan diri. Hal tersebut diperbolehkan.
Namun, jika tujuannya adalah agar bisa melakukan sholat wajib ketika masih haid, maka wudhu tersebut tidak menghilangkan hadas besar akibat haid.
Karena itu, wudhu tidak menggantikan mandi wajib setelah haid selesai.
Bagaimana dengan Hadis Nabi ﷺ?
رَسُولُ اللهِ ﷺ mengajarkan bahwa perempuan yang sedang haid tetap merupakan bagian dari umat Islam.
Dalam hadis riwayat Bukhari dan Muslim, Aisyah radhiyallahu ‘anha pernah mengalami haid ketika melaksanakan haji bersama رَسُولُ اللهِ ﷺ.
Beliau menjelaskan bahwa رَسُولُ اللهِ ﷺ memerintahkan Aisyah melakukan apa yang dilakukan oleh orang yang berhaji, kecuali thawaf di Baitullah sampai ia suci.
Hadis ini menunjukkan bahwa perempuan haid tetap dapat melakukan berbagai aktivitas dan ibadah yang memang tidak mensyaratkan kesucian dari haid.
Jadi, haid bukan berarti seseorang harus menjauh dari semua bentuk ibadah.
Wudhu Saat Haid untuk Apa?
Ada banyak alasan seseorang berwudhu ketika sedang haid.
Misalnya untuk menjaga kebersihan.
Untuk menyegarkan tubuh.
Atau sebagai kebiasaan sebelum melakukan ibadah yang tidak mensyaratkan wudhu.
Namun, jika seseorang ingin sholat, wudhu saja tidak cukup selama darah haid masih keluar.
Setelah haid selesai, barulah mandi wajib dilakukan.
Setelah itu, seseorang kembali dapat melaksanakan sholat dan ibadah lain yang mensyaratkan kesucian.
Apakah Wudhu Bisa Mengurangi Darah Haid?
Tidak.
Wudhu tidak menghentikan darah haid.
Haid merupakan proses biologis yang berkaitan dengan perubahan hormon dan siklus reproduksi perempuan.
Dari sisi medis, menstruasi terjadi karena lapisan rahim yang sebelumnya menebal mengalami peluruhan ketika tidak terjadi kehamilan.
Karena itu, mencuci bagian tubuh dengan air atau berwudhu tidak akan menghentikan proses menstruasi secara langsung.
Menstruasi adalah proses alami tubuh.
Bagaimana Menjaga Kebersihan Saat Haid?
Dari sisi kesehatan, menjaga kebersihan selama menstruasi sangat penting.
Pembalut sebaiknya diganti secara teratur.
Area kewanitaan juga perlu dibersihkan dengan cara yang lembut.
Tidak perlu menggunakan produk pewangi secara berlebihan.
Pakaian dalam sebaiknya diganti jika sudah lembap atau kotor.
Menjaga kebersihan dapat membantu mengurangi rasa tidak nyaman selama menstruasi.
Jadi, meskipun sedang haid, perempuan tetap dianjurkan menjaga kebersihan tubuh.
Setelah Haid Selesai, Apa yang Harus Dilakukan?
Ketika darah haid sudah benar-benar berhenti dan tanda suci telah terlihat, perempuan wajib melakukan mandi besar.
Mandi wajib inilah yang mengangkat hadas besar karena haid.
Setelah mandi wajib, perempuan dapat kembali melaksanakan sholat, puasa, dan ibadah lain yang membutuhkan kesucian.
Jika setelah mandi terjadi hal yang membatalkan wudhu, maka wudhu dilakukan kembali sebelum sholat.
BACA JUGA: Keramas Ketika Haid Boleh Gak Sih?
Jadi, Boleh Wudhu Saat Haid?
Jadi, perempuan yang sedang haid boleh berwudhu.
Tidak ada larangan untuk berwudhu ketika sedang menstruasi.
Tetapi perlu dipahami bahwa wudhu tidak menghilangkan hadas besar karena haid.
Selama darah haid masih keluar, sholat tidak dilakukan.
Setelah haid selesai, lakukan mandi wajib terlebih dahulu.
Jadi, jangan merasa bahwa ketika haid kita tidak bisa melakukan apa-apa.
Tetap bisa berdoa, berdzikir, menjaga kebersihan, belajar ilmu agama, dan melakukan berbagai amal baik sesuai ketentuan syariat.
Haid adalah kondisi alami perempuan.
Islam memberikan aturan sekaligus kemudahan dalam menghadapinya. []
Ikuti Kami di Media Sosial:
Facebook: https://www.facebook.com/islampos.global.media
Instagram: : https://www.instagram.com/islamposcom/
Telegram: https://t.me/islamposgroupmedia
Tiktok: https://www.tiktok.com/@islamposmedia2
Youtube : https://www.youtube.com/@IslamposMedia-25/videos
Whatsapp Group : https://chat.whatsapp.com/IpX9u3UsWpnJiRcbau17XE

