Gimana Cara Malaikat Bergantian Menjaga Manusia Siang dan Malam?

Umar Faqih
5 Min Read
Foto: Freepik

PERNAHKAH kita bertanya, siapa yang menjaga manusia ketika tidur pada malam hari atau sibuk menjalani aktivitas pada siang hari? Dalam ajaran Islam, Allah menciptakan malaikat dengan tugas yang beragam. Di antara tugas tersebut, ada malaikat yang bergantian mengawasi manusia pada waktu siang dan malam.

Keberadaan malaikat ini merupakan bagian dari perkara gaib yang wajib diimani berdasarkan dalil. Namun, penjagaan malaikat bukan berarti manusia terbebas dari segala musibah atau tidak perlu berhati-hati. Lantas, bagaimana sebenarnya penjelasan Al-Qur’an dan hadis tentang malaikat yang bergantian menjaga manusia?

BACA JUGA: Siapa Malaikat yang Mencatat Amal di Samping Kita?

Malaikat Bergantian pada Waktu Siang dan Malam

Rasulullah ﷺ menjelaskan bahwa ada malaikat yang bertugas mengawasi manusia dan bergantian pada waktu siang serta malam. Hal ini diterangkan dalam hadis sahih yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim.

Rasulullah ﷺ bersabda bahwa para malaikat bergantian mendatangi manusia pada malam dan siang hari. Mereka berkumpul pada waktu shalat Subuh dan shalat Asar. Kemudian, malaikat yang bermalam naik kepada Allah, lalu Allah bertanya kepada mereka tentang keadaan hamba-hamba-Nya.

Allah berfirman, padahal Dia lebih mengetahui keadaan mereka, “Bagaimana kalian meninggalkan hamba-hamba-Ku?” Para malaikat menjawab, “Kami meninggalkan mereka dalam keadaan sedang shalat dan kami mendatangi mereka dalam keadaan sedang shalat.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Hadis ini menunjukkan keutamaan shalat Subuh dan Asar. Kedua waktu tersebut menjadi saat pergantian malaikat yang bertugas pada siang dan malam hari. Karena itu, seorang Muslim hendaknya menjaga kedua shalat tersebut dan tidak meremehkannya.

banner sunscreen

Apa Tugas Malaikat yang Menjaga Manusia?

Al-Qur’an juga menjelaskan keberadaan malaikat yang menyertai manusia. Allah berfirman, “Bagi manusia ada malaikat-malaikat yang selalu mengikutinya bergiliran, dari depan dan belakangnya. Mereka menjaganya atas perintah Allah.” (QS. Ar-Ra’d: 11).

Ayat ini menjelaskan adanya malaikat yang menjaga manusia dengan izin Allah. Penjagaan tersebut sepenuhnya berada di bawah ketetapan dan kehendak-Nya. Manusia tidak boleh memahami ayat ini seolah-olah malaikat memiliki kekuasaan mandiri untuk melindungi siapa pun tanpa izin Allah.

Para ulama menjelaskan bahwa ayat tersebut berkaitan dengan malaikat yang bergiliran menjaga manusia. Namun, rincian tugas setiap malaikat tidak boleh dipastikan tanpa dalil yang jelas. Oleh karena itu, kita cukup mengimani keterangan yang telah diterangkan dalam Al-Qur’an dan hadis sahih.

Selain malaikat yang bertugas menjaga, ada pula malaikat yang mencatat amal perbuatan manusia. Allah berfirman, “Padahal sesungguhnya bagi kamu ada (malaikat-malaikat) yang mengawasi (pekerjaanmu), yang mulia (di sisi Allah) dan yang mencatat (pekerjaan-pekerjaanmu itu).” (QS. Al-Infithar: 10–12).

Ayat ini mengingatkan bahwa kehidupan manusia tidak terlepas dari pengawasan Allah. Setiap perkataan dan perbuatan perlu dijaga agar tidak mendatangkan penyesalan pada hari perhitungan.

Apakah Malaikat Selalu Bisa Mencegah Musibah?

Keberadaan malaikat penjaga tidak berarti manusia pasti terhindar dari kecelakaan, penyakit, atau kematian. Semua yang terjadi tetap berada dalam ketetapan Allah. Malaikat menjalankan tugas sesuai dengan perintah-Nya, bukan berdasarkan kehendak sendiri.

Karena itu, seorang Muslim tetap diperintahkan untuk berikhtiar, menjaga keselamatan, menghindari bahaya, serta berdoa memohon perlindungan kepada Allah. Tawakal tidak berarti meninggalkan usaha, melainkan menyandarkan hati kepada Allah setelah melakukan ikhtiar yang dibenarkan.

Kita juga tidak perlu mengarang cerita tentang bentuk atau jumlah malaikat yang menjaga seseorang pada setiap saat. Perkara gaib harus dipahami berdasarkan wahyu, bukan dugaan atau cerita yang belum terbukti kebenarannya.

BACA JUGA: Apakah Benar Ayam Berkokok di Waktu Subuh Pertanda Malaikat Turun?

Menjaga Shalat dan Memohon Perlindungan Allah

Keimanan terhadap malaikat seharusnya mendorong kita semakin taat kepada Allah. Salah satu amalan yang perlu diperhatikan adalah menjaga shalat lima waktu, terutama Subuh dan Asar, yang disebut secara khusus dalam hadis tentang pergantian malaikat.

Selain itu, kita dianjurkan membaca zikir pagi dan petang serta doa perlindungan yang diajarkan Rasulullah ﷺ. Amalan tersebut merupakan bentuk ketaatan dan permohonan pertolongan kepada Allah, bukan jaminan bahwa seseorang tidak akan mengalami ujian.

Jadi, benar bahwa malaikat bergantian mendatangi manusia pada waktu siang dan malam, sebagaimana dijelaskan dalam hadis sahih. Mereka menjalankan tugas yang Allah berikan, termasuk pergantian pada waktu Subuh dan Asar.

Semoga keimanan terhadap perkara gaib membuat kita semakin rajin beribadah, berhati-hati dalam bertindak, dan senantiasa mengingat bahwa Allah Maha Mengetahui seluruh keadaan hamba-Nya.[]

Ikuti Kami di Media Sosial:
Facebook: https://www.facebook.com/islampos.global.media
Instagram: : https://www.instagram.com/islamposcom/
Telegram: https://t.me/islamposgroupmedia
Tiktok: https://www.tiktok.com/@islamposmedia2
Youtube : https://www.youtube.com/@IslamposMedia-25/videos
Whatsapp Group : https://chat.whatsapp.com/IpX9u3UsWpnJiRcbau17XE

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *