Penyebab Perempuan Terkena Infeksi Saluran Kemih, Jangan Dianggap Sepele

Yudi
By Yudi
5 Min Read
Foto: Freepik

INFEKSI Saluran Kemih (ISK) merupakan salah satu masalah kesehatan yang cukup sering dialami perempuan. Kondisi ini terjadi ketika bakteri masuk dan berkembang biak di saluran kemih, mulai dari uretra, kandung kemih, hingga ginjal.

Banyak perempuan pernah mengalami ISK setidaknya sekali dalam hidupnya. Bahkan, sebagian mengalami infeksi berulang yang cukup mengganggu aktivitas sehari-hari.

Lalu, apa saja penyebab perempuan lebih mudah terkena infeksi saluran kemih?

1. Saluran Kemih Perempuan Lebih Pendek

Salah satu alasan utama adalah faktor anatomi tubuh. Uretra atau saluran yang mengeluarkan urine pada perempuan memiliki panjang yang lebih pendek dibandingkan laki-laki.

BACA JUGA: Makanan bagi yang Sakit

Akibatnya, bakteri dari area sekitar anus atau organ intim lebih mudah mencapai kandung kemih dan menyebabkan infeksi. Bakteri Escherichia coli (E. coli) yang normalnya hidup di usus merupakan penyebab paling umum ISK.

2. Kurang Menjaga Kebersihan Organ Intim

Kebersihan area kewanitaan sangat berpengaruh terhadap risiko infeksi. Cara membersihkan setelah buang air yang kurang tepat, misalnya dari belakang ke depan, dapat memindahkan bakteri dari anus ke saluran kemih.

Karena itu, para ahli menganjurkan membersihkan area tersebut dari depan ke belakang untuk mengurangi risiko perpindahan bakteri.

3. Kurang Minum Air Putih

Kebiasaan kurang minum air membuat produksi urine berkurang sehingga bakteri tidak ikut terbuang secara optimal saat buang air kecil.

Minum air putih yang cukup membantu membersihkan saluran kemih secara alami dan mengurangi kemungkinan bakteri berkembang biak.

4. Menahan Buang Air Kecil Terlalu Lama

Banyak perempuan yang menunda buang air kecil karena sibuk bekerja, bepergian, atau sulit menemukan toilet yang bersih.

Padahal, kebiasaan ini dapat membuat bakteri bertahan lebih lama di kandung kemih dan meningkatkan risiko terjadinya infeksi.

5. Aktivitas Seksual

Hubungan seksual juga dapat meningkatkan risiko ISK karena bakteri di sekitar area genital dapat terdorong masuk ke saluran kemih.

Itulah sebabnya sebagian dokter menyarankan untuk buang air kecil setelah berhubungan intim agar bakteri yang mungkin masuk dapat ikut keluar bersama urine.

https://s.shopee.co.id/AAAfDFMpgf

6. Kehamilan

Perubahan hormon dan tekanan dari rahim yang membesar selama kehamilan dapat memperlambat aliran urine. Kondisi ini membuat bakteri lebih mudah berkembang dan meningkatkan risiko infeksi saluran kemih.

Karena itu, pemeriksaan urine rutin sering menjadi bagian dari pemeriksaan kehamilan.

7. Menopause

Setelah menopause, kadar hormon estrogen menurun. Penurunan hormon ini dapat menyebabkan perubahan pada jaringan saluran kemih dan berkurangnya bakteri baik yang melindungi area kewanitaan.

Akibatnya, perempuan yang telah menopause juga memiliki risiko lebih tinggi mengalami ISK.

8. Penyakit Tertentu

Beberapa kondisi kesehatan seperti diabetes dapat meningkatkan risiko infeksi saluran kemih. Kadar gula darah yang tinggi dapat mempermudah pertumbuhan bakteri sekaligus menurunkan daya tahan tubuh.

Selain itu, batu saluran kemih atau gangguan yang menghambat aliran urine juga dapat menjadi penyebab ISK berulang.

Gejala yang Perlu Diwaspadai

Infeksi saluran kemih biasanya ditandai dengan beberapa keluhan berikut:

  • Sering ingin buang air kecil.
  • Nyeri atau rasa terbakar saat buang air kecil.
  • Urine tampak keruh atau berbau menyengat.
  • Nyeri di bagian bawah perut atau panggul.
  • Kadang muncul darah dalam urine.
  • Jika infeksi sudah mencapai ginjal, dapat disertai demam tinggi, mual, dan nyeri pinggang.

Apabila mengalami gejala-gejala tersebut, sebaiknya segera memeriksakan diri ke tenaga kesehatan agar mendapatkan penanganan yang tepat.

Cara Mengurangi Risiko ISK

Beberapa langkah sederhana yang dapat membantu mencegah infeksi saluran kemih antara lain:

  • Minum air putih yang cukup setiap hari.
  • Tidak menahan buang air kecil.
  • Menjaga kebersihan organ intim dengan cara yang benar.
  • Buang air kecil setelah berhubungan seksual.
  • Mengganti pakaian dalam secara rutin dan memilih bahan yang nyaman menyerap keringat.
  • Mengontrol penyakit seperti diabetes agar tetap stabil.

BACA JUGA: Apakah Sering Sakit Kepala Awal Penyebab Sakit Stroke?

Perempuan memang lebih rentan terkena infeksi saluran kemih karena faktor anatomi dan perubahan hormonal. Namun, banyak faktor risiko lain yang sebenarnya dapat dicegah melalui kebiasaan hidup sehat dan menjaga kebersihan diri.

Jangan menganggap ISK sebagai masalah sepele. Jika tidak ditangani, infeksi dapat menyebar hingga ke ginjal dan menimbulkan komplikasi yang lebih serius. Mengenali penyebab dan gejalanya sejak dini merupakan langkah penting untuk menjaga kesehatan saluran kemih. []

Ikuti Kami di Media Sosial:
Facebook: https://www.facebook.com/islampos.global.media
Instagram: : https://www.instagram.com/islamposcom/
Telegram: https://t.me/islamposgroupmedia
Tiktok: https://www.tiktok.com/@islamposmedia2
Youtube : https://www.youtube.com/@IslamposMedia-25/videos
Whatsapp Group : https://chat.whatsapp.com/IpX9u3UsWpnJiRcbau17XE

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *