KEMARAU panjang, hujan yang tak kunjung turun, dan kekhawatiran akan krisis air terkadang membuat sebagian orang menghubungkannya dengan tanda-tanda akhir zaman. Apalagi, dalam sejumlah hadis disebutkan tentang tiga tahun penuh kesulitan sebelum kemunculan Dajjal, ketika manusia mengalami kekeringan dan kekurangan bahan pangan.
Lantas, apakah kemarau yang terjadi tahun ini merupakan kemarau yang disebutkan dalam hadis tersebut? Apakah kita sedang memasuki tiga tahun menjelang kedatangan Dajjal?
Pertanyaan ini perlu dijawab dengan merujuk pada dalil yang sahih, sekaligus membedakan antara tanda akhir zaman yang disebutkan Rasulullah ﷺ dan fenomena alam yang bisa dijelaskan melalui ilmu pengetahuan.
Apa yang Disebutkan dalam Hadis tentang Tiga Tahun Kekeringan?
Memang ada riwayat yang menyebutkan tiga tahun penuh kesulitan sebelum kemunculan Dajjal. Dalam hadis yang diriwayatkan oleh Ibnu Majah, disebutkan bahwa pada tahun pertama, hujan dan hasil bumi berkurang sepertiga. Pada tahun kedua, keduanya berkurang dua pertiga. Sementara pada tahun ketiga, hujan tidak turun dan tumbuh-tumbuhan tidak menghasilkan apa pun.
BACA JUGA: Dajjal, Berapa Lama Hidup di Bumi?
Namun, ada hal penting yang perlu diperhatikan. Riwayat Ibnu Majah tersebut dinilai lemah jika dilihat dari sanadnya secara tersendiri. Jabatan Mufti Wilayah Persekutuan Malaysia menjelaskan bahwa riwayat-riwayat lain yang menguatkannya membuat hadis tentang masa kelaparan menjelang kemunculan Dajjal dinilai hasan li ghairihi oleh sebagian ahli hadis.
Jabatan Mufti Wilayah Persekutuan
Artinya, riwayat tersebut memang layak dibahas dengan memperhatikan penilaian para ulama, tetapi tidak boleh digunakan secara serampangan untuk menetapkan bahwa suatu peristiwa alam tertentu merupakan tanda pasti kemunculan Dajjal.
Bagaimana dengan Kemarau Tahun 2026?
Kemarau tahun ini memang patut menjadi perhatian. BMKG memperkirakan musim kemarau 2026 di banyak wilayah Indonesia berlangsung lebih kering daripada kondisi normal. Dalam pembaruan prediksinya, BMKG juga mengingatkan potensi El Niño yang dapat memperparah kekeringan.
Namun, kemarau yang lebih panjang atau curah hujan yang menurun tidak otomatis berarti kita sedang memasuki tiga tahun menjelang kemunculan Dajjal.
Ada perbedaan antara fenomena iklim yang dapat dipantau melalui pengamatan cuaca dan tanda akhir zaman yang disebutkan dalam riwayat agama. Kita tidak memiliki dasar yang cukup untuk menyamakan keduanya hanya karena terdapat kemiripan berupa berkurangnya hujan.
Terlebih lagi, riwayat tentang tiga tahun tersebut menggambarkan kondisi yang sangat berat dan berurutan, bukan sekadar satu musim kemarau di suatu negara.
Apakah Kita Bisa Mengetahui Kapan Dajjal Muncul?
Tidak ada manusia yang dapat memastikan kapan Dajjal akan muncul. Waktu terjadinya tanda-tanda akhir zaman tidak boleh ditetapkan berdasarkan dugaan, perhitungan sendiri, atau kecocokan suatu peristiwa dengan berita yang beredar.
Rasulullah ﷺ telah memperingatkan umatnya tentang fitnah Dajjal agar kaum Muslimin mempersiapkan iman dan keteguhan akidah. Di antara tuntunan yang disebutkan dalam hadis sahih adalah menghafal dan membaca sepuluh ayat pertama Surah Al-Kahfi sebagai perlindungan dari fitnah Dajjal. (HR. Muslim).
BACA JUGA: 10 Fakta tentang Dajjal Berdasarkan Hadits Nabi
Karena itu, menghadapi berita tentang kemarau ekstrem sebaiknya tidak dengan menyebarkan ketakutan, melainkan dengan meningkatkan kewaspadaan, mempersiapkan kebutuhan air dan pangan secara wajar, serta memperkuat ibadah.
Jangan Terburu-buru Menyimpulkan
Jadi, apakah kemarau tahun 2026 merupakan kemarau tiga tahun menjelang kedatangan Dajjal?
Jawabannya: tidak ada dasar yang cukup untuk memastikan demikian. Hadis tentang tiga tahun kekeringan memang memiliki riwayat pendukung, tetapi kita tidak dapat menetapkan bahwa kemarau saat ini adalah bagian dari rangkaian tersebut.
Sikap yang tepat adalah mengambil pelajaran tanpa mengklaim sesuatu yang belum diketahui. Jika kemarau mengingatkan kita pada akhir zaman, jadikan itu dorongan untuk memperbaiki iman, memperbanyak zikir, menjaga salat, dan mempelajari tuntunan Rasulullah ﷺ.
Sebab, yang paling penting bukan menebak-nebak kapan Dajjal datang, melainkan memastikan bahwa ketika fitnah datang, kita memiliki iman yang kokoh untuk menghadapinya. []
Ikuti Kami di Media Sosial:
Facebook: https://www.facebook.com/islampos.global.media
Instagram: : https://www.instagram.com/islamposcom/
Telegram: https://t.me/islamposgroupmedia
Tiktok: https://www.tiktok.com/@islamposmedia2
Youtube : https://www.youtube.com/@IslamposMedia-25/videos
Whatsapp Group : https://chat.whatsapp.com/IpX9u3UsWpnJiRcbau17XE


