Benarkah Pertamax Lebih Irit daripada Pertalite?

Umar Faqih
5 Min Read
Foto: Unsplash

PERNAH merasa bensin Pertamax lebih awet dibandingkan Pertalite? Atau justru merasa sama saja, padahal harga Pertamax lebih mahal?

Pertanyaan ini sering muncul di kalangan pengendara motor maupun mobil. Ada yang memilih Pertamax karena berharap konsumsi bensin lebih hemat. Ada pula yang tetap memakai Pertalite karena harganya lebih terjangkau.

Lalu, mana yang sebenarnya lebih irit? Jawabannya tidak sesederhana melihat angka oktan atau harga per liter. Pertamax bisa lebih efisien pada kendaraan tertentu, tetapi tidak otomatis lebih hemat biaya untuk semua kendaraan.

Untuk memahaminya, kita perlu melihat perbedaan kedua bahan bakar, kondisi mesin, gaya berkendara, dan biaya yang dikeluarkan.

Apa Perbedaan Pertamax dan Pertalite?

Perbedaan utama Pertamax dan Pertalite terletak pada angka oktan atau RON (Research Octane Number).

Pertalite memiliki RON 90, sedangkan Pertamax reguler memiliki RON 92. Angka oktan menunjukkan kemampuan bensin menahan pembakaran prematur atau knocking (ketukan mesin), bukan secara langsung menunjukkan seberapa banyak kilometer yang bisa ditempuh setiap liter bensin.

BACA JUGA:  Merek Mobil Bekas Apa yang Masih Bagus di Harga Rp50 Jutaan Saja?

Bensin dengan oktan lebih tinggi bukan berarti selalu menghasilkan energi lebih besar atau otomatis lebih irit. Hasilnya bergantung pada rancangan mesin dan pengaturan sistem pembakaran.

Jika mesin dirancang untuk menggunakan bensin beroktan lebih tinggi, pemakaian bahan bakar yang sesuai dapat membantu mesin bekerja lebih optimal. Namun, jika mesin memang dirancang untuk RON 90, berpindah ke RON 92 belum tentu memberikan penghematan yang terasa.

Mengapa Pertamax Bisa Terasa Lebih Irit?

Ada beberapa alasan mengapa sebagian pengendara merasa konsumsi Pertamax lebih hemat.

Pertama, mesin yang membutuhkan RON 92 dapat bekerja lebih optimal ketika menggunakan bahan bakar sesuai rekomendasi pabrikan. Sebaliknya, penggunaan bensin dengan oktan di bawah kebutuhan mesin dapat memicu knocking dan membuat kinerja mesin tidak optimal.

Kedua, kondisi kendaraan turut menentukan konsumsi bensin. Mesin yang terawat, tekanan ban sesuai rekomendasi, serta filter udara yang bersih dapat membantu kendaraan bekerja lebih efisien.

Ketiga, gaya berkendara berpengaruh besar. Akselerasi mendadak, sering mengerem, berkendara dalam kemacetan, dan membiarkan mesin menyala ketika kendaraan berhenti dapat meningkatkan konsumsi bahan bakar.

Jadi, jika setelah beralih ke Pertamax kendaraan terasa lebih irit, jangan langsung menyimpulkan bahwa penyebabnya hanya jenis bensin. Kondisi lalu lintas, rute, dan cara berkendara juga perlu diperhitungkan.

Lebih Irit Bensin, Belum Tentu Lebih Hemat Uang

Inilah bagian yang sering terlewat. Ada perbedaan antara irit dalam jumlah liter dan hemat dari sisi pengeluaran.

Misalnya, kita membuat simulasi dengan harga Pertalite Rp10.000 per liter dan Pertamax Rp12.000 per liter. Angka ini hanya contoh perhitungan, bukan harga terkini.

Simulasi biaya untuk menempuh 100 km

Dalam contoh ini, Pertamax lebih hemat Rp2.000 per 100 km karena konsumsi liternya lebih rendah.

Namun, jika Pertamax hanya menurunkan konsumsi dari 5 liter menjadi 4,5 liter, biaya yang dikeluarkan menjadi Rp54.000. Artinya, meskipun jumlah bensin yang digunakan berkurang, pengeluarannya justru lebih besar.

Kuncinya adalah menghitung biaya untuk jarak yang sama, bukan sekadar melihat bensin mana yang lebih awet.

Bagaimana Cara Mengetahui BBM yang Paling Cocok?

Ada beberapa langkah sederhana yang bisa dilakukan.

– Periksa buku manual kendaraan untuk mengetahui rekomendasi RON dari pabrikan.
– Isi bensin sesuai rekomendasi tersebut, terutama jika mesin memang mensyaratkan oktan tertentu.
– Catat jumlah liter dan jarak tempuh selama beberapa kali pengisian.
– Bandingkan konsumsi dalam kilometer per liter serta biaya per kilometer.
– Usahakan pengujian dilakukan pada rute dan kondisi berkendara yang relatif serupa.

BACA JUGA:  Motor Matik: Ini Sejarahnya, dari “Aneh” hingga Jadi Raja Jalanan

Jangan memilih bensin hanya berdasarkan cerita teman atau pengalaman satu kali pengisian. Hasil yang lebih akurat diperoleh dari pengamatan berulang.

Jadi, Pilih Pertamax atau Pertalite?

Pertamax tidak otomatis lebih irit daripada Pertalite. Bahan bakar beroktan lebih tinggi dapat memberikan manfaat pada mesin yang membutuhkannya, tetapi belum tentu membuat kendaraan yang dirancang untuk RON lebih rendah menjadi lebih hemat.

Karena itu, gunakan BBM sesuai rekomendasi pabrikan, lalu bandingkan biaya pemakaiannya secara nyata.

Bensin terbaik bukan sekadar yang paling mahal atau yang paling tinggi angka oktannya, melainkan yang sesuai dengan kebutuhan mesin dan efisien untuk penggunaan kendaraan kita. []

Ikuti Kami di Media Sosial:
Facebook: https://www.facebook.com/islampos.global.media
Instagram: : https://www.instagram.com/islamposcom/
Telegram: https://t.me/islamposgroupmedia
Tiktok: https://www.tiktok.com/@islamposmedia2
Youtube : https://www.youtube.com/@IslamposMedia-25/videos
Whatsapp Group : https://chat.whatsapp.com/IpX9u3UsWpnJiRcbau17XE

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *