Apa Itu Alam Barzakh?

6 Min Read
Foto: Freepik

KEMATIAN bukanlah akhir dari perjalanan manusia. Dalam ajaran Islam, setelah seseorang meninggal dunia, ia tidak langsung memasuki surga atau neraka secara sempurna. Ada satu fase yang harus dilalui terlebih dahulu, yaitu alam barzakh. Alam ini merupakan kehidupan yang nyata, meskipun tidak dapat disaksikan oleh mata manusia yang masih hidup.

Banyak orang membayangkan bahwa setelah kematian manusia hanya “tertidur” hingga Hari Kiamat. Padahal Al-Qur’an dan hadits menjelaskan bahwa setelah ruh berpisah dari jasad, manusia memasuki alam baru yang penuh dengan kenikmatan atau siksaan sesuai dengan amalnya.

Apa Arti Barzakh?

Secara bahasa, kata barzakh dalam bahasa Arab berarti penghalang, pembatas, atau sekat antara dua hal.

Allah Ta’ala berfirman,

“Dan Dia menjadikan di antara keduanya ada batas (barzakh) yang tidak dilampaui masing-masing.”
(QS. Ar-Rahman: 20)

Pada ayat tersebut, kata barzakh digunakan untuk menggambarkan pembatas antara dua lautan yang tidak saling melampaui.

BACA JUGA: 28 Tanda Kecil Kiamat yang Telah dan Sedang Terjadi

Sedangkan menurut istilah syariat, barzakh adalah alam yang memisahkan kehidupan dunia dengan kehidupan akhirat, yaitu tempat manusia berada sejak meninggal dunia hingga dibangkitkan kembali pada Hari Kiamat.

Allah berfirman,

“…Dan di hadapan mereka ada barzakh sampai hari mereka dibangkitkan.”
(QS. Al-Mu’minun: 100)

Ayat ini menjadi landasan utama bahwa setelah kematian masih ada fase kehidupan sebelum datangnya Hari Kebangkitan.

Alam Penantian Menuju Hari Kiamat

Alam barzakh bukanlah tempat yang kosong atau tanpa aktivitas.

Di sanalah manusia mulai merasakan balasan pertama atas amal yang pernah dikerjakan ketika hidup di dunia.

Orang-orang beriman akan memperoleh ketenangan, kelapangan, dan berbagai kenikmatan. Sebaliknya, orang-orang yang kafir dan durhaka akan mulai merasakan kesempitan serta azab sesuai kehendak Allah.

Karena itu, para ulama sering menyebut alam barzakh sebagai gerbang pertama menuju kehidupan akhirat.

Begitu seseorang meninggal dunia, ia telah memasuki fase kehidupan yang tidak mungkin lagi kembali ke dunia untuk memperbaiki amalnya.

https://s.shopee.co.id/BNe5MhdZ4

Penjelasan Para Ulama Salaf

Mujahid ibn Jabr menjelaskan makna firman Allah tentang barzakh dengan mengatakan,

“Barzakh adalah sesuatu yang berada di antara kematian dan kebangkitan.”

Penjelasan singkat ini menunjukkan bahwa barzakh adalah fase tersendiri yang memiliki hukum dan kehidupan yang berbeda dari dunia maupun akhirat.

Demikian pula Amir al-Sha’bi pernah ditanya mengenai seseorang yang telah meninggal dunia.

Beliau menjawab,

“Sekarang ia tidak berada di dunia dan belum pula berada di akhirat.”

Maksudnya, orang tersebut sedang berada di alam barzakh, yaitu alam penantian sebelum seluruh manusia dikumpulkan di Padang Mahsyar.

Perkataan para ulama salaf ini semakin menegaskan bahwa kematian bukanlah akhir dari keberadaan manusia.

Penjelasan Imam Ibnul Qayyim

Ibn Qayyim al-Jawziyyah menjelaskan bahwa istilah nikmat kubur dan azab kubur pada hakikatnya adalah nikmat dan azab alam barzakh.

Beliau berkata bahwa barzakh merupakan alam yang berada di antara dunia dan akhirat.

Penghuninya telah meninggalkan kehidupan dunia yang berada di belakang mereka, sementara kehidupan akhirat yang sempurna masih berada di depan mereka.

Karena itulah, seseorang dapat merasakan kenikmatan atau azab di alam kubur meskipun Hari Kiamat Besar belum terjadi.

Menurut Ibnul Qayyim, kehidupan barzakh merupakan kehidupan ruh yang nyata. Allah memberikan berbagai bentuk kenikmatan bagi orang-orang beriman dan memberikan hukuman kepada orang-orang yang berhak menerimanya hingga datang Hari Kebangkitan.

Dalil tentang Nikmat dan Azab Kubur

Keberadaan nikmat dan azab kubur ditegaskan oleh Rasulullah ﷺ dalam banyak hadits.

Beliau bersabda,

“Kubur itu bisa menjadi salah satu taman dari taman-taman surga atau menjadi salah satu lubang dari lubang-lubang neraka.”
(HR. Tirmidzi)

Sumber Rasa Aman Manusia, maksiat, Alam Barzakh
Foto: Freepik

Dalam hadits lain, Rasulullah ﷺ juga sering berdoa,

“Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari azab kubur…”
(HR. Bukhari dan Muslim)

Andaikan azab kubur tidak ada, tentu Rasulullah ﷺ tidak akan mengajarkan doa tersebut kepada umatnya dan tidak membacanya secara rutin dalam shalat.

Tidak Ada Lagi Kesempatan Beramal

Salah satu pelajaran terbesar dari alam barzakh adalah bahwa pintu amal telah ditutup.

Orang yang telah meninggal tidak lagi dapat menambah shalatnya, sedekahnya, puasanya, ataupun taubatnya.

Allah menggambarkan penyesalan orang-orang yang telah meninggal dunia dalam firman-Nya,

“Ya Tuhanku, kembalikanlah aku ke dunia, agar aku dapat berbuat amal saleh terhadap apa yang telah aku tinggalkan.”
(QS. Al-Mu’minun: 99–100)

Namun permintaan itu tidak akan pernah dikabulkan. Setelah kematian, manusia hanya menunggu keputusan Allah pada Hari Kebangkitan.

BACA JUGA: 10 Urutan Tanda Kiamat Menurut Hadist Nabi ﷺ

Persiapkan Bekal Sebelum Memasuki Barzakh

Setiap manusia pasti akan memasuki alam barzakh. Tidak ada seorang pun yang mampu menghindarinya.

Cepat atau lambat, kita semua akan meninggalkan dunia dan memasuki kehidupan yang penuh dengan hakikat.

Karena itu, para ulama salaf sangat menganjurkan untuk memperbanyak mengingat kematian, memperbaiki shalat, menjaga tauhid, memperbanyak istighfar, membaca Al-Qur’an, dan memperbanyak amal saleh.

Alam barzakh bukanlah sekadar tempat menunggu. Ia adalah awal dari perjalanan panjang menuju kehidupan yang kekal. Di sanalah seseorang mulai merasakan buah dari amal yang selama ini ia tanam di dunia.

Maka, selama pintu taubat masih terbuka dan napas masih berembus, manfaatkan setiap kesempatan untuk memperbanyak amal saleh. Sebab ketika seseorang telah memasuki alam barzakh, tidak ada lagi kesempatan kedua. Yang tersisa hanyalah penantian menuju Hari Kebangkitan dan balasan yang telah Allah tetapkan dengan seadil-adilnya. []

Sumber: Ensiklopedia Kiamat / Penulis: Dr. Umar Sulaiman al-Asyqar / Penerbit Serambi  / Cetakan 1, Mei 2002

Ikuti Kami di Media Sosial:
Facebook: https://www.facebook.com/islampos.global.media
Instagram: : https://www.instagram.com/islamposcom/
Telegram: https://t.me/islamposgroupmedia
Tiktok: https://www.tiktok.com/@islamposmedia2
Youtube : https://www.youtube.com/@IslamposMedia-25/videos
Whatsapp Group : https://chat.whatsapp.com/IpX9u3UsWpnJiRcbau17XE

TAGGED:
Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *