DI zaman sekarang, HP bukan sekadar alat komunikasi. Di dalamnya ada pesan pribadi, foto, pekerjaan, percakapan keluarga, hingga berbagai urusan yang sifatnya rahasia.
Karena itu, muncul pertanyaan yang sering terjadi dalam rumah tangga. Emang boleh suami membuka HP istri tanpa izin?
Jawabannya, secara umum, tidak boleh jika dilakukan diam-diam dengan tujuan mencari-cari kesalahan atau mengintip privasi istri.
Pernikahan memang menyatukan dua orang. Namun, bukan berarti seluruh privasi pribadi otomatis hilang.
Beberapa ulama menjelaskan bahwa membuka HP pasangan tanpa izin, terutama untuk mencari aib atau bukti berdasarkan rasa curiga, dapat termasuk tajassus, yaitu mencari-cari sesuatu yang tersembunyi.
Islam Melarang Saling Memata-matai
Allah Swt. berfirman dalam Al-Qur’an:
“Dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain dan janganlah sebagian kamu menggunjing sebagian yang lain.” (QS. Al-Hujurat: 12)
Larangan ini tidak hanya berlaku kepada orang lain. Dalam kehidupan rumah tangga pun, pasangan dianjurkan untuk menjaga kehormatan dan privasi satu sama lain.
BACA JUGA: Bolehkah Suami Lampiaskan Hasrat ke Istri Setelah Melihat Perempuan di Luar?
Rasulullah ﷺ juga mengingatkan agar umat Islam tidak saling memata-matai.
Dalam hadis riwayat Muslim, Nabi ﷺ bersabda agar kaum Muslimin menjauhi prasangka, tidak mencari-cari kesalahan, dan tidak melakukan tajassus.
Artinya, rasa curiga saja tidak otomatis menjadi alasan untuk membongkar HP pasangan.
Bagaimana Kalau Suami Curiga?
Ini bagian yang sering menjadi masalah.
Misalnya suami melihat istrinya sering tersenyum ketika menerima pesan. Atau istri tiba-tiba memberikan password HP yang berbeda.
Suami kemudian berpikir macam-macam.
Rasa curiga mungkin muncul secara alami. Namun, Islam mengajarkan agar seseorang tidak terburu-buru mengambil kesimpulan.
Sebab, prasangka yang tidak memiliki dasar dapat merusak hubungan.
Daripada diam-diam membuka HP, lebih baik suami bertanya secara baik-baik.
Bicarakan apa yang membuat hati tidak nyaman.
Jangan langsung menuduh.
Jangan pula menggunakan kalimat yang menyudutkan.
Sebab tujuan rumah tangga bukan memenangkan perdebatan. Tujuannya adalah menjaga kepercayaan dan mencari jalan keluar.
Kalau Istri Memberikan Izin, Bagaimana?
Berbeda jika suami membuka HP istrinya dengan izin.
Misalnya istri berkata, “Silakan lihat.”
Dalam kondisi seperti itu, persoalannya menjadi berbeda. Keterbukaan yang dilakukan atas dasar kesepakatan bersama tidak sama dengan tindakan memata-matai secara diam-diam.
Bahkan, keterbukaan dapat menjadi hal yang baik jika dilakukan dengan kesadaran kedua belah pihak.
Namun, tetap perlu diperhatikan.
Di dalam HP seseorang bisa saja terdapat percakapan dengan orang lain yang sebenarnya bersifat pribadi. Misalnya percakapan keluarga, teman, atau urusan pekerjaan.
Karena itu, izin untuk menggunakan HP tidak selalu berarti izin untuk membaca seluruh percakapan di dalamnya.
Jangan Jadikan Pernikahan sebagai Alasan untuk Mengontrol
Pernikahan membutuhkan kepercayaan.
Suami memang memiliki tanggung jawab terhadap keluarganya. Tetapi tanggung jawab tersebut bukan berarti boleh mengontrol seluruh kehidupan istri secara berlebihan.
Begitu juga sebaliknya.
Istri juga tidak boleh menjadikan status sebagai pasangan untuk memata-matai suami.
Dar al-Ifta Mesir menegaskan bahwa memata-matai pasangan dan mengikuti hal-hal yang bersifat tersembunyi merupakan tindakan yang dilarang, serta menganjurkan pasangan menyelesaikan kecurigaan melalui komunikasi dan perbaikan hubungan.
BACA JUGA: Suami Nganggur, Istri yang Kerja, Bolehkah dalam Islam?
Lebih Baik Bicara daripada Mengintip
Kalau ada masalah, bicarakan.
Kalau ada kecurigaan, tanyakan.
Kalau ada sesuatu yang mengganggu hati, sampaikan dengan cara yang baik.
Membuka HP diam-diam mungkin terasa seperti jalan cepat untuk mendapatkan jawaban.
Namun, belum tentu jawaban tersebut menyelesaikan masalah.
Bisa jadi justru muncul masalah baru.
Kepercayaan yang rusak tidak mudah diperbaiki.
Rumah tangga yang sehat bukan rumah tangga yang tidak memiliki rahasia sama sekali. Tetapi rumah tangga yang mampu membangun kejujuran, keterbukaan, rasa aman, dan saling menghormati.
Jadi, emang boleh suami membuka HP istri tanpa izin?
Pada dasarnya, tidak boleh jika dilakukan diam-diam untuk memata-matai dan mencari-cari kesalahan. Jika memang ada persoalan serius, tempuh jalan komunikasi dan penyelesaian yang baik. Sebab menjaga kehormatan pasangan juga bagian dari menjaga keharmonisan rumah tangga. []
Ikuti Kami di Media Sosial:
Facebook: https://www.facebook.com/islampos.global.media
Instagram: : https://www.instagram.com/islamposcom/
Telegram: https://t.me/islamposgroupmedia
Tiktok: https://www.tiktok.com/@islamposmedia2
Youtube : https://www.youtube.com/@IslamposMedia-25/videos
Whatsapp Group : https://chat.whatsapp.com/IpX9u3UsWpnJiRcbau17XE






