Transformasi Hakikat Lailatul Qadr dalam Keseharian

Nasrulloh Baksolahar
2 Min Read
Foto: Freepik

DALAM Tafsir Fī Ẓilāl al-Qur’ān, Sayyid Qutb menjelaskan bahwa seorang mukmin tidak cukup hanya mengetahui keutamaan Lailatul Qadr secara teoritis. Ia harus memahami, merasakan, dan mentransformasikan nilainya dalam kehidupan sehari-hari. Bagaimana caranya?

Rasulullah ﷺ bersabda: “Carilah Lailatul Qadr pada sepuluh malam terakhir Ramadhan.”

Dalam riwayat lain beliau bersabda:  “Barangsiapa melakukan shalat pada malam Lailatul Qadr karena iman dan mengharap pahala, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.”

Dalam pandangan manhaj Islam, ibadah tidak pernah berdiri sendiri. Ia selalu dihubungkan dengan hakikat tauhid, iman, dan keikhlasan. Karena itu, setiap ibadah bukan sekadar rangkaian gerakan atau ritual, tetapi sarana untuk menghidupkan kesadaran spiritual dalam jiwa manusia.

https://shopee.co.id/product/1343587831/27310804639?gads_t_sig=VTJGc2RHVmtYMTlxTFVSVVRrdENkVHQ3ZkZSUTMrR3pBWmZZNzdrcnRBMGQ5Mk1KZHhtSGtnTWtzVThsYU9vOW9tR2ttNnRJQnBkZzdXbEhLallWVVd0TzlrNHYzQm1QOGxrd1Awcy9PZ0xwMjZMWVZLUXYwa1J6Q0cra0xUbFVWS2VPeGU4dVZFM3R2aVRYV0lrOEgyUzJ1Nk5RVTUxTjVHeVZ0enhPNGRzPQ&mmp_pid=an_11336250108&uls_trackid=54johp4400l6&utm_campaign=id_HSaHp71NrV&utm_content=----&utm_medium=affiliates&utm_source=an_11336250108&utm_term=e8k5u62pusnw

Melalui ibadah, hakikat-hakikat keimanan tidak hanya dipahami oleh akal, tetapi dihidupkan dalam hati dan diwujudkan dalam perilaku. Ibadah membangkitkan perasaan, menumbuhkan kesadaran, dan menanamkan nilai-nilai iman dalam kehidupan nyata.

Di sinilah letak keistimewaan manhaj Islam. Ia bukan sekadar sistem pemikiran, tetapi jalan pendidikan ruhani yang menghubungkan keyakinan dengan amal. Dengan cara ini, nilai-nilai tauhid tidak berhenti pada tataran teori, melainkan bergerak dalam kehidupan pribadi dan sosial.

BACA JUGA:  Lailatul Qadar Menurut Hamka

Sebaliknya, pengetahuan teoritis tentang iman—tanpa disertai ibadah dan tanpa menempuh jalan penghambaan—tidak akan mampu memantapkan hakikat tersebut dalam jiwa. Ia juga tidak cukup kuat untuk menggerakkan kehidupan manusia, baik pada tingkat individu maupun masyarakat.

Karena itu, mencari Lailatul Qadr bukan sekadar mencari satu malam yang penuh kemuliaan, tetapi menempuh jalan ibadah yang menghidupkan iman, hingga nilai-nilai tauhid benar-benar hidup di dalam hati dan tercermin dalam kehidupan sehari-hari. []

Ikuti Kami di Media Sosial:
Facebook: https://www.facebook.com/islampos.global.media
Instagram: : https://www.instagram.com/islamposcom/
Telegram: https://t.me/islamposgroupmedia
Tiktok: https://www.tiktok.com/@islamposmedia2
Youtube : https://www.youtube.com/@IslamposMedia-25/videos
Whatsapp Group : https://chat.whatsapp.com/IpX9u3UsWpnJiRcbau17XE

TAGGED:
Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *