ADA orang yang baru belajar shalat.
Dia sudah berusaha menghafal Al-Fatihah, tetapi setelah itu baru hafal beberapa surat pendek, misalnya Al-Ikhlas, Al-Falaq, An-Nas, atau Al-Kautsar.
Lalu muncul pertanyaan:
“Kalau setelah Al-Fatihah saya cuma bisa membaca surat pendek, apakah shalat saya tetap sah?”
Jawabannya: insya Allah, tetap sah. Tidak ada kewajiban membaca surat yang panjang setelah Al-Fatihah.
1. Setelah Al-Fatihah Tidak Harus Surat Panjang
Dalam shalat, yang wajib dibaca adalah Al-Fatihah bagi orang yang mampu membacanya.
Setelah membaca Al-Fatihah, membaca surat atau beberapa ayat Al-Qur’an pada rakaat-rakaat tertentu merupakan amalan yang disyariatkan.
Allah berfirman:
“Karena itu bacalah apa yang mudah dari Al-Qur’an.” (QS. Al-Muzzammil: 20)
Ayat ini menunjukkan adanya kemudahan dalam membaca Al-Qur’an.
Jadi, kalau kita hanya hafal surat pendek, tidak perlu memaksakan diri membaca surat yang belum kita hafal.
BACA JUGA: Apa Saja Kesalahan Membaca Al-Fatihah dalam Shalat?
2. Surat Pendek Juga Tetap Al-Qur’an
Jangan merasa rendah diri hanya karena hafalan kita baru sedikit.
Al-Ikhlas adalah Al-Qur’an.
Al-Falaq adalah Al-Qur’an.
An-Nas adalah Al-Qur’an.
Al-Kautsar juga Al-Qur’an.
Yang penting adalah membacanya dengan benar sesuai kemampuan.
Bahkan Rasulullah ﷺ pernah mengutus seorang sahabat untuk menjadi imam karena ia memiliki bacaan Al-Qur’an yang baik.
Dalam hadis disebutkan:
“Yang menjadi imam bagi suatu kaum adalah orang yang paling pandai membaca Kitabullah.” (HR. Muslim)
Artinya, kemampuan membaca Al-Qur’an memang memiliki kedudukan penting dalam shalat.
3. Tidak Harus Gonta-Ganti Surat Setiap Shalat
Ada yang merasa harus membaca surat berbeda setiap rakaat.
Padahal, tidak ada kewajiban harus selalu berbeda.
Kalau kita baru hafal Al-Ikhlas, misalnya, lalu kita membacanya setelah Al-Fatihah, itu tidak masalah.
Besok membaca Al-Ikhlas lagi?
Tidak masalah.
Yang terpenting jangan sampai kita meninggalkan shalat hanya karena merasa hafalan Al-Qur’an kita masih sedikit.
Justru shalat bisa menjadi kesempatan untuk melatih hafalan yang sudah kita miliki.
4. Bagaimana Kalau Hanya Hafal Beberapa Surat?
Misalnya seseorang hanya hafal:
Al-Ikhlas
Al-Falaq
An-Nas
Maka gunakan saja hafalan tersebut.
Tidak perlu malu.
Tidak perlu membandingkan diri dengan orang yang hafal 30 juz.
Sebab setiap orang memiliki proses belajar yang berbeda.
Allah berfirman:
“Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya.” (QS. Al-Baqarah: 286)
Namun, jangan berhenti belajar.
Hari ini mungkin hanya hafal tiga surat.
Bulan depan bisa bertambah menjadi lima.
Kemudian sepuluh.
Sedikit demi sedikit, insya Allah hafalan akan bertambah.
5. Bagaimana Kalau Belum Hafal Surat Pendek Sama Sekali?
Kalau seseorang baru belajar Islam atau baru belajar shalat dan belum mampu menghafal surat setelah Al-Fatihah, jangan sampai hal itu membuatnya meninggalkan shalat.
Dalam kondisi belajar, seseorang mengerjakan sesuai kemampuannya.
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Jika aku memerintahkan kalian dengan suatu perkara, maka kerjakanlah semampu kalian.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Karena itu, fokuslah terlebih dahulu pada Al-Fatihah dan bacaan-bacaan pokok dalam shalat, kemudian secara bertahap menambah hafalan surat pendek.
BACA JUGA: Apakah Boleh Hanya Membaca Al-Fatihah ketika Shalat?
6. Jangan Meremehkan Surat Pendek
Kadang kita menganggap surat pendek sebagai sesuatu yang “sedikit”.
Padahal surat pendek bisa mengandung makna yang sangat besar.
Surat Al-Ikhlas, misalnya, berbicara tentang tauhid dan keesaan Allah.
Rasulullah ﷺ bersabda tentang keutamaan surat Al-Ikhlas:
“Demi Zat yang jiwaku berada di tangan-Nya, sesungguhnya surat itu sebanding dengan sepertiga Al-Qur’an.” (HR. Bukhari)
Maka jangan pernah menganggap remeh surat yang pendek.
Pendek bacaannya, tetapi bisa sangat besar maknanya.
Jadi, Kalau Cuma Bisa Surat Pendek, Bagaimana?
Tidak masalah.
Kalau setelah Al-Fatihah kita hanya mampu membaca surat-surat pendek yang kita hafal, maka bacalah itu.
Jangan memaksakan membaca surat panjang yang belum dikuasai.
Dan jangan pula merasa malu karena hafalan kita sedikit.
Yang perlu kita lakukan adalah terus belajar dan menambah hafalan sedikit demi sedikit.
Karena dalam ibadah, yang penting bukan terlihat hebat di hadapan manusia.
Yang penting adalah kita terus mendekat kepada Allah sesuai kemampuan kita, sambil terus berusaha menjadi lebih baik. []
Ikuti Kami di Media Sosial:
Facebook: https://www.facebook.com/islampos.global.media
Instagram: : https://www.instagram.com/islamposcom/
Telegram: https://t.me/islamposgroupmedia
Tiktok: https://www.tiktok.com/@islamposmedia2
Youtube : https://www.youtube.com/@IslamposMedia-25/videos
Whatsapp Group : https://chat.whatsapp.com/IpX9u3UsWpnJiRcbau17XE

