Ternyata buat Suami walau Sudah Berusia 40 Tahun, Jima Itu Tetap Penting

5 Min Read
Foto: Freepik

MEMASUKI usia 40 tahun adalah fase penting dalam kehidupan seorang suami. Di usia ini, banyak perubahan terjadi pada tubuh, mulai dari metabolisme yang melambat, stamina yang berkurang, hingga munculnya berbagai tanda penuaan. Namun, ada satu hal yang sering diabaikan: kebutuhan untuk tetap menjaga keharmonisan hubungan suami istri melalui jima’ (hubungan intim).

Jangan salah, meskipun usia bertambah, kebutuhan biologis dan emosional seorang suami tidak serta-merta hilang. Bahkan, dalam banyak penelitian medis disebutkan bahwa aktivitas seksual yang sehat justru bisa menjaga vitalitas, menurunkan risiko penyakit jantung, hingga memperbaiki kualitas tidur.

Jima’ Bukan Sekadar Nafsu, Tetapi Ibadah

Dalam Islam, hubungan suami istri dipandang sebagai ibadah. Rasulullah ﷺ bersabda, “Dan pada kemaluan salah seorang di antara kalian ada sedekah.” (HR. Muslim). Artinya, setiap hubungan intim yang dilakukan dengan niat yang benar akan bernilai pahala.

BACA JUGA:  Suami Minta yang Aneh-aneh ketika Jima, Ini Sikap Tegas yang Harus Diambil Istri

Ulama salaf pun menekankan pentingnya menjaga hubungan ini. Al-Imam Ibnul Qayyim rahimahullah berkata, “Jima’ itu termasuk kebutuhan badan, sebagaimana makan dan minum. Jika ditinggalkan, tubuh akan melemah dan jiwa akan gelisah.”

Pernyataan ini menunjukkan bahwa hubungan intim bukan hanya sekadar urusan nafsu, melainkan juga kebutuhan fitrah manusia yang harus dijaga keseimbangannya, termasuk bagi suami yang sudah berusia 40 tahun ke atas.

Manfaat Jima’ bagi Suami di Usia 40 Tahun

Secara medis, banyak manfaat yang bisa diperoleh dari menjaga kehidupan seksual yang sehat pada usia ini, di antaranya:

1- Menjaga Kesehatan Jantung

Aktivitas seksual membantu melancarkan sirkulasi darah dan menurunkan tekanan darah. Beberapa penelitian menyebutkan bahwa pria yang tetap aktif secara seksual memiliki risiko lebih rendah terhadap penyakit kardiovaskular.

2- Meningkatkan Kesehatan Mental

Jima’ membuat tubuh melepaskan hormon endorfin dan oksitosin, yang berperan besar dalam menurunkan stres dan kecemasan. Hal ini penting, karena pada usia 40 tahun, seorang suami sering menghadapi tekanan pekerjaan, keluarga, dan tanggung jawab sosial.

3- Menjaga Fungsi Hormonal

Produksi testosteron cenderung menurun seiring bertambahnya usia. Dengan menjaga aktivitas seksual yang teratur, kadar hormon ini bisa tetap stabil, sehingga membantu mempertahankan energi, gairah, dan vitalitas.

4- Menguatkan Ikatan Emosional dengan Istri

Hubungan intim bukan sekadar fisik, tetapi juga mempererat ikatan batin antara suami dan istri. Ini sangat penting agar rumah tangga tetap harmonis meskipun usia semakin matang.

Pandangan Ulama Salaf tentang Jima’ di Usia Matang

Banyak ulama salaf menasihatkan agar seorang suami tetap menjaga kebutuhan biologisnya secara seimbang. Imam Al-Ghazali rahimahullah dalam Ihya Ulumuddin menulis, “Jima’ itu bisa menjadi sarana menjaga agama, menundukkan pandangan, dan memelihara kehormatan diri.”

Dengan kata lain, meski usia bertambah, seorang suami tetap butuh menyalurkan fitrahnya dengan cara yang halal. Jika diabaikan, bisa jadi muncul dampak negatif berupa pikiran yang tidak sehat, perasaan gelisah, bahkan potensi goyahnya rumah tangga.

Menjaga Keseimbangan: Tidak Berlebihan, Tidak Pula Mengabaikan

Namun, penting untuk diingat bahwa Islam selalu mengajarkan keseimbangan. Imam Ibnul Jauzi rahimahullah pernah berkata, “Sebaik-baik perkara adalah yang pertengahan, tidak berlebihan dan tidak mengabaikan.”

Maka, bagi suami usia 40 tahun, menjaga kualitas jima’ lebih utama daripada sekadar kuantitas. Perhatian, kelembutan, dan komunikasi dengan istri menjadi kunci utama agar hubungan tetap sehat dan penuh keberkahan.

 

Tips Menjaga Vitalitas di Usia 40 Tahun

Agar suami tetap bugar dan mampu menjalani kehidupan rumah tangga dengan harmonis, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan:

1- Menjaga pola makan sehat dan seimbang.

2- Rutin berolahraga untuk melatih jantung dan stamina.

BACA JUGA: Suami Istri Jima Setiap Hari, Sehatkah? Ini 6 Indikasinya

3- Menghindari rokok dan alkohol.

4- Menjaga kualitas tidur.

5- Menjaga komunikasi dan keharmonisan dengan istri, agar jima’ tidak sekadar rutinitas, melainkan ibadah yang penuh makna.

Penutup

Jelaslah bahwa jima’ tetap penting bagi suami walau sudah berusia 40 tahun. Bukan hanya untuk kesehatan fisik, tetapi juga untuk menjaga ketenangan jiwa, keharmonisan rumah tangga, dan bahkan sebagai ladang pahala.

Ulama salaf telah menasihati bahwa kebutuhan ini adalah bagian dari fitrah manusia yang harus dikelola dengan bijak. Maka, jangan sampai usia menjadi alasan untuk mengabaikan hak diri sendiri maupun hak pasangan. Dengan niat ibadah, jima’ akan menjadi sumber keberkahan yang menyertai langkah rumah tangga menuju ridha Allah ﷻ. []

Ikuti Kami di Media Sosial:
Facebook: https://www.facebook.com/islampos.global.media
Instagram: : https://www.instagram.com/islamposcom/
Telegram: https://t.me/islamposgroupmedia
Tiktok: https://www.tiktok.com/@islamposmedia2
Youtube : https://www.youtube.com/@IslamposMedia-25/videos
Whatsapp Group : https://chat.whatsapp.com/IpX9u3UsWpnJiRcbau17XE

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *