SETIAP Ramadhan, pertanyaan ini selalu muncul.
Tarawih itu 11 rakaat atau 23 rakaat?
Jawabannya: keduanya ada dalilnya.
Yang tidak tepat adalah saling menyalahkan.
Mari kita luruskan dengan tenang.
Dalil 11 Rakaat
Dalam riwayat dari Aisyah radhiyallahu ‘anha, beliau berkata:
“Rasulullah ﷺ tidak pernah menambah di bulan Ramadhan dan tidak pula di luar Ramadhan lebih dari sebelas rakaat.”
(HR. Muhammad al-Bukhari dan Muslim bin al-Hajjaj)
Hadits ini menjadi dalil kuat bahwa Nabi ﷺ biasa shalat malam (termasuk di Ramadhan) sebanyak 11 rakaat (8 rakaat + 3 witir).
Karena itu, banyak ulama memilih 11 rakaat sebagai bentuk yang paling sesuai dengan praktik Nabi.
BACA JUGA: Haruskah Mandi Besar Menjelang Bulan Puasa Ramadhan
Dalil 23 Rakaat
Di masa khalifah Umar bin Khattab radhiyallahu ‘anhu, beliau mengumpulkan kaum muslimin untuk shalat tarawih berjamaah dan menetapkan 20 rakaat ditambah 3 witir (jadi 23 rakaat).
Riwayat ini disebutkan dalam Al-Muwatta karya Malik bin Anas.
Para sahabat saat itu tidak mengingkari.
Ini menunjukkan bahwa jumlah 20 rakaat (atau 23 dengan witir) juga memiliki dasar dari praktik para sahabat.
Lalu, Mana yang Paling Benar?
Yang paling benar adalah:
Jika ingin mengikuti kebiasaan Nabi ﷺ secara tekstual → 11 rakaat.
Jika mengikuti praktik para sahabat di masa Umar → 23 rakaat.
Keduanya sah.
Keduanya ada landasannya.
Bahkan sebagian ulama menyebutkan, jumlah rakaat tarawih tidak dibatasi secara kaku, karena inti shalat malam adalah panjangnya bacaan dan kekhusyukan.
Jangan Jadikan Perbedaan Ini Sebagai Ajang Perpecahan
Yang keliru adalah merasa paling sunnah lalu meremehkan yang lain.
Padahal para sahabat saja tidak bertengkar soal jumlah rakaat.
Kalau masjid Anda 11 rakaat, jangan ribut.
Kalau masjid Anda 23 rakaat, jangan sinis.
Yang lebih penting:
Apakah kita khusyuk?
Apakah kita memahami bacaan?
Apakah kita istiqamah sampai akhir Ramadhan?
BACA JUGA: Terkena Diare, Bolehkah Tidak Berpuasa?
Penutup
Tarawih 11 rakaat? Sah.
Tarawih 23 rakaat? Sah.
Yang tidak sah adalah:
Malas tarawih.
Sibuk debat tapi tidak shalat.
Merasa paling benar lalu meremehkan saudara sendiri.
Ramadhan itu momentum memperbaiki hati.
Bukan mempertajam ego.
Sekarang pertanyaannya bukan lagi 11 atau 23.
Tapi:
Sudahkah kita siap berdiri lama di hadapan Allah malam ini? []
Ikuti Kami di Media Sosial:
Facebook: https://www.facebook.com/islampos.global.media
Instagram: : https://www.instagram.com/islamposcom/
Telegram: https://t.me/islamposgroupmedia
Tiktok: https://www.tiktok.com/@islamposmedia2
Youtube : https://www.youtube.com/@IslamposMedia-25/videos
Whatsapp Group : https://chat.whatsapp.com/IpX9u3UsWpnJiRcbau17XE

