Apa Hukum Mempelajari Sihir?

Umar Faqih
3 Min Read
Foto: Freepik

AL-QUR’AN secara tegas membahas sihir dalam kisah Harut dan Marut di negeri Babil. Allah berfirman: “Padahal Sulaiman tidak kafir, hanya setan-setanlah yang kafir. Mereka mengajarkan sihir kepada manusia…” (QS. Al-Baqarah: 102).

Ayat ini menjelaskan bahwa Nabi Sulaiman tidak melakukan kekafiran sebagaimana tuduhan yang diarahkan kepadanya. Justru setan-setanlah yang mengajarkan sihir kepada manusia.

Dalam ayat yang sama, Allah menjelaskan bahwa sihir dapat digunakan untuk memisahkan seseorang dari pasangannya. Namun, Allah juga menegaskan bahwa sihir tidak dapat mendatangkan mudarat kepada siapa pun kecuali dengan izin-Nya.

Ini bukan berarti sihir boleh dipelajari atau diremehkan. Sebaliknya, ayat tersebut memperingatkan manusia agar tidak terjerumus ke dalam praktik yang merusak agama dan kehidupan sesama.

BACA JUGA: 8 Tanda Seseorang Terkena Sihir atau Penyakit Ain

Apa Hukum Mempelajari Sihir?

Menurut penjelasan Syaikh Muhammad Shalih Al-Utsaimin, mempelajari sihir hukumnya haram. Jika praktik tersebut melibatkan kekafiran, seperti beribadah kepada setan atau melakukan tindakan syirik, maka pelakunya dapat terjatuh dalam kekafiran.

Karena itu, seorang Muslim tidak boleh mempelajari sihir dengan alasan ingin memperoleh kekuatan, membalas dendam, memikat seseorang, atau menguasai orang lain.

Sihir juga dapat menimbulkan kezaliman dan permusuhan. Orang yang menggunakannya untuk merusak rumah tangga atau mencelakakan orang lain telah melakukan tindakan yang bertentangan dengan ajaran Islam.

banner slingbag

Adapun pembahasan mengenai hukuman bagi pelaku sihir merupakan persoalan fikih yang memiliki perincian dan perbedaan pandangan ulama. Ketentuan tersebut tidak boleh dijadikan alasan bagi individu untuk main hakim sendiri. Penegakan hukum merupakan kewenangan otoritas yang sah, bukan masyarakat secara pribadi.

Bagaimana Seorang Muslim Melindungi Diri?

Seorang Muslim hendaknya menjaga tauhid, menegakkan shalat, membaca Al-Qur’an, memperbanyak zikir, dan memohon perlindungan kepada Allah. Ruqyah syar’iyyah dapat dilakukan dengan ayat Al-Qur’an dan doa yang sesuai tuntunan Rasulullah ﷺ.

Jauhilah dukun atau praktisi yang meminta sesajen, menggunakan mantra yang tidak jelas, atau menyuruh melakukan perbuatan syirik.

BACA JUGA: 10 Cara Menangkal Ain dan Sihir

Jangan pula mudah percaya kepada orang yang mengaku mengetahui secara pasti penyebab masalah gaib tanpa bukti yang dapat dipertanggungjawabkan.

Jika mengalami gangguan kesehatan fisik atau psikologis, tetaplah mencari pertolongan medis yang tepat. Ikhtiar secara agama tidak harus bertentangan dengan pengobatan.

Jangan Tergoda Mempelajari Sesuatu yang Merusak Akidah

Sihir bukan jalan untuk mendapatkan pertolongan, kekuasaan, ataupun kebahagiaan. Praktik ini justru dapat menjerumuskan manusia pada dosa, kerusakan akidah, dan tindakan zalim terhadap sesama.

Karena itu, pelajarilah ilmu agama dari sumber yang tepercaya dan jangan tergoda oleh janji kekuatan gaib. Perlindungan terbaik bagi seorang Muslim adalah menjaga tauhid, menaati Allah, dan menempuh cara-cara yang dibenarkan syariat. []

Ikuti Kami di Media Sosial:
Facebook: https://www.facebook.com/islampos.global.media
Instagram: : https://www.instagram.com/islamposcom/
Telegram: https://t.me/islamposgroupmedia
Tiktok: https://www.tiktok.com/@islamposmedia2
Youtube : https://www.youtube.com/@IslamposMedia-25/videos
Whatsapp Group : https://chat.whatsapp.com/IpX9u3UsWpnJiRcbau17XE

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *