SHALAT fardhu merupakan ibadah utama yang wajib ditunaikan setiap Muslim. Namun, rangkaian ibadah tidak harus berhenti begitu salam diucapkan. Rasulullah ﷺ mengajarkan sejumlah zikir yang dianjurkan untuk dibaca setelah shalat fardhu. Amalan ini menjadi kesempatan bagi seorang hamba untuk mengingat Allah, memohon ampunan, dan mengharapkan pahala dari-Nya.
Zikir setelah shalat tidak harus panjang atau sulit. Ada bacaan singkat yang dapat diamalkan secara rutin, asalkan mengikuti tuntunan Nabi Muhammad ﷺ. Lantas, zikir apa saja yang dianjurkan setelah shalat fardhu?
BACA JUGA: Apa Saja Keutamaan dari Dzikir Pagi dan Petang?
Membaca Istighfar Tiga Kali
Setelah mengucapkan salam, Rasulullah ﷺ mengajarkan umatnya untuk membaca istighfar sebanyak tiga kali. Bacaan ini menjadi bentuk permohonan ampun kepada Allah atas kekurangan selama beribadah.
Bacaan istighfar tersebut adalah:
أَسْتَغْفِرُ اللَّهَ
Astaghfirullah.
Artinya: “Aku memohon ampun kepada Allah.”
Dalam hadis riwayat Muslim, Tsauban mengabarkan bahwa Rasulullah ﷺ membaca istighfar tiga kali setelah menyelesaikan shalat. Beliau kemudian membaca:
اللَّهُمَّ أَنْتَ السَّلَامُ وَمِنْكَ السَّلَامُ تَبَارَكْتَ يَا ذَا الْجَلَالِ وَالْإِكْرَامِ
Allahumma antas-salaam wa minkas-salaam, tabaarakta yaa dzal-jalaali wal-ikraam.
Artinya: “Ya Allah, Engkaulah Yang Maha Sejahtera, dari-Mu kesejahteraan, Mahaberkah Engkau, wahai Pemilik keagungan dan kemuliaan.” (HR. Muslim).
Membaca Zikir Tasbih, Tahmid, dan Takbir
Zikir berikutnya adalah membaca tasbih, tahmid, dan takbir. Ketiganya merupakan kalimat zikir yang mengandung pujian dan pengagungan kepada Allah.
Bacaan yang dapat diamalkan setelah shalat fardhu adalah:
سُبْحَانَ اللَّهِ — Subhanallah sebanyak 33 kali.
الْحَمْدُ لِلَّهِ — Alhamdulillah sebanyak 33 kali.
اللَّهُ أَكْبَرُ — Allahu Akbar sebanyak 33 kali.
Artinya secara berurutan adalah Mahasuci Allah, segala puji bagi Allah, dan Allah Mahabesar.
Dalam hadis riwayat Muslim, Rasulullah ﷺ menjelaskan bahwa orang yang membaca tasbih 33 kali, tahmid 33 kali, dan takbir 33 kali, kemudian menyempurnakan bilangan seratus dengan membaca zikir berikut, akan diampuni dosa-dosanya meskipun sebanyak buih di lautan.
لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ
Laa ilaaha illallaahu wahdahu laa syariika lah, lahul-mulku wa lahul-hamdu wa huwa ‘alaa kulli syai’in qadiir.
Artinya: “Tidak ada sesembahan yang berhak disembah selain Allah semata, tidak ada sekutu bagi-Nya. Milik-Nya kerajaan dan segala pujian. Dia Mahakuasa atas segala sesuatu.” (HR. Muslim).
Membaca Ayat Kursi
Ayat Kursi juga termasuk bacaan yang memiliki keutamaan besar. Ayat ini terdapat dalam Surah Al-Baqarah ayat 255 dan menjelaskan keagungan Allah, ilmu-Nya yang meliputi segala sesuatu, serta kekuasaan-Nya atas langit dan bumi.
Membaca Ayat Kursi setelah shalat fardhu merupakan amalan yang dianjurkan berdasarkan hadis yang diriwayatkan An-Nasa’i dalam As-Sunan al-Kubra dan dinilai sahih oleh sejumlah ulama.
Karena itu, seorang Muslim dapat membiasakan diri membaca Ayat Kursi setelah menyelesaikan shalat wajib. Selain menjadi bentuk zikir, bacaan ini juga mengingatkan hati agar senantiasa bergantung kepada Allah.
Membaca Surah Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Nas
Membaca tiga surah terakhir dalam Al-Qur’an juga termasuk amalan yang dituntunkan setelah shalat. Surah tersebut adalah Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Nas.
Dalam hadis riwayat Abu Dawud dan At-Tirmidzi, terdapat riwayat tentang anjuran membaca Al-Mu’awwidzat setelah shalat. Para ulama menjelaskan bahwa bacaan ini mencakup surah Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Nas.
Amalan ini dapat menjadi sarana untuk memperbanyak zikir sekaligus memohon perlindungan kepada Allah dari berbagai keburukan. Khusus setelah shalat Subuh dan Maghrib, terdapat riwayat yang menganjurkan membaca ketiga surah tersebut sebanyak tiga kali.
BACA JUGA: Apakah Ada Batas Waktu Membaca Dzikir Pagi dan Petang?
Membiasakan Zikir dengan Istiqamah
Zikir setelah shalat fardhu merupakan amalan sederhana yang memiliki keutamaan besar. Seorang Muslim dapat memulainya dengan membaca istighfar, dilanjutkan zikir yang diajarkan Rasulullah ﷺ, kemudian membaca ayat dan surah Al-Qur’an yang dianjurkan.
Tidak perlu terburu-buru meninggalkan tempat shalat hanya karena merasa ibadah wajib telah selesai. Luangkan waktu sejenak untuk berzikir dan menghadirkan hati ketika mengingat Allah.
Allah berfirman, “Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram.” (QS. Ar-Ra’d: 28).
Dengan membiasakan zikir sesuai tuntunan Nabi Muhammad ﷺ, seorang Muslim diharapkan semakin dekat kepada Allah dan lebih terjaga dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Yang terpenting bukan sekadar banyaknya bacaan, melainkan keikhlasan, pemahaman, dan kesungguhan untuk mengamalkannya secara konsisten.[]
Ikuti Kami di Media Sosial:
Facebook: https://www.facebook.com/islampos.global.media
Instagram: : https://www.instagram.com/islamposcom/
Telegram: https://t.me/islamposgroupmedia
Tiktok: https://www.tiktok.com/@islamposmedia2
Youtube : https://www.youtube.com/@IslamposMedia-25/videos
Whatsapp Group : https://chat.whatsapp.com/IpX9u3UsWpnJiRcbau17XE

