IBRAHIM Al-Khawwash berjalan menyusuri enam belas jalan pedalaman, bukan jalan utama. Ibrahim melihat seorang laki-laki cacat yang sama sekali tidak memiliki tangan dan kaki serta kondisinya sangat mengenaskan. Dia berjalan dengan cara mengesot.
Ibrahim pun dibuat bingung dan takjub olehnya. Lalu, menyapanya dan mengucapkan salam kepadanya.
“Waalaikassalam wahai Ibrahim,” jawab orang itu.
“Bagaimana engkau bisa mengenal saya, padahal kita belum pernah bertemu sebelumnya?” Kata Ibrahim kepadanya.
“Yang memperkenalkan antara saya dan engkau adalah Dia Yang telah mendatangkan engkau kemari,” jawab orang itu.
“Engkau benar. Kemanakah engkau ingin pergi?” tanya Ibrahim kepadanya.
“Ke Makkah,” jawab orang itu.
“Dari mana engkau?” Tanya Ibrahim kepadanya.
“Saya dari Bukhara,” jawabnya.
Ibrahim pun terus termangu memandanginya dengan penuh ketakjuban.
Lalu, sambil melirik ke arah Ibrahim, dia berkata,
“Wahai Ibrahim, apakah engkau heran terhadap Dzat Yang Mahakuat Yang menopang si lemah dan mengasihaninya?”
Kemudian kedua matanya menangis.
Kemudian, Ibrahim berkata kepadanya, “Tidak wahai sahabatku.”
Lalu, Ibrahim pergi meninggalkannya.
Kemudian, ketika di Makkah, Ibrahim melihatnya di lokasi thawaf dan berjalan dengan mengesot.
Sumber:
Ibnu Jauzy, Kisah Orang Saleh Penuh Hikmah, Pustaka Al-Kautsar, 2017
Ikuti Kami di Media Sosial:
Facebook: https://www.facebook.com/islampos.global.media
Instagram: : https://www.instagram.com/islamposcom/
Telegram: https://t.me/islamposgroupmedia
Tiktok: https://www.tiktok.com/@islamposmedia2
Youtube : https://www.youtube.com/@IslamposMedia-25/videos
Whatsapp Group : https://chat.whatsapp.com/IpX9u3UsWpnJiRcbau17XE






Tulis komentar