DI masa jahiliah sebelum datangnya Islam, posisi perempuan sangat terpinggirkan. Mereka dianggap sebagai beban, bahkan ada tradisi mengubur bayi perempuan hidup-hidup karena dianggap aib bagi keluarga (QS. At-Takwir [81]:8–9). Perempuan tidak memiliki hak waris, tidak dihargai pendapatnya, dan sering diperlakukan hanya sebagai objek.
Namun, kehadiran Nabi Muhammad ﷺ membawa perubahan besar: beliau mengangkat derajat perempuan, memberi mereka hak, serta menempatkan mereka dalam posisi terhormat sebagai bagian penting dari umat.
1. Menetapkan Kesetaraan di Hadapan Allah
Rasulullah ﷺ menegaskan bahwa laki-laki dan perempuan sama-sama memiliki peluang untuk meraih pahala dan kedudukan mulia di sisi Allah. Hal ini ditegaskan dalam Al-Qur’an: “Barangsiapa mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan, dalam keadaan beriman, maka pasti akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik…” (QS. An-Nahl [16]:97).
Dengan ayat ini, Rasulullah mengajarkan bahwa ukuran mulia bukanlah jenis kelamin, melainkan iman dan amal saleh.
BACA JUGA: Hukum Wanita Bepergian Sendiri dalam Pandangan Islam
2. Memberikan Hak Waris dan Kepemilikan
Salah satu cara nyata Rasulullah meninggikan derajat perempuan adalah dengan memberikan hak-hak hukum. Islam menetapkan bahwa perempuan berhak mendapatkan warisan (QS. An-Nisā’ [4]:7), suatu hal yang revolusioner pada masanya.
Perempuan juga berhak memiliki harta, melakukan transaksi, dan mengelola kekayaan mereka sendiri tanpa harus berada di bawah kendali laki-laki.
Hal ini tercermin pada sosok Khadijah RA, istri pertama Rasulullah, yang merupakan seorang pengusaha sukses. Rasulullah tidak merendahkan keberhasilannya, melainkan justru mendukung dan menghargainya.
3. Menganjurkan Pergaulan yang Baik dalam Rumah Tangga
Rasulullah ﷺ sangat menekankan pentingnya memperlakukan perempuan dengan penuh kelembutan dan penghormatan, khususnya dalam kehidupan rumah tangga. Beliau bersabda: “Sebaik-baik kalian adalah yang paling baik terhadap keluarganya, dan aku adalah yang paling baik terhadap keluargaku.” (HR. Tirmidzi).
Hadis ini menjadi standar moral bagi laki-laki, bahwa ukuran kebaikan seseorang terlihat dari cara ia memperlakukan istrinya.
4. Melarang Kekerasan dan Menanamkan Kasih Sayang
Pada masa jahiliah, kekerasan terhadap perempuan adalah hal biasa. Rasulullah ﷺ hadir untuk menghapus tradisi ini. Beliau berwasiat: “Berwasiatlah kalian agar berbuat baik kepada para perempuan.” (HR. Muslim).
Beliau tidak pernah memukul istri-istrinya dan justru mencontohkan kasih sayang, perhatian, dan penghormatan. Dalam riwayat lain, Rasulullah bahkan membantu pekerjaan rumah tangga, menunjukkan bahwa pekerjaan domestik bukan hanya tugas perempuan semata.
5. Menghormati Ibu dan Peran Keibuan
Rasulullah ﷺ mengajarkan betapa mulianya kedudukan seorang ibu. Dalam sebuah hadis masyhur, ketika seorang sahabat bertanya: “Siapa yang paling berhak aku hormati?”, Rasulullah menjawab: “Ibumu.” Sahabat itu bertanya lagi tiga kali, dan Rasulullah tetap menjawab: “Ibumu.” Baru pada kali keempat beliau menjawab: “Ayahmu.” (HR. Bukhari dan Muslim).
Hal ini menegaskan bahwa peran seorang ibu memiliki kedudukan yang sangat agung dalam Islam.
6. Menghapus Tradisi Jahiliah yang Merendahkan Perempuan
Islam melalui Rasulullah menghapus tradisi kejam yang merendahkan perempuan. Praktik mengubur bayi perempuan hidup-hidup dilarang keras. Allah mengecam perbuatan itu dalam QS. At-Takwir [81]:8–9. Rasulullah juga menentang keras diskriminasi yang menganggap kelahiran anak perempuan sebagai aib.
Beliau justru bersabda: “Barangsiapa yang mengasuh dua anak perempuan hingga dewasa, maka aku akan bersamanya di surga seperti ini.” (HR. Muslim).
Hadis ini memberikan penghargaan besar bagi orang tua yang merawat dan membesarkan anak perempuan dengan kasih sayang.
BACA JUGA: Ciri-Ciri Wanita Tidak Bahagia
7. Mendorong Partisipasi Perempuan dalam Kehidupan Sosial
Rasulullah ﷺ tidak membatasi perempuan hanya di rumah, melainkan memberi ruang bagi mereka untuk berkontribusi dalam masyarakat. ‘Aisyah RA dikenal sebagai salah satu perawi hadis terbesar. Perempuan juga ikut serta dalam peperangan sebagai tenaga medis, penyedia logistik, dan bahkan ada yang ikut berperang ketika diperlukan. Hal ini menunjukkan bahwa Rasulullah menghargai potensi perempuan di berbagai bidang.
Rasulullah ﷺ meninggikan derajat perempuan dengan cara yang sangat fundamental: mengembalikan kemanusiaan mereka. Beliau memberi hak, menanamkan kasih sayang, menghapus diskriminasi, serta menjadikan perempuan sebagai mitra sejajar dalam membangun umat. Apa yang beliau ajarkan masih relevan hingga hari ini, di tengah dunia yang masih bergulat dengan isu ketidakadilan gender.
Memuliakan perempuan bukan sekadar kewajiban sosial, tetapi juga bagian dari ibadah dan teladan Rasulullah. Semakin kita meneladani beliau, semakin kita mampu membangun masyarakat yang adil, penuh kasih, dan bermartabat.[]
Ikuti Kami di Media Sosial:
Facebook: https://www.facebook.com/islampos.global.media
Instagram: : https://www.instagram.com/islamposcom/
Telegram: https://t.me/islamposgroupmedia
Tiktok: https://www.tiktok.com/@islamposmedia2
Youtube : https://www.youtube.com/@IslamposMedia-25/videos
Whatsapp Group : https://chat.whatsapp.com/IpX9u3UsWpnJiRcbau17XE







