Beliau mengulangi ucapan itu hingga tiga kali sebagai ungkapan cinta dan kebahagiaan atas kebersamaan…
Ia memahami situasi, lalu bertindak. Sikap proaktif ini telah menjadi bagian dari kepribadiannya—siap hadir…
Karena itu, dalam momen-momen genting, Rasulullah tidak memanggil sembarang orang.
Sejak saat itu, As’ad kembali ke Yatsrib dan mulai mengetuk pintu-pintu rumah, mengajak kaumnya…