BERDOA merupakan salah satu bentuk ibadah yang menunjukkan ketergantungan seorang hamba kepada Allah. Melalui doa, seorang Muslim dapat memohon ampunan, meminta pertolongan, serta mengungkapkan berbagai harapan dalam hidupnya. Namun, apakah semua permintaan boleh disampaikan dalam doa? Ternyata, ada doa yang dilarang dalam Islam karena bertentangan dengan syariat dan adab seorang Muslim.
Islam memberikan kebebasan kepada manusia untuk memohon berbagai kebaikan kepada Allah, baik urusan dunia maupun akhirat. Meski demikian, seorang Muslim tetap perlu memperhatikan isi doa yang dipanjatkan. Jangan sampai permintaan yang disampaikan justru mengandung dosa, permusuhan, atau sesuatu yang tidak diridai Allah.
BACA JUGA: Bolehkah Berdoa Hanya untuk Meminta Hal Duniawi?
Doa untuk Perbuatan Dosa Tidak Diperbolehkan
Salah satu doa yang dilarang adalah permohonan yang bertujuan melakukan kemaksiatan. Misalnya, seseorang berdoa agar berhasil menipu orang lain, mendapatkan harta melalui cara haram, atau dimudahkan melakukan perbuatan zalim. Permintaan semacam ini bertentangan dengan perintah Allah untuk menaati-Nya.
Rasulullah ﷺ bersabda, “Doa seorang hamba akan senantiasa dikabulkan selama ia tidak berdoa untuk sesuatu yang mengandung dosa atau memutuskan silaturahmi, dan selama ia tidak tergesa-gesa.” (HR. Muslim).
Hadis tersebut menjelaskan bahwa dosa dan pemutusan silaturahmi merupakan perkara yang harus dihindari dalam doa. Karena itu, seorang Muslim hendaknya meminta sesuatu yang halal dan membawa kebaikan, bukan menjadikan doa sebagai sarana untuk mewujudkan keinginan yang dilarang agama.
Dilarang Berdoa untuk Keburukan Diri Sendiri
Ketika menghadapi masalah berat, seseorang terkadang merasa putus asa hingga menginginkan keburukan bagi dirinya sendiri. Bahkan, ada yang berdoa agar segera meninggal dunia karena tidak sanggup menghadapi ujian.
Padahal, Islam mengajarkan agar seorang Muslim bersabar dan tetap berharap kepada rahmat Allah. Rasulullah ﷺ bersabda, “Janganlah salah seorang di antara kalian mengharapkan kematian karena musibah yang menimpanya.” (HR. Bukhari dan Muslim).
Jika seseorang merasa sangat tertekan, Rasulullah ﷺ mengajarkan doa berikut: اللَّهُمَّ أَحْيِنِي مَا كَانَتِ الْحَيَاةُ خَيْرًا لِي، وَتَوَفَّنِي إِذَا كَانَتِ الْوَفَاةُ خَيْرًا لِي
“Ya Allah, hidupkanlah aku selama kehidupan itu lebih baik bagiku, dan wafatkanlah aku jika kematian itu lebih baik bagiku.” (HR. Bukhari dan Muslim).
Doa ini mengajarkan seorang Muslim untuk menyerahkan urusannya kepada Allah, bukan memutuskan sendiri bahwa kematian merupakan jalan keluar dari masalah.
Jangan Mendoakan Keburukan Tanpa Alasan yang Benar
Islam juga mengajarkan umatnya untuk menjaga lisan, termasuk ketika sedang marah atau merasa disakiti. Seseorang tidak sepatutnya menjadikan doa sebagai sarana melampiaskan emosi dengan mendoakan keburukan kepada orang lain tanpa alasan yang dibenarkan.
Allah berfirman, “Allah tidak menyukai perkataan buruk (yang diucapkan) secara terus terang, kecuali oleh orang yang dizalimi.” (QS. An-Nisa: 148).
Ayat ini menjelaskan adanya pengecualian bagi orang yang dizalimi untuk mengungkapkan keburukan yang dialaminya. Namun, hal tersebut bukan berarti seseorang boleh melampaui batas atau menzalimi orang lain melalui doanya.
Ketika disakiti, seorang Muslim boleh memohon keadilan dan perlindungan kepada Allah. Mendoakan agar pelaku kezaliman mendapat hidayah juga merupakan pilihan yang baik, selama tidak mengabaikan hak untuk mencari keadilan melalui cara yang dibenarkan.
Bolehkah Berdoa dengan Kalimat Sendiri?
Doa tidak harus selalu menggunakan bahasa Arab. Seorang Muslim boleh memohon kepada Allah menggunakan bahasa yang dipahaminya, terutama dalam doa di luar bacaan khusus yang telah ditetapkan dalam ibadah.
Seseorang boleh meminta kesehatan, kelapangan rezeki, pasangan yang saleh, atau kemudahan dalam pekerjaan. Selama isi permintaannya tidak bertentangan dengan syariat, hal tersebut termasuk perkara yang dibolehkan.
Allah berfirman, “Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Aku perkenankan bagimu.” (QS. Ghafir: 60).
Ayat ini menunjukkan pentingnya berdoa dan berharap kepada Allah. Meski demikian, seorang Muslim perlu memahami bahwa terkabulnya doa tidak selalu berarti memperoleh sesuatu persis seperti yang diminta. Allah mengetahui apa yang terbaik bagi hamba-Nya.
BACA JUGA: Berdoa tapi Tidak Memuji Allah Terlebih Dahulu, Apakah Boleh?
Memohonlah Sesuatu yang Baik
Jadi, memang ada doa yang dilarang dalam Islam, terutama doa yang mengandung dosa, bertujuan memutus silaturahmi, atau mendorong seseorang melakukan kezaliman. Seorang Muslim hendaknya memperhatikan isi doanya dan tidak menjadikan permohonan kepada Allah sebagai sarana untuk memenuhi keinginan yang buruk.
Perbanyaklah memohon ampunan, petunjuk, perlindungan, serta kebaikan dunia dan akhirat. Ketika keinginan belum terwujud, tetaplah bersabar dan berbaik sangka kepada Allah. Sebab, doa bukan sekadar meminta sesuatu, melainkan juga bentuk penghambaan dan bukti bahwa seorang hamba menyadari keterbatasan dirinya di hadapan Sang Pencipta.[]
Ikuti Kami di Media Sosial:
Facebook: https://www.facebook.com/islampos.global.media
Instagram: : https://www.instagram.com/islamposcom/
Telegram: https://t.me/islamposgroupmedia
Tiktok: https://www.tiktok.com/@islamposmedia2
Youtube : https://www.youtube.com/@IslamposMedia-25/videos
Whatsapp Group : https://chat.whatsapp.com/IpX9u3UsWpnJiRcbau17XE

