Dari Persia hingga Mongol: Apakah Bab Terakhir Sejarah Pertempuran Umat Islam dengan Berbagai Bangsa Berujung pada Konflik dengan Israel?

Nasrulloh Baksolahar
4 Min Read
Foto: Freepik

SEJAK wafatnya Nabi Muhammad ﷺ pada tahun 632 M, sejarah dunia mencatat perjalanan panjang umat Islam berhadapan dengan berbagai kekuatan besar dunia. Dalam rentang lebih dari seribu tahun, konflik, peperangan, dan pengaruh kekuasaan membentuk dinamika geopolitik yang melibatkan hampir seluruh peradaban besar.

Dari Persia hingga Eropa, dari Asia Selatan hingga Asia Timur, berbagai bangsa pernah terlibat dalam pertempuran besar dengan kekuatan politik dan militer umat Islam.

Salah satu bab awal terjadi pada masa pemerintahan Umar bin Khattab. Pada era ini, pasukan Muslim menghadapi kekaisaran besar dunia saat itu: Persia Sasaniyah. Pertempuran seperti Qadisiyah dan Nahawand menjadi titik runtuhnya dominasi Persia di kawasan. Sejarawan klasik seperti At-Tabari dalam Tarikh al-Umam wa al-Muluk mencatat bagaimana kekaisaran yang telah berdiri berabad-abad akhirnya runtuh di tangan pasukan Muslim.

Ekspansi berikutnya bergerak ke wilayah Asia Selatan. Pada awal abad ke-8, panglima muda Muhammad bin Qasim memimpin ekspedisi ke wilayah Sindh di India. Peristiwa ini sering dianggap sebagai pintu awal masuknya kekuasaan politik Islam ke anak benua India. Sejumlah catatan tentang ekspedisi ini dapat ditemukan dalam kronik Persia seperti Chach Nama yang diteliti ulang oleh sejarawan modern seperti Andre Wink.

https://id.shp.ee/JLAL5EP

Hubungan militer dengan dunia Timur juga pernah terjadi. Dalam beberapa literatur sejarah disebutkan adanya konflik antara kekhalifahan Abbasiyah dengan kekuatan di wilayah Asia Tengah yang berkaitan dengan pengaruh kekaisaran Tiongkok pada masa pemerintahan Harun al-Rasyid. Meski banyak detailnya masih diperdebatkan para sejarawan, interaksi antara dunia Islam dan Cina pada periode ini tercatat dalam sumber-sumber sejarah seperti karya Al-Masudi.

Sementara itu, di barat dunia Islam, konflik besar terjadi dengan kerajaan-kerajaan Eropa. Pada abad ke-8, pasukan Muslim yang dipimpin oleh Tariq ibn Ziyad menyeberangi Selat Gibraltar dan menaklukkan sebagian besar wilayah Semenanjung Iberia. Peristiwa ini membuka era panjang kehadiran peradaban Islam di Andalusia.

Beberapa abad kemudian, konflik dengan Eropa kembali memuncak dalam rangkaian Perang Salib. Salah satu tokoh sentral dalam periode ini adalah Salahuddin al-Ayyubi, yang dikenal karena keberhasilannya merebut kembali Yerusalem pada 1187. Kisah ini didokumentasikan dalam berbagai karya sejarah, termasuk kronik yang ditulis oleh sejarawan Damaskus Ibn al-Athir.

Pertarungan dengan kekuatan besar dunia juga terjadi dengan Kekaisaran Romawi Timur. Pada tahun 1453, pasukan Ottoman di bawah kepemimpinan Mehmed II berhasil menaklukkan Konstantinopel, sebuah peristiwa yang menandai berakhirnya Kekaisaran Bizantium dan membuka babak baru dalam sejarah dunia.

Namun ancaman paling dahsyat terhadap dunia Islam datang dari Timur pada abad ke-13: invasi Mongol. Kota Baghdad jatuh pada 1258, tetapi beberapa tahun kemudian pasukan Mongol berhasil dihentikan dalam Pertempuran Ain Jalut oleh pasukan Mamluk yang dipimpin Saif ad-Din Qutuz. Peristiwa ini sering dianggap sebagai titik balik yang menyelamatkan dunia Islam dari ekspansi Mongol lebih lanjut, sebagaimana dicatat oleh sejarawan seperti Ibn Kathir.

BACA JUGA:  Ramadhan di Ayn Jalut

Memasuki era modern, peta konflik kembali berubah. Banyak wilayah Muslim berada di bawah penjajahan kekuatan Eropa—Inggris, Prancis, Belanda, dan lainnya—hingga gelombang dekolonisasi pada abad ke-20 mendorong lahirnya negara-negara merdeka di dunia Islam.

Namun satu konflik yang terus bertahan hingga hari ini adalah konflik antara dunia Arab dan penjajah Israel. Sejak berdirinya negara tersebut pada 1948, kawasan Timur Tengah menjadi arena konflik berkepanjangan yang melibatkan berbagai kekuatan regional dan internasional.

Apakah konflik ini akan menjadi bab terakhir dari rangkaian panjang pertemuan sejarah antara umat Islam dan berbagai bangsa dunia?

Sejarah belum memberikan jawaban pasti. Tetapi sebagaimana dicatat banyak sejarawan, perjalanan peradaban selalu bergerak melalui siklus kekuatan, konflik, dan perubahan yang sering kali tidak terduga. []

Ikuti Kami di Media Sosial:
Facebook: https://www.facebook.com/islampos.global.media
Instagram: : https://www.instagram.com/islamposcom/
Telegram: https://t.me/islamposgroupmedia
Tiktok: https://www.tiktok.com/@islamposmedia2
Youtube : https://www.youtube.com/@IslamposMedia-25/videos
Whatsapp Group : https://chat.whatsapp.com/IpX9u3UsWpnJiRcbau17XE

TAGGED:
Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *