ADA satu biaya yang sering luput dari perhitungan kita.
Biaya kehilangan kesempatan untuk bekerja.
Selama tubuh sehat, kita bisa mencari nafkah. Berangkat pagi. Pulang sore. Menyelesaikan pekerjaan. Memenuhi kebutuhan keluarga.
Uang masuk setiap bulan. Kebutuhan rumah tangga perlahan terpenuhi.
Namun, kehidupan tidak selalu berjalan sesuai rencana.
Suatu hari, tubuh mulai melemah. Pekerjaan terasa berat. Kita harus beristirahat. Bahkan mungkin membutuhkan perawatan dalam waktu yang tidak sebentar.
Di situlah persoalan dimulai.
Penghasilan bisa berkurang. Sementara kebutuhan keluarga tetap berjalan.
Listrik tetap harus dibayar. Anak-anak tetap membutuhkan biaya sekolah. Cicilan tidak berhenti menunggu. Dapur harus tetap mengepul.
Penyakit memang menyerang tubuh. Namun, dampaknya bisa menjalar sampai ke kondisi keuangan keluarga.
Inilah kenyataan yang perlu kita pahami: biaya sakit bukan hanya uang yang dibayarkan untuk pengobatan, tetapi juga penghasilan yang mungkin tidak lagi kita terima.
BACA JUGA: Apa yang Terjadi pada Tubuhmu ketika Tahajjud?
Ketika Tubuh Tidak Lagi Produktif
Dalam ilmu ekonomi kesehatan, ada istilah indirect cost atau biaya tidak langsung.
Biaya ini mencakup kerugian ekonomi akibat berkurangnya produktivitas. Misalnya, kehilangan pendapatan karena tidak bisa bekerja, waktu yang digunakan untuk menjalani perawatan, dan waktu keluarga yang tersita untuk mendampingi orang sakit.
Bayangkan seorang pekerja harian.
Penghasilannya bergantung pada kemampuannya bekerja setiap hari.
Ketika tubuhnya sehat, ia memperoleh pendapatan. Namun, ketika sakit membuatnya tidak mampu bekerja, penghasilan bisa langsung terhenti.

Bagi pekerja dengan tabungan terbatas, beberapa hari tanpa pendapatan saja dapat mengganggu kebutuhan rumah tangga.
Situasinya bisa lebih berat jika penyakit membutuhkan perawatan jangka panjang.
Keluarga bukan hanya menghadapi biaya pengobatan. Mereka juga harus menyesuaikan pengeluaran dengan pendapatan yang menurun.
Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO menjelaskan bahwa penyakit tidak menular, seperti penyakit jantung, diabetes, kanker, dan penyakit pernapasan kronis, menimbulkan beban besar bagi individu, keluarga, dan perekonomian.
Sebagian penyakit tersebut berkaitan dengan faktor risiko yang dapat dikurangi melalui perubahan gaya hidup, pemeriksaan kesehatan, dan penanganan yang tepat.
Tentu saja, tidak semua penyakit dapat dicegah. Faktor keturunan, lingkungan, dan kondisi lain juga berperan.
Namun, satu hal tetap penting.
Jangan menunggu sakit mengganggu pekerjaan untuk mulai memperhatikan kesehatan.

Stres Ekonomi Juga Membebani Pikiran
Persoalan kesehatan dan keuangan sering kali saling berkaitan.
Ketika penghasilan menurun, seseorang bisa mengalami kecemasan. Ia memikirkan biaya pengobatan. Ia mengkhawatirkan masa depan anak-anaknya. Ia takut menjadi beban bagi keluarga.
Tekanan tersebut dapat mengganggu kualitas tidur, konsentrasi, dan suasana hati.
Secara ilmiah, stres berkepanjangan berkaitan dengan perubahan respons tubuh terhadap tekanan. Jika berlangsung terus-menerus, stres dapat memengaruhi pola tidur, perilaku makan, dan kesehatan secara keseluruhan.
Hubungan ini tidak berarti setiap orang yang mengalami masalah keuangan pasti akan jatuh sakit.
Namun, tekanan ekonomi yang berat memang layak mendapat perhatian, termasuk dari sisi kesehatan mental.
Karena itu, menjaga kesehatan bukan hanya tentang mengobati tubuh.
Kita juga perlu memperhatikan pikiran, pola hidup, hubungan keluarga, dan kemampuan menghadapi tekanan.
Jika beban terasa terlalu berat, berbicara dengan orang tepercaya atau mencari bantuan profesional merupakan langkah yang wajar.
Tidak perlu menunggu semuanya menjadi rumit.
Mencegah Lebih Baik daripada Mengabaikan
Menjaga kesehatan tidak selalu membutuhkan biaya besar.
Mulailah dari hal sederhana.
Tidur yang cukup. Bergerak secara teratur. Mengonsumsi makanan bergizi sesuai kemampuan. Menghindari rokok. Mengelola stres. Serta melakukan pemeriksaan kesehatan sesuai kebutuhan.
Jika memiliki BPJS Kesehatan, manfaatkan layanan yang tersedia sesuai ketentuan.
Jangan pula mengabaikan gejala yang memerlukan pemeriksaan medis.
Pencegahan memang tidak menjamin seseorang terbebas dari penyakit. Namun, kebiasaan sehat dan deteksi dini dapat membantu mengurangi sejumlah risiko serta mendukung penanganan yang lebih tepat.
Kita perlu mengubah cara pandang.
Menjaga kesehatan bukan pemborosan waktu. Pemeriksaan bukan sekadar pengeluaran. Istirahat bukan tanda kemalasan.
Semuanya merupakan bagian dari upaya mempertahankan kemampuan untuk menjalani kehidupan.
Sebab, penghasilan bukan hanya ditentukan oleh kesempatan bekerja.
Dalam banyak keadaan, kesehatan juga memengaruhi kemampuan kita memanfaatkan kesempatan tersebut.
Bekam sebagai Bagian dari Ikhtiar Merawat Diri
Dalam tradisi pengobatan Islam, bekam dikenal sebagai salah satu bentuk ikhtiar perawatan tubuh.
Sebagian masyarakat memilih bekam sebagai bagian dari rutinitas perawatan diri. Ada pula yang merasa lebih nyaman setelah menjalani terapi tersebut.
Namun, kita perlu memahami batasannya.
Bukti ilmiah mengenai manfaat bekam masih beragam. Sejumlah penelitian menunjukkan kemungkinan manfaat untuk keluhan tertentu, terutama nyeri, tetapi kualitas buktinya masih terbatas. Bekam belum terbukti dapat mencegah semua penyakit atau menggantikan pengobatan medis.

Bekam juga memiliki risiko, seperti infeksi, luka, dan kehilangan darah, khususnya jika dilakukan dengan teknik yang tidak tepat atau peralatan yang tidak steril.
Karena itu, jika ingin menjalani bekam, pilihlah praktisi yang terlatih, memperhatikan kebersihan, menggunakan peralatan steril, dan melakukan penilaian kondisi klien terlebih dahulu.
Konsultasikan dengan tenaga kesehatan jika memiliki penyakit tertentu, sedang mengonsumsi obat yang memengaruhi pembekuan darah, atau mengalami kondisi yang membuat bekam berisiko.
Di Bekam Ruqyah Centre (BRC), masyarakat dapat mencari informasi mengenai layanan bekam sebagai bagian dari ikhtiar merawat diri. Pilih terapi berdasarkan kebutuhan, pahami manfaat dan risikonya, serta tetap utamakan pemeriksaan medis bila diperlukan.
Tidak perlu menunggu tubuh benar-benar kelelahan untuk mulai peduli.
Tidak harus menunggu tabungan terkuras untuk menyadari pentingnya kesehatan.
Kesehatan Adalah Modal Kehidupan
Kita bekerja untuk keluarga.
Kita menabung demi masa depan.
Kita berusaha agar kehidupan menjadi lebih baik.
Semua itu merupakan ikhtiar yang baik.
Namun, jangan sampai kesibukan mencari nafkah membuat kita mengabaikan tubuh yang menjadi penopang perjuangan tersebut.
Sebab, ketika kesehatan terganggu, yang terdampak bukan hanya diri kita. Ada keluarga yang ikut cemas. Ada pekerjaan yang tertunda. Ada rencana yang mungkin harus diubah.
Maka, rawatlah kesehatan selagi mampu.
BACA JUGA: Kebanyakan Mikirin Uang Sebabkan Penyakit Jantung?
Atur pola hidup. Kenali kondisi tubuh. Cari pertolongan ketika diperlukan. Dan sisihkan waktu untuk beristirahat.
Dalam Islam, tubuh adalah amanah yang patut dijaga.
Kita memang tidak dapat mengendalikan semua hal yang terjadi dalam kehidupan. Namun, kita bisa berusaha mengambil keputusan yang lebih bijaksana.
Jangan hanya menghitung berapa banyak uang yang bisa kita hasilkan hari ini. Hitung juga bagaimana kita menjaga kemampuan untuk terus berkarya esok hari.
Karena biaya sakit tidak selalu tercatat dalam kuitansi.
Kadang, biaya yang paling berat adalah hari-hari ketika kita ingin bekerja, tetapi tubuh belum memungkinkan.
Dan pada saat itulah kita memahami bahwa menjaga kesehatan bukan sekadar urusan hari ini.
Melainkan bagian dari ikhtiar menjaga masa depan diri dan keluarga. []
Yudhistira Adi Maulana
_ Owner Bekam ruqyah centre Purwakarta.
_ Certified Tour leader haji dan umroh PT.Muhandis Qur’ani wisata.
_ Inisiator Bimbel Qur’an Madinah.
_ Praktisi Thibbunnabawi di bekam Ruqyah Al-Muhajirin.
Jl. Veteran No 106, Kebon Kolot Purwakarta, Jawa Barat / WhatsApp: 0817 – 9207- 630 .
Ikuti Kami di Media Sosial:
Facebook: https://www.facebook.com/islampos.global.media
Instagram: : https://www.instagram.com/islamposcom/
Telegram: https://t.me/islamposgroupmedia
Tiktok: https://www.tiktok.com/@islamposmedia2
Youtube : https://www.youtube.com/@IslamposMedia-25/videos
Whatsapp Group : https://chat.whatsapp.com/IpX9u3UsWpnJiRcbau17XE





Tulis komentar