NABI Musa datang ke Madyan
dengan kaki letih
dan hati yang penuh pelarian.
Padang pasir terbentang.
Matahari tinggi.
Debu menempel di jubahnya.
Di sebuah mata air,
orang-orang berdesakan.
Ternak ditarik.
Suara gaduh.
Air diperebutkan.
Di belakang mereka,
dua perempuan berdiri.
Tenang.
Menunggu.
Menahan ternak agar tak maju.
BACA JUGA: Makna Mendalam di Balik Doa Nabi Musa dalam Surat Thaha
Musa mendekat.
Bertanya dengan lembut.
“Apa yang menghalangi kalian?”
Jawaban itu sederhana.
Mereka menunggu giliran.
Ayah mereka renta.
Tak sanggup datang.
Musa tak berkata banyak.
Ia maju.
Mengangkat batu penutup sumur.
Menimba.
Memberi minum ternak mereka.
Selesai.
Tanpa pamrih.
Ia lalu pergi ke bawah naungan.
Duduk sendiri.
Menengadah.
Berdoa lirih.
“Ya Rabb.
Aku fakir.
Aku butuh kebaikan-Mu.”
Doa itu naik.
Langsung ke langit.
Tak lama.
Langkah pelan terdengar.
Salah satu perempuan datang.
Dengan malu yang terjaga.
“Ayah kami memanggilmu.
Untuk membalas kebaikanmu.”
Musa mengikuti.
Menceritakan hidupnya.
Pelarian.
Ketakutan.
Dan harapan.
Sang ayah menenangkan.
“Engkau selamat.
Di sini tak ada kezaliman.”
Salah satu putrinya berkata.
Penuh keyakinan.
“Pekerjakan dia.
Ia kuat.
Ia amanah.”
Sang ayah mengangguk.
Lalu berkata dengan bijak.
“Aku ingin menikahkanmu
dengan salah satu putriku.
Engkau bekerja delapan tahun.
Jika sepuluh,
itu kebaikan darimu.
Aku tak ingin memberatkan.”
Musa menerima.
Dengan tenang.
Dengan iman.
“Itu perjanjian kita.
Allah saksi atasnya.”
Tahun-tahun berlalu.
Janji ditunaikan.
Kerja disempurnakan.
Musa pergi bersama istrinya.
Meninggalkan Madyan.
BACA JUGA: Mengapa Tongkat Nabi Musa Didahulukan Sebelum Sepuluh Perintah Allah?
Di lereng Thur,
ia melihat cahaya.
Api di kejauhan.
Ia berkata lembut.
“Tunggulah di sini.
Aku melihat api.
Mungkin ada kabar.
Atau bara
untuk menghangatkan kita.”
Dari pelarian
menuju pilihan Allah.
Dari sumur sunyi
menuju gunung suci.
Segalanya bermula
dari niat menolong. []
Ikuti Kami di Media Sosial:
Facebook: https://www.facebook.com/islampos.global.media
Instagram: : https://www.instagram.com/islamposcom/
Telegram: https://t.me/islamposgroupmedia
Tiktok: https://www.tiktok.com/@islamposmedia2
Youtube : https://www.youtube.com/@IslamposMedia-25/videos
Whatsapp Group : https://chat.whatsapp.com/IpX9u3UsWpnJiRcbau17XE


