7 Akibat Buruk Mokel (Buka Puasa Diam-Diam) di Siang Hari Ramadhan

Yudi
By Yudi
5 Min Read
Foto: Freepik

BULAN Ramadhan adalah waktu yang sangat mulia bagi umat Islam. Pada bulan ini, Allah mewajibkan puasa dari terbit fajar hingga terbenam matahari bagi setiap Muslim yang mampu. Puasa bukan hanya menahan lapar dan dahaga, tetapi juga menahan hawa nafsu serta melatih kejujuran dan ketakwaan. Namun, di tengah kemuliaan bulan ini, ada sebagian orang yang melakukan mokel, yaitu sengaja membatalkan puasa secara diam-diam tanpa alasan yang dibenarkan oleh syariat.

Perbuatan mokel sering dianggap sepele karena dilakukan secara tersembunyi. Padahal, perbuatan ini memiliki banyak akibat buruk, baik dari sisi agama, moral, maupun kehidupan sosial. Berikut beberapa dampak buruk dari kebiasaan mokel.

BACA JUGA: Tingkatan Puasa yang Spesial

1. Merusak Nilai Kejujuran kepada Allah

Puasa adalah ibadah yang sangat bergantung pada kejujuran. Berbeda dengan shalat atau zakat yang terlihat oleh orang lain, puasa adalah ibadah yang hanya diketahui oleh diri sendiri dan Allah. Ketika seseorang mokel, ia mungkin bisa menipu manusia di sekitarnya, tetapi tidak mungkin bisa menipu Allah yang Maha Mengetahui segala sesuatu.

Kebiasaan mokel secara perlahan dapat merusak hati seseorang. Ia menjadi terbiasa berbuat curang dalam ibadah, sehingga rasa takut kepada Allah semakin berkurang.

2. Menghilangkan Pahala Puasa

Orang yang sengaja membatalkan puasa tanpa alasan yang dibenarkan syariat berarti telah meninggalkan kewajiban besar. Ia tidak hanya kehilangan pahala puasa pada hari tersebut, tetapi juga berdosa karena meninggalkan perintah Allah.

Puasa Ramadhan merupakan salah satu rukun Islam yang wajib dijaga. Ketika seseorang sengaja mokel, ia berarti meremehkan kewajiban yang sangat agung dalam Islam.

3. Menumbuhkan Sifat Munafik

Mokel biasanya dilakukan dengan cara berpura-pura tetap berpuasa di hadapan orang lain. Di depan keluarga, teman, atau masyarakat ia terlihat berpuasa, tetapi diam-diam makan atau minum.

Perilaku seperti ini dapat menumbuhkan sifat kemunafikan, yaitu menampilkan sesuatu yang berbeda dari kenyataan. Jika dibiarkan, kebiasaan ini bisa merembet ke dalam aspek kehidupan lain, seperti pekerjaan, pergaulan, dan ibadah lainnya.

4. Mengurangi Keberkahan Bulan Ramadhan

Ramadhan adalah bulan penuh keberkahan, ampunan, dan rahmat. Setiap amal baik dilipatgandakan pahalanya. Namun, orang yang mokel justru menyia-nyiakan kesempatan emas tersebut.

Alih-alih mendapatkan pahala besar, ia malah menambah dosa. Padahal, banyak orang yang menyesal ketika Ramadhan telah berlalu karena merasa ibadahnya kurang maksimal.

https://s.shopee.co.id/60LPl3PdxE

5. Merusak Disiplin dan Pengendalian Diri

Salah satu tujuan puasa adalah melatih kesabaran dan pengendalian diri. Dengan menahan lapar dan dahaga, seseorang belajar mengendalikan hawa nafsu.

Namun ketika seseorang mokel, latihan pengendalian diri itu menjadi gagal. Ia memilih jalan pintas untuk memuaskan keinginan sesaat, sehingga mental disiplin yang seharusnya terbentuk justru hilang.

6. Menjadi Contoh Buruk bagi Orang Lain

Meskipun mokel dilakukan secara sembunyi-sembunyi, sering kali akhirnya diketahui oleh orang lain, terutama teman dekat. Jika hal ini terjadi, perbuatan tersebut bisa menjadi contoh buruk.

Teman atau orang yang melihatnya mungkin ikut tergoda untuk melakukan hal yang sama. Akibatnya, satu kebiasaan buruk dapat menular kepada orang lain.

7. Menimbulkan Penyesalan di Kemudian Hari

Banyak orang yang setelah Ramadhan berlalu merasa menyesal karena tidak memanfaatkan bulan tersebut dengan baik. Penyesalan ini akan lebih besar bagi mereka yang sengaja mokel.

Kesempatan mendapatkan pahala besar hanya datang sekali dalam setahun. Jika disia-siakan, waktu tersebut tidak bisa kembali lagi.

BACA JUGA: Berapa Jarak Perjalanan yang Membolehkan Buka Puasa?

Mokel mungkin terlihat sebagai perbuatan kecil karena dilakukan secara diam-diam. Namun dalam pandangan agama, perbuatan ini memiliki dampak besar terhadap keimanan dan akhlak seseorang. Puasa mengajarkan kejujuran, kesabaran, dan ketaatan kepada Allah. Oleh karena itu, sangat disayangkan jika ibadah yang mulia ini dirusak dengan kebiasaan mokel.

Bagi siapa pun yang pernah melakukannya, pintu taubat selalu terbuka. Perbanyak istighfar, bertekad untuk tidak mengulanginya, dan berusaha menjalankan puasa dengan penuh keikhlasan. Dengan demikian, Ramadhan benar-benar menjadi bulan yang membawa perubahan menuju pribadi yang lebih baik. []

Ikuti Kami di Media Sosial:
Facebook: https://www.facebook.com/islampos.global.media
Instagram: : https://www.instagram.com/islamposcom/
Telegram: https://t.me/islamposgroupmedia
Tiktok: https://www.tiktok.com/@islamposmedia2
Youtube : https://www.youtube.com/@IslamposMedia-25/videos
Whatsapp Group : https://chat.whatsapp.com/IpX9u3UsWpnJiRcbau17XE

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *