Menu

Kenapa AI Data Center Ga Dibangun di Kutub Utara atau di Kutub Selatan Saja?

Pusat data AI tidak harus dibangun di tempat paling dingin di Bumi, melainkan di tempat yang paling seimbang antara pendinginan, listrik, konektivitas, biaya, dan keandalan.

Abang Saad · 4 menit baca
AI Data Center
Foto: Freepik
Daftar isi
  1. Sebenarnya, Server Sudah Dibangun di Wilayah Dingin
  2. Listrik Stabil Lebih Penting daripada Sekadar Udara Dingin
  3. Internet di Kutub Selatan Masih Menjadi Tantangan
  4. Siapa yang Akan Memperbaiki Server di Tengah Cuaca Ekstrem?
  5. Jadi, Mengapa Tidak Semua Server AI Dipindahkan ke Kutub?

SERVER AI bukan komputer biasa yang hanya digunakan untuk mengetik atau membuka media sosial. Untuk melatih dan menjalankan model kecerdasan buatan, pusat data menggunakan banyak prosesor berperforma tinggi, termasuk GPU yang membutuhkan daya listrik besar.

Sebagian besar energi listrik yang digunakan perangkat tersebut akhirnya berubah menjadi panas. Jika panas tidak dibuang dengan baik, suhu perangkat meningkat dan kinerjanya dapat menurun. Dalam kondisi tertentu, sistem bahkan harus mengurangi kecepatan kerja untuk mencegah kerusakan.

Itulah sebabnya pusat data membutuhkan sistem pendingin yang dirancang secara khusus. Suhu udara luar yang dingin memang bisa membantu, tetapi fasilitasnya tetap harus mengendalikan suhu, kelembapan, aliran udara, dan kondisi perangkat secara presisi.

Jadi, membangun server di wilayah dingin bukan ide yang keliru. Justru, beberapa perusahaan teknologi telah memanfaatkan keuntungan iklim tersebut.

BACA JUGA: HP Merek Apa Saja yang Terbukti Tahan Banting dan Anti Air?

Sebenarnya, Server Sudah Dibangun di Wilayah Dingin

Anggapan bahwa pusat data tidak dibangun di kawasan dingin sebenarnya kurang tepat. Google, misalnya, mengoperasikan pusat data di Hamina, Finlandia. Fasilitas ini memanfaatkan air laut dari Teluk Finlandia untuk membantu sistem pendinginan. Google juga mengembangkan pemanfaatan panas dari pusat data untuk membantu memenuhi kebutuhan pemanas bangunan di wilayah sekitarnya.

Finlandia bukan Kutub Utara, tetapi contoh ini menunjukkan bahwa perusahaan teknologi memang mempertimbangkan iklim ketika memilih lokasi pusat data.

Mengapa tidak sekalian dibangun tepat di Kutub Utara atau Kutub Selatan?

Masalahnya, suhu dingin hanyalah satu bagian dari kebutuhan sebuah pusat data. Ada sejumlah faktor lain yang menentukan apakah lokasi tersebut layak secara teknis dan ekonomis.

Listrik Stabil Lebih Penting daripada Sekadar Udara Dingin

Server AI membutuhkan pasokan listrik yang besar dan stabil. Jika listrik terputus, layanan bisa terganggu dan pekerjaan komputasi yang sedang berjalan dapat terhenti.

Di wilayah kutub, membangun jaringan listrik berskala besar tidak mudah. Lokasinya terpencil, kondisi cuacanya ekstrem, dan infrastruktur pendukungnya terbatas. Jika jaringan listrik yang memadai belum tersedia, perusahaan mungkin harus membangun pembangkit, sistem penyimpanan energi, dan jalur distribusi sendiri.

banner kulkas

Semua itu membutuhkan investasi besar.

Pusat data juga perlu cadangan listrik, sistem pemantauan, serta perlengkapan yang dapat menjaga operasi tetap berjalan saat terjadi gangguan. Dengan kata lain, lokasi yang sangat dingin belum tentu menjadi lokasi dengan biaya operasional paling murah.

Internet di Kutub Selatan Masih Menjadi Tantangan

Pusat data AI tidak hanya membutuhkan listrik. Ia juga harus terhubung dengan jaringan komunikasi berkapasitas tinggi.

Sebagian besar lalu lintas internet antarbenua melewati kabel serat optik bawah laut. Namun, Antarktika belum memiliki jaringan kabel bawah laut antarbenua seperti yang menghubungkan banyak wilayah lain. Stasiun penelitian di sana mengandalkan komunikasi satelit, yang kapasitas dan ketersediaannya dapat terbatas.

National Science Foundation Amerika Serikat menjelaskan bahwa koneksi internet di stasiun penelitian Antarktika saat ini bergantung pada satelit. Keterbatasan kapasitas menjadi salah satu tantangan komunikasi di benua tersebut.

Bagi pusat data AI berskala besar, persoalannya bukan sekadar bisa terhubung ke internet. Dibutuhkan koneksi yang cepat, andal, dan mampu menangani pertukaran data dalam jumlah sangat besar.

Siapa yang Akan Memperbaiki Server di Tengah Cuaca Ekstrem?

Bayangkan sebuah komponen server rusak ketika suhu di luar sangat rendah, badai salju sedang berlangsung, dan teknisi berada jauh dari kota terdekat. Perbaikannya tentu tidak sesederhana memanggil teknisi ke gedung perkantoran.

Pusat data memerlukan tenaga ahli yang bisa melakukan perawatan secara rutin dan menangani gangguan dengan cepat. Komponen pengganti, peralatan khusus, bahan bakar, dan kebutuhan operasional lainnya juga harus tersedia.

BACA JUGA: Efek AI Data Center buat Daerah Sekitar Apa Sih?

Di wilayah kutub, pengiriman barang dan mobilitas pekerja dapat jauh lebih rumit. Cuaca ekstrem juga menambah tantangan bagi pembangunan gedung, jalur listrik, serta perangkat komunikasi.

Kutub Selatan memiliki tantangan tambahan karena Antarktika merupakan benua yang dikelola melalui sistem perjanjian internasional, dengan kegiatan yang menekankan perdamaian dan penelitian ilmiah. Pembangunan fasilitas komersial berskala besar di sana perlu mempertimbangkan aturan, dampak lingkungan, dan kebutuhan logistik yang sangat khusus.

Jadi, Mengapa Tidak Semua Server AI Dipindahkan ke Kutub?

Jawabannya bukan karena server tidak tahan dingin. Justru, udara dingin dapat membantu mengurangi kebutuhan pendinginan dalam kondisi yang tepat.

Namun, perusahaan harus menghitung seluruh biaya dan kebutuhan operasional, mulai dari listrik, jaringan internet, konstruksi, perawatan, hingga dampak lingkungan. Lokasi yang lebih dekat dengan sumber energi bersih, jaringan serat optik, tenaga ahli, dan pengguna layanan bisa lebih menguntungkan meskipun iklimnya tidak sedingin kutub.

Kesimpulannya, pusat data AI tidak harus dibangun di tempat paling dingin di Bumi, melainkan di tempat yang paling seimbang antara pendinginan, listrik, konektivitas, biaya, dan keandalan. Finlandia dan sejumlah wilayah utara menunjukkan bahwa iklim dingin bisa menjadi keuntungan. Namun, membangun pusat data tepat di Kutub Utara atau Kutub Selatan belum tentu menjadi pilihan paling masuk akal. []

Ikuti Kami di Media Sosial:
Facebook: https://www.facebook.com/islampos.global.media
Instagram: : https://www.instagram.com/islamposcom/
Telegram: https://t.me/islamposgroupmedia
Tiktok: https://www.tiktok.com/@islamposmedia2
Youtube : https://www.youtube.com/@IslamposMedia-25/videos
Whatsapp Group : https://chat.whatsapp.com/IpX9u3UsWpnJiRcbau17XE

Abang Saad

Ayah 3 orang anak yang menyukai kisah Nabi dan para sahabat. Artikel lainnya

Ayo donasi untuk Islampos Media
Tulis komentar

Tulis komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Artikel terkait