Apakah Benar Pahala Mengajak Orang Shalat Setara dengan Mengerjakannya?

Umar Faqih
5 Min Read
Foto: Umar Faqih | Islampos

MENGAJAK orang lain untuk melaksanakan shalat merupakan salah satu bentuk kebaikan yang sering dianggap sederhana. Padahal, ajakan tersebut bisa menjadi jalan bagi seseorang untuk kembali taat kepada Allah. Lantas, apakah orang yang mengajak orang lain shalat akan mendapatkan pahala yang setara dengan orang yang mengerjakannya?

Jawabannya, ada dalil sahih yang menjelaskan bahwa orang yang menunjukkan jalan kebaikan akan mendapatkan pahala seperti orang yang mengerjakannya. Namun, hal ini bukan berarti keduanya selalu memiliki pahala yang persis sama dalam setiap keadaan.

BACA JUGA: Bolehkah Sengaja Shalat untuk Meminta Urusan Dunia?

1. Orang yang Menunjukkan Kebaikan Mendapatkan Pahala

Islam mengajarkan bahwa kebaikan tidak hanya dilakukan untuk diri sendiri. Seorang Muslim juga dianjurkan membantu orang lain agar dapat menjalankan perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya.

Rasulullah ﷺ bersabda, “Barang siapa menunjukkan kepada suatu kebaikan, maka baginya pahala seperti pahala orang yang mengerjakannya.” (HR. Muslim no. 1893).

Hadis ini menjadi kabar gembira bagi siapa saja yang mengajak orang lain melakukan amal saleh, termasuk melaksanakan shalat lima waktu.

Misalnya, seorang ayah mengingatkan anaknya untuk shalat Subuh. Seorang teman mengajak temannya pergi ke masjid ketika azan berkumandang. Atau seorang istri mengingatkan suaminya agar tidak menunda shalat karena sibuk bekerja.

Jika ajakan tersebut menjadi sebab mereka melaksanakan shalat, orang yang mengajak pun berpeluang mendapatkan pahala seperti pahala orang yang mengerjakannya, tanpa mengurangi pahala orang tersebut sedikit pun.

https://s.shopee.co.id/7VFUiVYWLS

2. Mengajak Shalat Bukan Berarti Menggantikan Kewajiban

Meskipun pahala mengajak kepada kebaikan sangat besar, setiap Muslim tetap wajib mengerjakan shalat untuk dirinya sendiri.

Seseorang tidak bisa menggugurkan kewajiban shalat hanya dengan mengingatkan orang lain untuk melaksanakannya. Mengajak orang lain beribadah merupakan amal tersendiri, sedangkan shalat lima waktu tetap menjadi kewajiban setiap Muslim yang telah memenuhi syarat.

Allah SWT berfirman, “Dan perintahkanlah keluargamu melaksanakan shalat dan sabar dalam mengerjakannya.” (QS. Thaha: 132).

Ayat ini menunjukkan bahwa seorang Muslim tidak cukup hanya memperhatikan ibadahnya sendiri. Ia juga diperintahkan untuk mengajak keluarganya menjaga shalat dan bersabar dalam menjalankannya.

Karena itu, jangan sampai seseorang rajin mengingatkan orang lain untuk shalat, tetapi justru mengabaikan shalatnya sendiri. Keduanya harus berjalan beriringan.

3. Mengajak Shalat Harus dengan Cara yang Baik

Mengajak orang lain shalat tidak selalu harus dilakukan melalui nasihat panjang. Terkadang, kalimat sederhana seperti, “Ayo, kita shalat dulu,” sudah cukup untuk mengingatkan seseorang yang sedang lalai.

Ada pula orang yang lebih mudah menerima ajakan melalui keteladanan. Ketika melihat temannya menjaga shalat tepat waktu, ia bisa terdorong untuk melakukan hal yang sama.

Allah SWT berfirman, “Serulah (manusia) kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pengajaran yang baik.” (QS. An-Nahl: 125).

Ayat ini mengajarkan bahwa dakwah perlu dilakukan dengan kebijaksanaan dan nasihat yang baik. Jangan sampai niat mengajak kepada ketaatan justru disertai hinaan, kemarahan yang tidak terkendali, atau sikap merendahkan orang lain.

Tujuan mengajak shalat bukan untuk menunjukkan bahwa diri sendiri lebih saleh, melainkan membantu sesama agar semakin dekat kepada Allah.

BACA JUGA: Kesalahan Apa Saja yang Membuat Kita Harus Melakukan Sujud Sahwi Ketika Shalat?

4. Jangan Meremehkan Ajakan Kecil untuk Beribadah

Terkadang, seseorang kembali menjaga shalat karena diingatkan oleh orang terdekatnya. Ada pula yang mulai rajin ke masjid setelah melihat keteladanan seorang teman.

Kita tidak selalu mengetahui seberapa besar pengaruh sebuah ajakan terhadap kehidupan orang lain. Karena itu, jangan meremehkan kesempatan untuk mengingatkan sesama dalam kebaikan.

Imam An-Nawawi, ketika menjelaskan hadis tentang keutamaan menunjukkan kebaikan, menerangkan bahwa orang yang menunjukkan suatu kebaikan akan memperoleh pahala seperti pelakunya. Prinsip ini menjadi motivasi agar seorang Muslim tidak pelit dalam menyebarkan kebaikan.

Namun, niat tetap harus dijaga. Mengajak shalat hendaknya dilakukan karena mengharapkan rida Allah, bukan demi pujian atau pengakuan manusia.

Kesimpulannya, benar bahwa orang yang mengajak orang lain melaksanakan shalat dapat memperoleh pahala seperti pahala orang yang mengerjakannya, berdasarkan hadis sahih riwayat Muslim. Pahala tersebut tidak mengurangi pahala orang yang melaksanakan shalat.

Karena itu, mari saling mengingatkan dalam kebaikan. Jangan hanya berusaha menjaga shalat sendiri, tetapi jadilah sebab orang lain semakin dekat kepada Allah. Bisa jadi, ajakan sederhana yang kita sampaikan hari ini menjadi amal kebaikan yang pahalanya terus mengalir selama Allah menghendakinya.[]

Ikuti Kami di Media Sosial:
Facebook: https://www.facebook.com/islampos.global.media
Instagram: : https://www.instagram.com/islamposcom/
Telegram: https://t.me/islamposgroupmedia
Tiktok: https://www.tiktok.com/@islamposmedia2
Youtube : https://www.youtube.com/@IslamposMedia-25/videos
Whatsapp Group : https://chat.whatsapp.com/IpX9u3UsWpnJiRcbau17XE

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *