Istri Tak Mau Shalat, Suami Harus Bagaimana?

Yudi
By Yudi
6 Min Read
Foto: Umar Faqih | Islampos

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Ustadz.

Saya seorang suami berusia 33 tahun, sudah menikah selama lima tahun, dan kami dikaruniai dua orang anak. Saya punya kegelisahan yang cukup berat: istri saya malas melaksanakan shalat. Kadang hanya shalat Maghrib, kadang tidak sama sekali. Kalau saya ingatkan, sering dijawab dengan enteng atau bahkan marah. Saya takut kalau hal ini berlanjut akan membawa dampak buruk bagi keluarga dan anak-anak kami. Saya ingin menjadi suami yang baik dan menuntun keluarga ke jalan yang benar, tapi saya merasa bingung harus bagaimana.

Mohon bimbingannya, apa yang harus saya lakukan terhadap istri saya, Ustadz?

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh.

Semoga Allah menjaga Anda, keluarga Anda, dan memberikan hidayah kepada istri Anda. Pertanyaan ini sangat penting karena shalat adalah tiang agama, pembeda antara iman dan kufur. Rasulullah ﷺ bersabda:

“Perjanjian antara kami dengan mereka (orang kafir) adalah shalat. Barang siapa meninggalkan shalat, maka ia telah kafir.” (HR. Tirmidzi, Ahmad, dan An-Nasa’i).

Karena itu, kewajiban seorang suami bukan hanya memberi nafkah lahir, tetapi juga menjaga istri dan anak-anaknya dari api neraka. Allah berfirman: “Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka…” (QS. At-Tahrim: 6).

1. Memahami Kondisi Istri dengan Bijak

Pertama, Anda perlu memahami akar masalahnya. Apakah istri malas shalat karena kelelahan, kurang ilmu, lingkungan pergaulan, atau memang karena lemahnya iman? Setiap sebab perlu pendekatan yang berbeda. Jangan langsung marah atau memaksa, karena bisa menimbulkan penolakan lebih keras. Dengarkan isi hatinya, ajak bicara dengan lembut, dan coba pahami apa penghalang terbesar baginya.

BACA JUGA:  Suami Menolak Terus Diajak Ngobrol, Saya Sebagai Seorang Istri Harus Bagaimana?

2. Memberi Nasihat dengan Hikmah

Suami adalah qawwam (pemimpin) bagi istri. Namun, kepemimpinan ini tidak identik dengan kekerasan, melainkan ketegasan yang dibungkus kelembutan. Allah berfirman: “Serulah (manusia) kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik, dan bantahlah mereka dengan cara yang baik…”
(QS. An-Nahl: 125).

Maka ajaklah istri dengan kata-kata yang lembut, misalnya:

Ingatkan bahwa shalat adalah kunci surga dan ketenangan hati.

Bacakan ayat-ayat tentang shalat.

Ceritakan keutamaan shalat berjamaah dan pahala orang yang menjaga shalat.

Seringkali, hati yang lembut akan lebih tersentuh dengan nasihat penuh kasih sayang daripada dengan ancaman.

3. Memberi Teladan

Suami harus menjadi contoh. Jika ingin istri taat shalat, maka Anda harus lebih dulu menjaga shalat dengan disiplin, bahkan berusaha shalat tepat waktu dan di masjid. Keteladanan memiliki pengaruh yang lebih kuat daripada sekadar nasihat. Anak-anak pun akan belajar dari apa yang mereka lihat, bukan hanya dari apa yang mereka dengar.

4. Menciptakan Lingkungan yang Mendukung

Kadang, masalah malas shalat muncul karena lingkungan yang kurang religius. Maka, ajaklah istri untuk menghadiri majelis ilmu, ikut kajian bersama, atau menonton ceramah yang membangkitkan iman. Jangan biarkan ia sendirian menghadapi kelemahan iman. Dorong ia untuk berteman dengan orang-orang shalihah agar semangat ibadahnya meningkat.

5. Bersikap Tegas Bila Perlu

Jika nasihat lembut belum membuahkan hasil, suami boleh menggunakan ketegasan. Namun, ketegasan bukan berarti kasar atau menyakiti. Misalnya:

Buat kesepakatan dalam rumah bahwa shalat adalah kewajiban utama.

Jangan beri ruang untuk meremehkan ibadah.

Jika perlu, beri konsekuensi yang mendidik, bukan hukuman yang melukai.

Rasulullah ﷺ bahkan bersabda agar anak-anak diperintahkan shalat sejak usia tujuh tahun dan ditegakkan disiplin pada usia sepuluh tahun. Maka, apalagi istri yang sudah baligh dan berakal, tentu lebih wajib untuk dijaga.

6. Perbanyak Doa

Hidayah hanya milik Allah. Meski Anda berusaha sekuat tenaga, jika Allah belum membukakan pintu hati istri, maka ia belum akan berubah. Karena itu, jangan pernah putus berdoa. Rasulullah ﷺ mengajarkan doa:

“Ya Allah, tunjukilah aku sebagaimana Engkau telah memberi petunjuk kepada orang-orang sebelumku…”

Mintalah kepada Allah agar melembutkan hati istri Anda, menanamkan kecintaan pada shalat, dan menjadikannya teladan bagi anak-anak.

BACA JUGA: Suami Sering Banget Menelfon Mantannya, Saya Sebagai Seorang Istri Harus Bagaimana?

7. Mengingatkan dengan Konsekuensi Akhirat

Jangan segan mengingatkan istri akan ancaman meninggalkan shalat. Rasulullah ﷺ bersabda:

“Antara seorang hamba dengan kekafiran dan kesyirikan adalah meninggalkan shalat.” (HR. Muslim).

Namun, sampaikan dengan cara yang penuh rasa takut kepada Allah, bukan sekadar ancaman kosong. Ingatkan bahwa kehidupan dunia singkat, sedangkan shalat adalah bekal paling utama di akhirat.

Penutup

Suami yang bertakwa tidak akan membiarkan istrinya jauh dari Allah. Namun, dalam menunaikan kewajiban ini, diperlukan kesabaran, kelembutan, doa, dan keteladanan.

Jangan putus asa. Teruslah berusaha mengajak istri, tanpa bosan memberi contoh yang baik, dan iringi dengan doa yang tulus. Semoga Allah membukakan hatinya, menjadikannya wanita shalihah, serta menjadikan keluarga Anda sakinah, mawaddah, dan penuh berkah. []

Ikuti Kami di Media Sosial:
Facebook: https://www.facebook.com/islampos.global.media
Instagram: : https://www.instagram.com/islamposcom/
Telegram: https://t.me/islamposgroupmedia
Tiktok: https://www.tiktok.com/@islamposmedia2
Youtube : https://www.youtube.com/@IslamposMedia-25/videos
Whatsapp Group : https://chat.whatsapp.com/IpX9u3UsWpnJiRcbau17XE

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *