TIDUR bukan sekadar kebutuhan tubuh untuk beristirahat. Bagi seorang Muslim, tidur juga bisa menjadi kesempatan meraih pahala apabila diawali dengan amalan yang sesuai tuntunan Rasulullah ﷺ. Ada sejumlah sunnah sebelum tidur yang mudah dilakukan, tetapi terkadang terlupakan karena kita terlalu lelah atau sibuk dengan ponsel.
Padahal, membiasakan diri mengikuti sunnah Nabi dapat menjadikan waktu istirahat lebih bernilai ibadah. Lantas, amalan sunnah apa saja yang sebaiknya dilakukan sebelum tidur?
BACA JUGA: Apakah Benar Ketika di Masjid Tidak Boleh Tidur Berlawanan dengan Arah Kiblat?
Berwudhu Sebelum Tidur
Salah satu amalan yang dianjurkan sebelum tidur adalah berwudhu. Rasulullah ﷺ memberikan tuntunan ini kepada umatnya sebagaimana disebutkan dalam hadis Al-Bara’ bin Azib.
Beliau bersabda, “Apabila engkau hendak mendatangi tempat tidurmu, berwudhulah sebagaimana wudhu untuk shalat.” (HR. Bukhari dan Muslim).
Hadis ini menunjukkan bahwa berwudhu sebelum tidur termasuk sunnah yang memiliki dasar kuat. Seorang Muslim dianjurkan menjaga kebersihan dan mengakhiri aktivitas harian dalam keadaan suci jika memungkinkan.
Meski demikian, berwudhu sebelum tidur bukan syarat agar seseorang boleh tidur. Amalan ini merupakan anjuran yang baik untuk dibiasakan dalam kehidupan sehari-hari.
Tidur dengan Posisi Miring ke Kanan
Rasulullah ﷺ juga mengajarkan umatnya untuk berbaring dengan posisi miring ke kanan. Tuntunan ini disebutkan dalam hadis sahih yang diriwayatkan Imam Bukhari dan Muslim.
Posisi tersebut merupakan bagian dari adab tidur yang dicontohkan Nabi. Seorang Muslim dapat memulai tidurnya dengan berbaring ke sisi kanan, kemudian mengubah posisi jika diperlukan demi kenyamanan.
Mengikuti sunnah tidak berarti seseorang harus mempertahankan satu posisi sepanjang malam. Yang dianjurkan adalah memulai tidur dengan posisi sebagaimana tuntunan Rasulullah ﷺ.
Membaca Ayat Kursi
Membaca Ayat Kursi sebelum tidur juga termasuk amalan yang memiliki keutamaan besar. Ayat ini terdapat dalam Surah Al-Baqarah ayat 255 dan menjelaskan keagungan serta kekuasaan Allah.
Dalam hadis riwayat Bukhari, Abu Hurairah menceritakan bahwa seseorang mengajarkan kepadanya untuk membaca Ayat Kursi sebelum tidur. Orang tersebut menyebutkan bahwa Allah akan memberikan penjagaan dan setan tidak akan mendekatinya hingga pagi.
Ketika Rasulullah ﷺ diberi tahu tentang kejadian itu, beliau bersabda, “Ia telah berkata benar kepadamu, padahal ia adalah pendusta.” (HR. Bukhari, no. 2311).
Hadis tersebut menjadi dalil tentang keutamaan membaca Ayat Kursi sebelum tidur. Karena itu, jangan lewatkan amalan ini ketika hendak beristirahat pada malam hari.
Membaca Surah Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Nas
Amalan berikutnya adalah membaca tiga surah terakhir dalam Al-Qur’an, yaitu Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Nas.
Dalam hadis riwayat Bukhari, Aisyah menceritakan bahwa setiap malam sebelum tidur, Rasulullah ﷺ mengumpulkan kedua telapak tangannya, meniupnya dengan tiupan ringan, lalu membaca tiga surah tersebut. Setelah itu, beliau mengusapkan kedua tangannya ke bagian tubuh yang dapat dijangkau, dimulai dari kepala, wajah, dan bagian depan tubuh. Beliau melakukannya sebanyak tiga kali.
Amalan ini mengajarkan pentingnya memohon perlindungan kepada Allah sebelum beristirahat. Selain mudah dilakukan, bacaannya juga dapat menjadi kebiasaan baik untuk seluruh anggota keluarga.
Membaca Doa Sebelum Tidur
Rasulullah ﷺ mengajarkan doa singkat sebelum tidur yang diriwayatkan dalam hadis sahih.
بِاسْمِكَ اللَّهُمَّ أَمُوتُ وَأَحْيَا
Bismika Allahumma amuutu wa ahyaa.
Artinya: “Dengan nama-Mu, ya Allah, aku mati dan aku hidup.” (HR. Bukhari).
Doa ini mengingatkan seorang Muslim bahwa tidur dan bangun berada dalam kekuasaan Allah. Ketika memejamkan mata, manusia tidak mengetahui apa yang akan terjadi selama dirinya terlelap. Karena itu, menyerahkan diri kepada Allah merupakan bentuk tawakal yang patut dibiasakan.
BACA JUGA: Kenapa Harus Tidur Miring ke Sebelah Kanan?
Mengevaluasi Diri dan Menjaga Adab Tidur
Sebelum tidur, seorang Muslim juga dapat memanfaatkan waktu untuk mengevaluasi perbuatannya sepanjang hari. Jika melakukan kesalahan, bersegeralah memohon ampun kepada Allah dan bertekad memperbaiki diri.
Selain itu, biasakan tidur lebih awal jika tidak ada keperluan penting untuk begadang. Rasulullah ﷺ tidak menyukai tidur sebelum shalat Isya dan berbincang-bincang setelahnya tanpa keperluan yang bermanfaat. (HR. Bukhari dan Muslim).
Amalan sunnah sebelum tidur sebenarnya tidak sulit dilakukan. Mulailah dengan berwudhu, membaca Ayat Kursi, membaca tiga surah terakhir Al-Qur’an, serta melafalkan doa sebelum tidur.
Tidak perlu menunggu mampu melakukan semuanya sekaligus. Biasakan sedikit demi sedikit dengan ikhlas dan istiqamah. Semoga setiap malam kita bukan hanya memperoleh istirahat yang cukup, tetapi juga mendapatkan pahala melalui amalan yang mengikuti tuntunan Rasulullah ﷺ.[]
Ikuti Kami di Media Sosial:
Facebook: https://www.facebook.com/islampos.global.media
Instagram: : https://www.instagram.com/islamposcom/
Telegram: https://t.me/islamposgroupmedia
Tiktok: https://www.tiktok.com/@islamposmedia2
Youtube : https://www.youtube.com/@IslamposMedia-25/videos
Whatsapp Group : https://chat.whatsapp.com/IpX9u3UsWpnJiRcbau17XE

