Berapa Menit Kalau Kita Ucapkan Istighfar “Astaghfirullahal ‘Adzim”?

Umar Faqih
5 Min Read
Foto: Umar Faqih | Islampos Media

MENGUCAPKAN istighfar merupakan amalan sederhana yang bisa dilakukan kapan saja. Saat berjalan, menunggu kendaraan, bekerja, atau menjelang tidur, lisan kita dapat terus berzikir mengingat Allah. Salah satu bacaan yang cukup populer adalah Astaghfirullahal ‘Adzim, yang berarti memohon ampun kepada Allah Yang Mahaagung.

Namun, pernahkah terpikir berapa menit yang dibutuhkan untuk mengucapkan istighfar sebanyak 100 kali, 1.000 kali, bahkan 10.000 kali? Apakah perlu waktu berjam-jam untuk membiasakan diri beristighfar setiap hari?

Jawabannya bergantung pada kecepatan membaca dan cara kita melafalkannya.

1. Berapa Lama Membaca Istighfar 100 Kali?

Jika satu kali ucapan Astaghfirullahal ‘Adzim membutuhkan sekitar dua detik, maka 100 kali istighfar memerlukan waktu sekitar 200 detik atau 3 menit 20 detik.

Jika dibaca dengan tempo lebih lambat, misalnya tiga detik setiap ucapan, waktunya menjadi sekitar lima menit. Perhitungan ini tentu hanya perkiraan, sebab setiap orang memiliki kecepatan zikir yang berbeda.

BACA JUGA: Sering Istighfar Tapi Masih Ulangi Dosa yang Sama, Apakah Taubatnya Diterima?

Sebagai gambaran, berikut perkiraan waktu yang dibutuhkan jika satu bacaan memerlukan dua detik.

100 kali: sekitar 3 menit 20 detik.

500 kali: sekitar 16 menit 40 detik.

1.000 kali: sekitar 33 menit 20 detik.

3.000 kali: sekitar 100 menit atau 1 jam 40 menit.

10.000 kali: sekitar 5 jam 33 menit.

Angka tersebut bukan patokan baku. Jika bacaan dilafalkan dengan lebih tenang, disertai penghayatan dan jeda, tentu waktu yang dibutuhkan akan lebih panjang.

2. Rasulullah Juga Banyak Beristighfar

Istighfar bukan sekadar ucapan yang dibaca ketika seseorang merasa telah melakukan kesalahan. Amalan ini merupakan bagian dari ibadah yang dicontohkan Rasulullah.

Dalam sebuah hadis, Rasulullah bersabda, “Demi Allah, sungguh aku beristighfar kepada Allah dan bertobat kepada-Nya lebih dari 70 kali dalam sehari.” (HR. Bukhari).

https://s.shopee.co.id/9Khud1uUuE

Dalam riwayat lain, Rasulullah menyebutkan bahwa beliau bertobat kepada Allah sebanyak 100 kali dalam sehari. (HR. Muslim).

Hadis-hadis tersebut menunjukkan betapa pentingnya istighfar dalam kehidupan seorang Muslim. Bahkan, Rasulullah yang telah diampuni dosa-dosanya tetap memperbanyak istighfar dan tobat kepada Allah.

Karena itu, kita tidak perlu menunggu sampai melakukan dosa besar untuk beristighfar. Kita bisa membiasakannya setiap hari sebagai bentuk penghambaan, kerendahan hati, dan kesadaran bahwa manusia selalu membutuhkan ampunan Allah.

3. Apakah Harus Membaca Istighfar Ribuan Kali?

Tidak ada kewajiban umum bagi setiap Muslim untuk membaca Astaghfirullahal ‘Adzim hingga ribuan kali setiap hari. Seseorang boleh memperbanyak istighfar sesuai kemampuan, tanpa menjadikan jumlah tertentu sebagai kewajiban agama jika tidak ada dalil yang menetapkannya.

Yang lebih penting adalah menjaga konsistensi dan memahami makna bacaan tersebut. Istighfar bukan perlombaan untuk menyelesaikan hitungan secepat mungkin, melainkan doa memohon ampun kepada Allah.

Allah berfirman, “Mohonlah ampun kepada Tuhanmu, sesungguhnya Dia Maha Pengampun.” (QS. Nuh: 10).

Ayat ini mengingatkan kita agar tidak berputus asa dari ampunan Allah. Sebesar apa pun kesalahan yang pernah dilakukan, pintu tobat tetap terbuka selama seseorang sungguh-sungguh kembali kepada-Nya dan memenuhi syarat-syarat tobat.

BACA JUGA: Ini yang Terjadi Jika Membiasakan Dzikir Istighfar dan Shalawat 1000 Kali Sehari

4. Lebih Baik Sedikit tetapi Istikamah

Jika memiliki waktu luang, kita bisa membiasakan membaca istighfar 100 kali setiap hari. Waktunya relatif singkat dan dapat disesuaikan dengan rutinitas, misalnya setelah salat, dalam perjalanan, atau sebelum tidur.

Jika ingin menambah jumlahnya, lakukan secara bertahap tanpa mengabaikan kewajiban lain. Jangan sampai terlalu sibuk mengejar hitungan zikir, tetapi justru melalaikan salat, pekerjaan, atau tanggung jawab kepada keluarga.

Perlu diingat pula bahwa istighfar yang sungguh-sungguh semestinya diiringi usaha meninggalkan dosa dan memperbaiki diri. Jika kesalahan berkaitan dengan hak orang lain, kita juga perlu berusaha mengembalikan hak tersebut atau meminta maaf.

Jadi, berapa menit untuk mengucapkan istighfar? Seratus kali mungkin hanya membutuhkan beberapa menit, sedangkan seribu kali dapat memerlukan puluhan menit. Namun, ukuran terpenting bukan seberapa cepat lisan menyelesaikan hitungan, melainkan kesungguhan hati untuk memohon ampun dan memperbaiki kehidupan.

Mari mulai dari jumlah yang sanggup kita jaga setiap hari. Sebab, kebiasaan baik yang dilakukan secara konsisten lebih mudah menjadi bagian dari kehidupan daripada amalan besar yang hanya bertahan sesaat. []

Ikuti Kami di Media Sosial:
Facebook: https://www.facebook.com/islampos.global.media
Instagram: : https://www.instagram.com/islamposcom/
Telegram: https://t.me/islamposgroupmedia
Tiktok: https://www.tiktok.com/@islamposmedia2
Youtube : https://www.youtube.com/@IslamposMedia-25/videos
Whatsapp Group : https://chat.whatsapp.com/IpX9u3UsWpnJiRcbau17XE

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *