Suami Sering (Maaf!) Mencium di Depan Anak-anak, Apa yang Harus Dilakukan Istri?

Dini Koswarini
5 Min Read
Foto: Freepik

DALAM kehidupan rumah tangga, menunjukkan kasih sayang antara suami dan istri adalah hal yang baik. Pelukan, perhatian, candaan, dan ungkapan cinta bisa membuat hubungan semakin hangat. Namun ada keadaan tertentu yang tetap perlu dijaga, terutama ketika sudah memiliki anak-anak yang mulai memahami keadaan sekitar.

Sebagian istri merasa bingung ketika suami sering mencium bibir atau bermesraan di depan anak-anak. Di satu sisi, ia tidak ingin membuat suami tersinggung. Tetapi di sisi lain, ia khawatir hal itu kurang pantas dilihat anak, terutama jika anak sudah mulai besar dan memahami sesuatu lebih jauh.

Lalu bagaimana sebaiknya sikap istri dalam menghadapi keadaan seperti ini?

Kasih Sayang Suami Istri Itu Baik

Dalam Islam, hubungan yang hangat antara suami dan istri bukan sesuatu yang memalukan. Rasulullah ﷺ sendiri menunjukkan kelembutan dan kasih sayang kepada istri-istrinya.

Karena itu, tidak salah jika pasangan menunjukkan perhatian, saling memuji, atau memberi pelukan di rumah. Anak-anak bahkan bisa belajar bahwa rumah tangga seharusnya dipenuhi cinta dan kelembutan, bukan pertengkaran dan kekerasan.

Namun Islam juga mengajarkan adab, rasa malu, dan menjaga batas kepantasan di depan anak-anak.

BACA JUGA:  Suami Istri Mesti Tahu, Hal-hal Ini Dilarang Dilakukan di Tempat Tidur

Anak-anak Meniru Apa yang Mereka Lihat

Anak adalah peniru yang sangat kuat. Apa yang sering mereka lihat di rumah biasanya akan tersimpan dalam ingatan dan kadang ditiru tanpa memahami batasannya.

Karena itu, orang tua perlu bijak dalam menunjukkan kemesraan di depan anak. Apalagi jika bentuknya terlalu intim atau dilakukan berlebihan.

Mencium bibir mungkin dianggap biasa oleh sebagian pasangan, tetapi jika dilakukan terus-menerus di depan anak yang sudah mulai besar, hal itu bisa menimbulkan pertanyaan atau rasa penasaran yang belum waktunya.

Jangan Langsung Memarahi Suami

Kesalahan yang sering terjadi adalah istri langsung menegur dengan nada keras atau mempermalukan suami di depan anak-anak. Hal seperti ini justru bisa membuat suasana rumah menjadi canggung.

Lebih baik bicarakan dengan lembut saat sedang berdua. Sampaikan perasaan dan kekhawatiran dengan bahasa yang baik.

https://id.shp.ee/5ckKhZJe

Misalnya:

“Yah, mungkin kalau di depan anak-anak jangan terlalu sering begitu ya, takut mereka bingung atau meniru.”

Kalimat yang lembut biasanya lebih mudah diterima daripada teguran yang bernada menyalahkan.

Pilih Bentuk Kasih Sayang yang Lebih Tepat

Bukan berarti setelah menikah pasangan harus dingin dan menjaga jarak di depan anak. Yang perlu dijaga adalah bentuk dan kadarnya.

Misalnya cukup dengan senyuman, pegangan tangan, pelukan ringan, atau perhatian kecil yang tetap menunjukkan keharmonisan rumah tangga tanpa terlalu vulgar.

Anak-anak tetap bisa melihat bahwa ayah dan ibunya saling mencintai tanpa harus menyaksikan kemesraan yang terlalu pribadi.

Perhatikan Usia Anak

Hal ini juga perlu disesuaikan dengan usia anak. Anak balita mungkin belum memahami banyak hal. Tetapi ketika anak mulai sekolah atau memasuki usia remaja, orang tua perlu lebih berhati-hati dalam menjaga sikap di depan mereka.

Semakin besar anak, semakin besar pula rasa ingin tahunya. Karena itu, menjaga adab dalam keluarga menjadi semakin penting.

Rumah yang sehat bukan hanya penuh cinta, tetapi juga penuh hikmah dalam bersikap.

Jangan Sampai Rumah Terlalu Kaku

Di sisi lain, jangan juga sampai rumah menjadi terlalu dingin dan kaku. Ada keluarga yang sama sekali tidak pernah menunjukkan kasih sayang sehingga anak tumbuh tanpa melihat contoh hubungan yang hangat.

Akibatnya, anak bisa merasa asing dengan kelembutan dalam keluarga. Karena itu, keseimbangan tetap diperlukan.

Tunjukkan cinta, tetapi dengan cara yang pantas dan mendidik.

BACA JUGA:  Suami Istri Tidur Terpisah, Bolehkah?

Komunikasi Suami Istri Sangat Penting

Banyak masalah rumah tangga sebenarnya bisa selesai dengan komunikasi yang baik. Kadang suami tidak sadar bahwa kebiasaannya membuat istri kurang nyaman atau khawatir terhadap perkembangan anak.

Jika disampaikan dengan tenang dan penuh penghargaan, biasanya pasangan lebih mudah memahami.

Hindari menyimpan kesal terlalu lama karena hal kecil yang tidak dibicarakan bisa berubah menjadi pertengkaran besar.

Penutup

Menunjukkan kasih sayang antara suami dan istri adalah hal yang baik dan dianjurkan dalam rumah tangga. Namun ketika sudah memiliki anak-anak, pasangan tetap perlu menjaga adab dan kepantasan.

Jika suami sering mencium bibir di depan anak-anak dan istri merasa kurang nyaman, maka sebaiknya dibicarakan dengan lembut dan bijak. Tujuannya bukan melarang kasih sayang, tetapi menjaga pendidikan dan kenyamanan anak-anak.

Rumah tangga yang baik bukan hanya hangat oleh cinta, tetapi juga dipenuhi kebijaksanaan dalam bersikap dan mendidik keluarga. []

Ikuti Kami di Media Sosial:
Facebook: https://www.facebook.com/islampos.global.media
Instagram: : https://www.instagram.com/islamposcom/
Telegram: https://t.me/islamposgroupmedia
Tiktok: https://www.tiktok.com/@islamposmedia2
Youtube : https://www.youtube.com/@IslamposMedia-25/videos
Whatsapp Group : https://chat.whatsapp.com/IpX9u3UsWpnJiRcbau17XE

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *