Menu

Usia 30 Tahun Tapi Sudah Harus Cuci Darah, Apa Penyebabnya?

Pada kondisi berat, pasien mungkin membutuhkan cuci darah sementara untuk membantu membuang zat sisa dan cairan berlebih.

Yudi · 7 menit baca
stroke, biaya kesehatan, kanker usus, mabuk,cuci darah
Foto: Unsplash
Daftar isi
  1. Mengapa Orang Berusia 30 Tahun Bisa Mengalami Gagal Ginjal?
  2. 1. Diabetes yang Tidak Terkontrol
  3. 2. Tekanan Darah Tinggi yang Tidak Disadari
  4. 3. Peradangan pada Ginjal
  5. 4. Kelainan Ginjal yang Diturunkan dari Keluarga
  6. 5. Kebiasaan Mengonsumsi Obat Pereda Nyeri Sembarangan
  7. 6. Gangguan Ginjal Akut yang Tidak Pulih dengan Baik
  8. 7. Batu Ginjal dan Penyumbatan Saluran Kemih
  9. Mengapa Banyak Orang Baru Mengetahui Gagal Ginjal Saat Sudah Parah?
  10. Apakah Cuci Darah Berarti Ginjal Sudah Tidak Bisa Sembuh?
  11. Cara Mencegah Kerusakan Ginjal Sejak Usia Muda

CUCI darah atau hemodialisis sering kali dianggap sebagai pengobatan yang hanya dibutuhkan oleh orang lanjut usia. Padahal, kenyataannya tidak sedikit orang yang masih berusia 20-an atau 30-an tahun sudah harus menjalani prosedur ini secara rutin. Kondisi tersebut tentu menimbulkan kekhawatiran, terutama bagi mereka yang merasa masih muda dan sehat.

Mengapa seseorang yang baru berusia 30 tahun bisa mengalami gagal ginjal? Apakah penyebabnya karena terlalu sering minum kopi, kurang minum air putih, atau kebiasaan mengonsumsi makanan tertentu? Untuk menjawab pertanyaan tersebut, penting memahami bagaimana ginjal bekerja dan apa saja penyakit yang dapat merusak organ ini sejak usia muda.

BACA JUGA: Benarkah Pemilik Golongan Darah O Paling Jarang Sakit? Ini Faktanya!

Mengapa Orang Berusia 30 Tahun Bisa Mengalami Gagal Ginjal?

Ginjal merupakan organ yang berfungsi menyaring darah, membuang zat sisa metabolisme, serta menjaga keseimbangan cairan dan elektrolit di dalam tubuh. Ketika ginjal mengalami kerusakan berat, zat sisa dan cairan berlebih dapat menumpuk sehingga mengganggu fungsi berbagai organ.

Seseorang dikatakan mengalami gagal ginjal ketika fungsi penyaringan ginjal sudah sangat menurun. Pada kondisi gagal ginjal tahap akhir, pasien dapat membutuhkan terapi pengganti fungsi ginjal, seperti hemodialisis, dialisis peritoneal, atau transplantasi ginjal.

Usia bukanlah satu-satunya faktor yang menentukan kesehatan ginjal. Penyakit tertentu dapat merusak ginjal secara perlahan selama bertahun-tahun, sehingga seseorang baru mengetahui kondisinya ketika fungsi ginjal sudah sangat menurun. Bahkan, penyakit ginjal kronis sering kali tidak menimbulkan gejala yang jelas pada tahap awal.

1. Diabetes yang Tidak Terkontrol

Salah satu penyebab utama kerusakan ginjal adalah diabetes melitus atau penyakit kencing manis. Ketika kadar gula darah terus-menerus tinggi, pembuluh darah kecil yang berfungsi menyaring darah di ginjal dapat mengalami kerusakan.

Kerusakan tersebut dapat berlangsung secara perlahan hingga ginjal tidak lagi mampu menyaring darah dengan baik. Kondisi ini dikenal sebagai penyakit ginjal diabetik.

Seseorang yang mengalami diabetes sejak usia muda dan tidak mengontrol kadar gula darahnya dengan baik memiliki risiko mengalami komplikasi ginjal di kemudian hari. Karena itu, jangan menganggap remeh kadar gula darah yang terus meningkat, meskipun tubuh masih terasa sehat dan tidak mengalami keluhan berarti.

2. Tekanan Darah Tinggi yang Tidak Disadari

Tekanan darah tinggi atau hipertensi juga menjadi salah satu penyebab utama penyakit ginjal kronis. Tekanan darah yang terus-menerus tinggi dapat merusak pembuluh darah di dalam ginjal sehingga kemampuan penyaringan darah semakin menurun.

Masalahnya, hipertensi sering kali tidak menimbulkan gejala yang mudah dikenali. Seseorang bisa saja merasa sehat, tetap bekerja seperti biasa, dan tidak pernah merasakan sakit kepala, padahal tekanan darahnya sudah tinggi.

Jika kondisi ini berlangsung selama bertahun-tahun tanpa pengobatan yang tepat, kerusakan ginjal dapat semakin berat. Bahkan, hubungan antara hipertensi dan penyakit ginjal dapat membentuk lingkaran yang berbahaya karena ginjal yang rusak juga dapat menyebabkan tekanan darah semakin sulit dikendalikan.

3. Peradangan pada Ginjal

Penyebab lain yang dapat membuat seseorang berusia muda mengalami gagal ginjal adalah peradangan pada ginjal, terutama pada bagian glomerulus yang berfungsi menyaring darah. Kondisi ini dikenal sebagai glomerulonefritis.

Peradangan tersebut dapat disebabkan oleh gangguan sistem kekebalan tubuh, infeksi tertentu, atau penyakit yang memengaruhi jaringan ginjal. Dalam beberapa kasus, peradangan dapat berlangsung lama dan menyebabkan terbentuknya jaringan parut yang mengganggu fungsi ginjal.

Salah satu penyakit yang dapat menyerang ginjal adalah lupus nefritis, yaitu komplikasi lupus yang menyebabkan sistem kekebalan tubuh menyerang jaringan ginjal. Penyakit seperti ini dapat terjadi pada usia muda dan memerlukan penanganan medis yang tepat agar kerusakan ginjal tidak semakin parah.

4. Kelainan Ginjal yang Diturunkan dari Keluarga

Tidak semua orang mengalami gagal ginjal akibat kebiasaan hidup yang buruk. Ada pula penyakit ginjal yang berkaitan dengan faktor genetik atau kelainan bawaan sejak lahir.

Salah satu contohnya adalah penyakit ginjal polikistik, yaitu kondisi ketika terbentuk banyak kantong berisi cairan atau kista di dalam ginjal. Seiring waktu, kista tersebut dapat membesar dan mengganggu fungsi ginjal.

Pada sebagian penderita, penyakit ini baru menunjukkan gejala ketika sudah dewasa. Oleh karena itu, seseorang yang memiliki riwayat penyakit ginjal dalam keluarga sebaiknya lebih memperhatikan kesehatan ginjal dan berkonsultasi dengan dokter mengenai pemeriksaan yang diperlukan.

5. Kebiasaan Mengonsumsi Obat Pereda Nyeri Sembarangan

Sebagian orang memiliki kebiasaan mengonsumsi obat pereda nyeri ketika mengalami sakit kepala, nyeri otot, sakit gigi, atau keluhan lainnya. Obat-obatan tertentu, terutama golongan antiinflamasi nonsteroid atau NSAID, dapat memengaruhi aliran darah ke ginjal.

Penggunaan obat tersebut secara berlebihan, dalam jangka panjang, atau ketika tubuh mengalami dehidrasi dapat meningkatkan risiko gangguan ginjal. Risiko ini juga dapat meningkat pada orang yang sudah memiliki penyakit ginjal, hipertensi, atau diabetes.

Namun, bukan berarti semua obat pereda nyeri pasti merusak ginjal. Penggunaan obat harus disesuaikan dengan kondisi kesehatan, dosis, dan anjuran tenaga medis. Jangan pula menganggap obat herbal atau suplemen yang dijual bebas selalu aman bagi ginjal, terutama jika kandungannya tidak jelas.

3- Banner Kopi Kapal Api Super

6. Gangguan Ginjal Akut yang Tidak Pulih dengan Baik

Gagal ginjal tidak selalu terjadi secara perlahan. Ada pula kondisi ketika fungsi ginjal mengalami penurunan secara mendadak dalam hitungan jam hingga beberapa hari.

Gangguan ginjal akut dapat disebabkan oleh dehidrasi berat, infeksi serius, perdarahan, gangguan aliran darah ke ginjal, penyumbatan saluran kemih, atau efek obat tertentu. Pada kondisi berat, pasien mungkin membutuhkan cuci darah sementara untuk membantu membuang zat sisa dan cairan berlebih.

Sebagian pasien dapat mengalami pemulihan fungsi ginjal setelah penyebabnya ditangani. Namun, cedera ginjal akut juga dapat meningkatkan risiko penyakit ginjal kronis, terutama apabila kerusakan yang terjadi cukup berat atau pasien memiliki faktor risiko sebelumnya.

7. Batu Ginjal dan Penyumbatan Saluran Kemih

Batu ginjal yang menyebabkan penyumbatan saluran kemih juga dapat mengganggu fungsi ginjal. Apabila penyumbatan berlangsung lama atau terjadi berulang kali, tekanan di dalam sistem saluran kemih dapat meningkat dan merusak jaringan ginjal.

Selain batu ginjal, kelainan saluran kemih sejak lahir atau infeksi saluran kemih yang berulang juga dapat menyebabkan kerusakan ginjal dalam kondisi tertentu. Risiko akan semakin besar apabila gangguan tersebut tidak mendapatkan penanganan yang tepat.

Meski demikian, tidak semua orang yang memiliki batu ginjal akan mengalami gagal ginjal. Risiko sangat bergantung pada ukuran batu, lokasi penyumbatan, lamanya gangguan berlangsung, serta kondisi ginjal secara keseluruhan.

Mengapa Banyak Orang Baru Mengetahui Gagal Ginjal Saat Sudah Parah?

Salah satu alasan seseorang bisa berusia 30 tahun tetapi sudah harus cuci darah adalah karena penyakit ginjal sering berkembang tanpa gejala yang jelas. Pada tahap awal, ginjal masih mampu menjalankan sebagian besar fungsinya meskipun sudah mengalami kerusakan.

Ketika kerusakan semakin berat, barulah berbagai keluhan mulai muncul. Beberapa gejala yang perlu diperhatikan antara lain:

  • Mudah lelah dan tubuh terasa lemas.
  • Pembengkakan pada kaki, pergelangan kaki, tangan, atau sekitar mata.
  • Perubahan jumlah atau frekuensi buang air kecil.
  • Urine berbusa atau mengandung darah.
  • Mual, muntah, dan nafsu makan menurun.
  • Kulit terasa gatal tanpa penyebab yang jelas.
  • Sesak napas akibat penumpukan cairan.

Namun, gejala tersebut tidak selalu berarti seseorang mengalami gagal ginjal. Pemeriksaan darah dan urine diperlukan untuk mengetahui kondisi ginjal secara lebih akurat.

Apakah Cuci Darah Berarti Ginjal Sudah Tidak Bisa Sembuh?

Pertanyaan ini sering muncul ketika seseorang mengetahui bahwa dirinya harus menjalani hemodialisis. Jawabannya bergantung pada penyebab dan jenis gangguan ginjal yang dialami.

Pada gagal ginjal akut, cuci darah terkadang hanya diperlukan sementara sampai fungsi ginjal membaik. Namun, pada penyakit ginjal kronis tahap akhir, kerusakan ginjal umumnya bersifat menetap sehingga pasien mungkin membutuhkan dialisis jangka panjang atau transplantasi ginjal.

Cuci darah sendiri bukanlah proses yang bertujuan menyembuhkan ginjal secara langsung. Prosedur ini membantu menggantikan sebagian fungsi ginjal, yaitu membuang zat sisa dan cairan berlebih dari darah. Dengan menjalani pengobatan sesuai anjuran dokter, pasien gagal ginjal tetap memiliki kesempatan untuk menjalani kehidupan yang produktif.

Cara Mencegah Kerusakan Ginjal Sejak Usia Muda

Menjaga kesehatan ginjal sebaiknya dilakukan sejak usia 20-an atau 30-an tahun, bukan menunggu sampai muncul keluhan. Beberapa langkah yang dapat dilakukan antara lain:

  1. Mengontrol tekanan darah. Periksakan tekanan darah secara berkala dan ikuti pengobatan jika mengalami hipertensi.
  2. Menjaga kadar gula darah. Batasi konsumsi gula berlebihan dan lakukan pemeriksaan jika memiliki faktor risiko diabetes.
  3. Menjaga berat badan. Berat badan berlebih dapat meningkatkan risiko diabetes, hipertensi, dan gangguan ginjal.
  4. Tidak merokok. Kebiasaan merokok dapat meningkatkan risiko gangguan pembuluh darah dan penyakit ginjal.
  5. Menghindari penggunaan obat sembarangan. Konsultasikan penggunaan obat pereda nyeri dan suplemen, terutama jika digunakan dalam jangka panjang.
  6. Melakukan pemeriksaan ginjal. Pemeriksaan kreatinin darah, eGFR, serta albumin atau protein urine dapat membantu mendeteksi gangguan ginjal sejak dini.

Bagi seseorang yang memiliki diabetes, hipertensi, penyakit jantung, atau riwayat keluarga dengan penyakit ginjal, pemeriksaan berkala sangat penting. Deteksi dini memungkinkan dokter melakukan penanganan sebelum kerusakan ginjal berkembang menjadi lebih berat.

BACA JUGA: Cara Nurunin Gula Darah Sendiri, Gimana Sih?

Usia 30 tahun tetapi sudah harus cuci darah bukanlah kondisi yang mustahil. Gagal ginjal dapat terjadi pada usia muda akibat diabetes, hipertensi, peradangan ginjal, kelainan genetik, penggunaan obat tertentu secara tidak tepat, serta gangguan ginjal akut yang tidak pulih dengan baik.

Karena penyakit ginjal dapat berkembang tanpa gejala yang jelas, menjaga kesehatan ginjal tidak cukup hanya dengan memperhatikan rasa sakit di pinggang atau perubahan urine. Pemeriksaan kesehatan secara berkala menjadi langkah penting untuk mengetahui kondisi ginjal sebelum kerusakan semakin berat.

Jangan menunggu sampai ginjal kehilangan sebagian besar fungsinya untuk mulai peduli. Mengontrol tekanan darah, menjaga kadar gula darah, menghindari obat sembarangan, dan melakukan pemeriksaan sejak dini merupakan langkah sederhana yang dapat membantu melindungi ginjal hingga usia tua. []

Ikuti Kami di Media Sosial:
Facebook: https://www.facebook.com/islampos.global.media
Instagram: : https://www.instagram.com/islamposcom/
Telegram: https://t.me/islamposgroupmedia
Tiktok: https://www.tiktok.com/@islamposmedia2
Youtube : https://www.youtube.com/@IslamposMedia-25/videos
Whatsapp Group : https://chat.whatsapp.com/IpX9u3UsWpnJiRcbau17XE

Yudi

Penulis di Islampos Media. Artikel lainnya

Ayo donasi untuk Islampos Media
Tulis komentar

Tulis komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Artikel terkait