DALAM kehidupan sehari-hari, banyak dari kita yang mungkin terbiasa minum tanpa memperhatikan tangan mana yang digunakan. Padahal, dalam ajaran Islam, ada adab yang sangat dianjurkan, yaitu minum dengan tangan kanan.
Sunah ini sering kali dianggap sepele atau diremehkan, padahal memiliki hikmah besar, baik dari sisi agama, kesehatan, maupun akhlak. Artikel ini akan membahas dasar dalilnya, makna pentingnya, serta kaitannya dengan kehidupan modern.
Dalil tentang Minum dengan Tangan Kanan
Islam mengatur adab makan dan minum agar seorang Muslim memiliki kebiasaan yang baik dan penuh berkah. Salah satunya adalah menggunakan tangan kanan. Rasulullah ﷺ bersabda: “Jika salah seorang di antara kalian makan, maka makanlah dengan tangan kanannya, dan jika minum, maka minumlah dengan tangan kanannya, karena setan makan dengan tangan kirinya dan minum dengan tangan kirinya.” (HR. Muslim no. 2020)
BACA JUGA: Mengapa Islam Melarang Minum Alkohol?
Hadis ini menunjukkan bahwa menggunakan tangan kanan bukan sekadar etika, tetapi juga bentuk ketaatan dan pembeda antara kebiasaan seorang Muslim dengan setan.
Selain itu, Rasulullah ﷺ menegur orang yang enggan minum dengan tangan kanan karena kesombongan. Dalam hadis riwayat Muslim, beliau bersabda: “Janganlah salah seorang di antara kalian makan dan minum dengan tangan kirinya, karena setan makan dan minum dengan tangan kirinya.”
Hal ini menegaskan bahwa adab minum dengan tangan kanan adalah sunah muakkadah (sangat dianjurkan).
Hikmah Minum dengan Tangan Kanan
1. Sebagai Bentuk Ketaatan
Minum dengan tangan kanan bukanlah hal besar secara fisik, tetapi menunjukkan sikap taat kepada Rasulullah ﷺ. Dalam Islam, ketaatan terhadap perkara kecil sekalipun menunjukkan kerendahan hati seorang hamba.
2. Membedakan Diri dari Setan
Hadis secara jelas menyebutkan bahwa setan minum dengan tangan kiri. Dengan menggunakan tangan kanan, seorang Muslim menjaga identitasnya sebagai pengikut sunah.
3. Melatih Kebiasaan Baik
Menggunakan tangan kanan dalam aktivitas positif melatih keteraturan dan akhlak. Secara sosial, ini menunjukkan adab yang baik di hadapan orang lain.
4. Manfaat Kesehatan
Dari sisi medis, tangan kiri lebih sering digunakan untuk kebersihan diri, seperti setelah dari kamar mandi. Dengan membiasakan minum dengan tangan kanan, seseorang terhindar dari potensi perpindahan kuman atau bakteri.
Sunah Lain yang Berkaitan dengan Minum
Selain menggunakan tangan kanan, ada beberapa adab minum lainnya dalam Islam:
• Membaca basmalah sebelum minum dan hamdalah setelahnya.
• Minum dengan duduk, sebagaimana diriwayatkan oleh Imam Muslim. Meski Rasulullah ﷺ juga pernah minum sambil berdiri dalam kondisi tertentu, namun lebih utama dilakukan sambil duduk.
• Tidak meniup minuman panas, sebagaimana ditegaskan dalam hadis riwayat Tirmidzi.
• Minum dengan tiga tegukan, bukan sekaligus, agar lebih menyehatkan dan sesuai sunah.
Dengan mempraktikkan semua ini, minum tidak hanya menjadi rutinitas, tetapi juga ibadah bernilai pahala.
Mengapa Sunah Ini Sering Diremehkan?
Ada beberapa alasan mengapa sunah minum dengan tangan kanan kerap dianggap sepele:
1. Kurangnya pengetahuan: Sebagian orang tidak tahu dalilnya.
2. Kebiasaan praktis: Orang terbiasa menggunakan tangan kiri, terutama yang kidal.
3. Menganggap kecil: Banyak yang merasa minum tangan kiri tidak berdampak besar.
4. Pengaruh budaya modern: Etika makan-minum ala barat lebih menekankan pada tata krama meja, tanpa membedakan tangan kanan atau kiri.
Padahal, justru dalam hal-hal kecil seperti ini terlihat siapa yang benar-benar mengikuti Rasulullah ﷺ.
Ketaatan dalam Hal Kecil
Islam tidak hanya mengatur ibadah besar seperti salat, puasa, dan haji, tetapi juga urusan sehari-hari.
Allah ﷻ berfirman: “Wahai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul (Nya), dan ulil amri di antara kamu…” (QS. An-Nisa: 59)
Ayat ini mencakup semua bentuk ketaatan, baik perkara besar maupun kecil. Seorang Muslim sejati berusaha meneladani Rasulullah ﷺ dalam segala aspek, termasuk hal yang tampak sederhana seperti minum dengan tangan kanan.
BACA JUGA: Mengapa Islam Melarang Makan dan Minum Sambil Berdiri?
Rasulullah ﷺ juga bersabda: “Barangsiapa yang menghidupkan sunahku, maka sesungguhnya ia mencintaiku. Dan barangsiapa mencintaiku, maka ia akan bersamaku di surga.” (HR. Tirmidzi)
Hadis ini memberi motivasi besar untuk menghidupkan sunah dalam keseharian. Dengan membiasakan minum dengan tangan kanan, seorang Muslim mendapat peluang dicatat sebagai pengikut setia Nabi ﷺ.
Minum dengan tangan kanan adalah sunah yang sering diremehkan, padahal mengandung hikmah yang dalam:
- Menjadi tanda ketaatan kepada Rasulullah ﷺ.
- Membedakan kebiasaan seorang Muslim dari setan.
- Menjaga kebersihan dan kesehatan.
- Menunjukkan akhlak baik dalam kehidupan sehari-hari.
Sunah kecil ini justru mengajarkan bahwa Islam memperhatikan detail kehidupan sehari-hari agar umatnya selalu dalam kebaikan. Maka, mulai sekarang, biasakanlah minum dengan tangan kanan, ajarkan pada anak-anak, dan ingatkan orang-orang sekitar. Sebab, amal kecil yang konsisten bisa menjadi jalan menuju surga.[]
Ikuti Kami di Media Sosial:
Facebook: https://www.facebook.com/islampos.global.media
Instagram: : https://www.instagram.com/islamposcom/
Telegram: https://t.me/islamposgroupmedia
Tiktok: https://www.tiktok.com/@islamposmedia2
Youtube : https://www.youtube.com/@IslamposMedia-25/videos
Whatsapp Group : https://chat.whatsapp.com/IpX9u3UsWpnJiRcbau17XE

