Kenapa Harus Tidur Miring ke Sebelah Kanan?

Umar Faqih
4 Min Read
Foto: Freepik

TIDUR merupakan kebutuhan manusia yang tidak bisa dipisahkan dari kehidupan sehari-hari. Namun, bagi seorang Muslim, tidur bukan sekadar waktu untuk mengistirahatkan tubuh setelah beraktivitas. Jika dilakukan sesuai tuntunan Rasulullah ﷺ, kebiasaan tidur juga bisa menjadi bagian dari ibadah.

Salah satu kebiasaan yang dianjurkan adalah tidur dengan posisi miring ke kanan. Lantas, apakah kebiasaan ini benar-benar termasuk sunnah Nabi ﷺ? Bagaimana dalilnya dan apa saja adab tidur yang diajarkan dalam Islam?

BACA JUGA: Bagaimana Jika Sedang Shalat Sunnah Lalu Tiba-Tiba Qamat?

Dalil Anjuran Tidur Miring ke Kanan

Anjuran tidur miring ke kanan memiliki landasan hadis yang sahih. Dari Al-Bara bin Azib, Rasulullah ﷺ bersabda:  “Jika engkau hendak mendatangi tempat tidurmu, berwudhulah sebagaimana engkau berwudhu untuk shalat, kemudian berbaringlah pada sisi tubuhmu yang kanan.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Hadis tersebut menunjukkan bahwa tidur miring ke kanan merupakan bagian dari tuntunan Rasulullah ﷺ. Beliau tidak hanya mengajarkan umatnya untuk memperhatikan ibadah seperti shalat dan puasa, tetapi juga memberikan petunjuk mengenai kebiasaan sehari-hari.

Dengan mengikuti tuntunan ini, seorang Muslim dapat membiasakan diri untuk mengingat Allah sebelum beristirahat. Tidur yang semula hanya menjadi aktivitas rutin pun bisa bernilai ibadah apabila dilakukan dengan niat yang baik dan mengikuti petunjuk syariat.

banner galon

Bagaimana Adab Tidur Sesuai Sunnah?

Tidur miring ke kanan bukan satu-satunya adab yang diajarkan Rasulullah ﷺ. Ada beberapa amalan lain yang dianjurkan sebelum seseorang memejamkan mata.

Pertama, berwudhu sebelum tidur. Sebagaimana dijelaskan dalam hadis di atas, Rasulullah ﷺ menganjurkan seseorang berwudhu sebelum berbaring. Amalan ini menunjukkan pentingnya menjaga kebersihan dan membiasakan diri dalam keadaan suci ketika hendak beristirahat.

Kedua, membaca doa sebelum tidur. Di antara doa yang diajarkan Rasulullah ﷺ adalah: بِاسْمِكَ اللَّهُمَّ أَمُوتُ وَأَحْيَا

“Dengan nama-Mu, ya Allah, aku mati dan aku hidup.” (HR. Bukhari).

Doa ini mengingatkan seorang Muslim bahwa tidur merupakan salah satu tanda kelemahan manusia. Ketika terlelap, seseorang tidak memiliki kendali penuh atas dirinya. Karena itu, ia menyerahkan perlindungan dan keselamatannya kepada Allah.

Ketiga, membaca Ayat Kursi sebelum tidur. Dalam hadis riwayat Bukhari, Abu Hurairah menceritakan keutamaan membaca Ayat Kursi sebelum tidur. Orang yang membacanya akan mendapatkan penjagaan dari Allah, dan setan tidak mendekatinya hingga pagi, sebagaimana disebutkan dalam hadis tersebut.

Apakah Harus Selalu Tidur Miring ke Kanan?

Anjuran tidur miring ke kanan tidak berarti seorang Muslim berdosa setiap kali tertidur dalam posisi lain. Tidur miring ke kanan merupakan sunnah yang dianjurkan, bukan kewajiban yang harus dilakukan sepanjang malam.

Seseorang mungkin mengubah posisi tidurnya tanpa sadar ketika sudah terlelap. Hal tersebut tidak perlu membuatnya merasa bersalah. Demikian pula, orang yang memiliki kondisi tertentu sehingga membutuhkan posisi tidur berbeda dapat menyesuaikan diri dengan kebutuhannya.

Yang terpenting, seorang Muslim berusaha mengikuti tuntunan Rasulullah ﷺ sesuai kemampuan dan keadaannya. Jangan sampai anjuran yang seharusnya membawa kebaikan justru menjadi alasan untuk mempersulit diri sendiri.

BACA JUGA: Menggunakan Peci ketika Shalat, Sunnah atau Wajib?

Menghidupkan Sunnah dari Kebiasaan Sederhana

Tidur miring ke kanan mengajarkan bahwa mengikuti sunnah Nabi ﷺ tidak selalu harus dimulai dari amalan yang besar. Kebiasaan sederhana yang dilakukan setiap hari pun dapat menjadi sarana mendekatkan diri kepada Allah.

Ibnu Rajab Al-Hanbali dalam Jami’ul Ulum wal Hikam menjelaskan pentingnya mengikuti petunjuk Rasulullah ﷺ dalam berbagai urusan kehidupan. Prinsip ini mengingatkan kita agar tidak meremehkan tuntunan Nabi, termasuk adab yang berkaitan dengan aktivitas sehari-hari.

Karena itu, sebelum tidur malam ini, cobalah membiasakan diri berwudhu, berdoa, dan berbaring miring ke kanan. Lakukan dengan penuh kesadaran bahwa Rasulullah ﷺ telah memberikan teladan yang baik bagi umatnya.

Semoga kebiasaan sederhana tersebut membantu kita semakin mencintai sunnah Nabi ﷺ dan menjadikan aktivitas sehari-hari bernilai kebaikan di sisi Allah.[]

Ikuti Kami di Media Sosial:
Facebook: https://www.facebook.com/islampos.global.media
Instagram: : https://www.instagram.com/islamposcom/
Telegram: https://t.me/islamposgroupmedia
Tiktok: https://www.tiktok.com/@islamposmedia2
Youtube : https://www.youtube.com/@IslamposMedia-25/videos
Whatsapp Group : https://chat.whatsapp.com/IpX9u3UsWpnJiRcbau17XE

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *