SITUASI di mana seorang istri merasa diabaikan selama satu tahun setengah oleh suaminya—termasuk dalam hal hubungan suami-istri—tentu sangat berat dan memerlukan penanganan yang bijak. Berikut beberapa langkah yang bisa dipertimbangkan, dengan rujukan ke pandangan Islam, agar istri bisa mengambil sikap yang tepat.
1. Pahami hak dan kewajiban suami-istri dalam Islam
Menurut banyak ulama, dalam Islam setiap suami memiliki kewajiban untuk memenuhi hak-istri, termasuk hak fizikal/intim (hubungan suami-istri). Sebagai contoh:
Disebutkan bahwa istri mempunyai hak untuk dipenuhi keperluan fizikalnya, sama seperti suami mempunyai hak tersebut.
Jika seorang suami mengabaikan hak istri untuk hubungan tersebut tanpa sebab yang dibenarkan, maka ia telah “meninggalkan satu kewajiban” dan itu tidak diperbolehkan.
Di sisi lain, istri tetap juga mempunyai tanggungjawab-tanggungjawab dalam rumah tangga, namun ini tidak membenarkan diabaikannya hak dasar istri.Jadi secara ringkas: jika suami mengabaikan istri dalam hal hubungan fizikal secara terus-menerus tanpa sebab yang jelas, maka ini termasuk pelanggaran terhadap hak istri.
BACA JUGA: Sesudah Jima Boleh Langsung Makan atau Enggak Sih?
2. Langkah-langkah yang bisa dilakukan oleh istri
Berikut adalah beberapa langkah praktikal yang bisa diambil:
a) Komunikasi terbuka
Cobalah berbicara dengan suami secara tenang dan terbuka: tanyakan mengapa terjadi demikian. Apakah ada sebab-sebab tertentu seperti stres, masalah kesehatan, kelelahan kerja, konflik emosi, atau hal lain? Memahami sebabnya bisa membantu mencari solusi bersama.
b) Cari bantuan eksternal
Jika komunikasi sendiri belum berhasil, pertimbangkan:
- Konsultasi dengan penasihat rumah tangga, psikolog atau ahli keluarga.
- Konsultasi dengan tokoh agama atau ustadz/ustadzah agar mendapat nasihat dari perspektif Islam.
- Jika di Indonesia, bisa menghubungi layanan konsultasi rumah tangga di kota Anda.
c) Evaluasi kesiapan dan kondisi suami
Pertimbangkan apakah suami punya kemampuan (secara fisik, mental, spiritual) untuk menjalankan kewajiban tersebut. Kadang ada sebab-sebab seperti penyakit, trauma, atau faktor‐lain yang membuat suami “menjauh”. Namun jika tidak ada alasan wajar dan ia tetap mengabaikan, maka istri pun berhak mempertimbangkan langkah lebih lanjut.
d) Pertimbangkan hak istri untuk meminta pemisahan atau perpisahan jika diperlukan
Dalam Islam, jika hak istri terus-menerus diabaikan dan tidak ada perubahan setelah upaya maksimal, maka istri bisa mempertimbangkan opsi pemisahan atau talak (atau meminta suami untuk menunaikan haknya). Pernyataan bahwa “mengabaikan hubungan intim” bisa termasuk salah satu sebab yang membenarkan perpisahan.
Namun, opsi ini harus dilakukan dengan pertimbangan matang, syariat, dan merujuk pada kondisi spesifik keluarga.
3. Hal-hal yang perlu dihindari
Jangan langsung mengambil keputusan drastis tanpa dialog dan upaya normalisasi — selagi masih ada ruang untuk memperbaiki.
Jangan sampai kondisi ini memicu tindakan yang bertentangan dengan prinsip kasih sayang, kehormatan, atau syariat.
Hindari membiarkan rasa sakit hati terus menerus hanya membangun kebencian — karena bisa berdampak buruk bagi istri secara psikologis dan spiritual.
BACA JUGA: Di 2 Waktu Ini, Hubungan Jima Suami Istri Diutamakan
4. Perspektif Islami: Penekanan pada keadilan dan pemenuhan hak
Dalam artikel “What Does Islam Say About the Neglect of the Wife’s Sexual Rights?” disebutkan: “Jika salah satu dari suami atau istri mengabaikan sarana untuk memenuhi tujuan pernikahan … maka ia telah menelantarkan hak orang lain dan meninggalkan kewajiban yang telah ia pikul atas dirinya sendiri dengan melangsungkan pernikahan.”
Hal ini menunjukkan bahwa hak intim istri bukan sesuatu yang bisa dianggap remeh.
5. Saran spesifik untuk Anda
Karena Anda mengatakan “tidak digauli oleh suaminya selama satu tahun setengah”, maka saya sarankan Anda:
- Pertemuan secara khusus dengan suami: tanyakan secara jujur apa alasannya, apakah ia mengalami kesulitan fisik, emosional, atau spiritual.
- Jika alasan ditemukan — misalnya kesehatan — carilah solusi bersama (contoh: konsultasi medis).
- Jika ternyata ia memilih untuk mengabaikan tanpa alasan yang jelas dan tidak menunjukkan keinginan memperbaiki, maka Anda sebagai istri berhak untuk menegaskan hak Anda, dan jika perlu mengambil langkah “lebih tegas” (misalnya bantuan mediasi atau mempertimbangkan pemisahan).
- Pastikan juga Anda menjaga diri Anda sendiri: dukungan sosial, kesehatan emosional, dan tetap aktif dalam hal-ibadah supaya Anda tidak terpuruk sendirian. []
Ikuti Kami di Media Sosial:
Facebook: https://www.facebook.com/islampos.global.media
Instagram: : https://www.instagram.com/islamposcom/
Telegram: https://t.me/islamposgroupmedia
Tiktok: https://www.tiktok.com/@islamposmedia2
Youtube : https://www.youtube.com/@IslamposMedia-25/videos
Whatsapp Group : https://chat.whatsapp.com/IpX9u3UsWpnJiRcbau17XE


