Menu

Berapa Total Kekayaan Nabi Sulaiman jika Dihitung dalam Rupiah? Angkanya Bikin Melongo

Terlepas dari berapa jumlah kekayaan Nabi Sulaiman jika dikonversikan ke rupiah, pelajaran penting dari kisah beliau bukanlah perlombaan menentukan angka fantastis.

Abang Saad · 3 menit baca
harta qarun, sumber daya alam
Foto: Freepik

MEMBICARAKAN orang terkaya sepanjang sejarah, nama Nabi Sulaiman sering kali masuk dalam perbincangan. Beliau bukan hanya seorang nabi, tetapi juga raja yang dianugerahi kerajaan besar, kekuasaan luar biasa, dan berbagai karunia dari Allah SWT.

Sejumlah artikel populer menyebut kekayaan Nabi Sulaiman diperkirakan mencapai US$2,2 triliun. Jika dikonversikan menggunakan nilai tukar yang menjadi acuan perkiraan tersebut, jumlahnya setara dengan sekitar Rp31,6 kuadriliun. Angka yang sulit dibayangkan, bahkan jika seseorang menghabiskan uang setiap hari tanpa henti.

Namun, benarkah kekayaan Nabi Sulaiman memang sebesar itu? Dari mana angka tersebut berasal?

Kekayaan Nabi Sulaiman Diperkirakan Rp31,6 Kuadriliun

Angka US$2,2 triliun kerap dikaitkan dengan perkiraan kekayaan Raja Sulaiman pada masa kuno yang dihitung menggunakan ukuran ekonomi modern. Sejumlah pemberitaan menghubungkannya dengan kajian arkeologi di Lembah Timna, Israel selatan, yang memiliki jejak aktivitas pertambangan tembaga kuno. Liputan6 pernah mengulas perkiraan tersebut dan mengaitkannya dengan penelitian Profesor Erez Ben-Yosef dari Tel Aviv University.

BACA JUGA: Mengintai Kekuatan Militer Nabi Sulaiman

Jika menggunakan angka Rp31,6 kuadriliun, jumlah itu setara dengan Rp31.600 triliun. Sebagai gambaran, satu kuadriliun sama dengan seribu triliun rupiah.

Meski terdengar meyakinkan, angka tersebut bukan hasil pencatatan kekayaan yang diwariskan dari masa Nabi Sulaiman. Itu merupakan perkiraan yang beredar dalam pemberitaan, bukan angka pasti yang dapat diverifikasi secara langsung.

Benarkah Kekayaannya Berasal dari Tambang Tembaga?

Lembah Timna memang menyimpan bukti penting tentang kegiatan pengolahan tembaga pada zaman kuno. Penelitian arkeologi yang dipublikasikan Tel Aviv University membahas temuan lokasi peleburan tembaga dan penanggalan aktivitas produksinya. Tel Aviv University menjelaskan bahwa temuan tersebut membantu para peneliti memahami perkembangan industri logam pada masa itu.

Banner Motor NMAX

Pada zaman kuno, tembaga merupakan komoditas penting untuk membuat berbagai perkakas dan perlengkapan. Karena itu, industri pengolahan tembaga berpotensi menjadi sumber kekayaan bagi masyarakat atau kerajaan yang menguasainya.

Namun, ada hal yang perlu dibedakan. Bukti adanya tambang tembaga kuno tidak otomatis membuktikan bahwa seluruh hasil tambang tersebut merupakan milik Nabi Sulaiman. Hubungan antara situs arkeologi, masa pemerintahan Raja Sulaiman, dan jumlah kekayaannya masih memerlukan kehati-hatian dalam penafsiran.

Bagaimana Penjelasan Al-Qur’an?

Al-Qur’an menjelaskan bahwa Nabi Sulaiman memperoleh kerajaan dan karunia yang sangat besar dari Allah SWT. Dalam doanya, beliau memohon, “Ya Tuhanku, ampunilah aku dan anugerahkanlah kepadaku kerajaan yang tidak dimiliki oleh siapa pun setelahku. Sungguh, Engkaulah Yang Maha Pemberi.” (QS. Shad: 35).

Ayat tersebut menunjukkan betapa besar kerajaan yang dimohonkan Nabi Sulaiman kepada Allah. Dalam surah An-Naml ayat 17, Al-Qur’an juga menerangkan bahwa bala tentara Nabi Sulaiman terdiri atas golongan jin, manusia, dan burung, lalu mereka diatur dalam barisan.

Kisah-kisah tersebut menggambarkan keistimewaan kerajaan beliau. Akan tetapi, Al-Qur’an dan hadis sahih tidak menyebutkan angka kekayaan Nabi Sulaiman dalam bentuk dolar atau rupiah. Karena itu, angka Rp31,6 kuadriliun tidak bisa diperlakukan sebagai keterangan agama yang pasti.

Ada Pula Perkiraan yang Lebih Rendah

Selain angka US$2,2 triliun, sejumlah pemberitaan menyebut perkiraan lain sekitar US$500 miliar. Jika memakai konversi sederhana yang digunakan dalam perkiraan tersebut, nilainya setara dengan sekitar Rp5.000 triliun.

BACA JUGA: Sebesar Apa Kekuasaan Nabi Sulaiman?

Perbedaan angka ini memperlihatkan bahwa penghitungan kekayaan Nabi Sulaiman sangat bergantung pada asumsi dan metode yang digunakan. Kekayaan kerajaan kuno juga tidak bisa dihitung persis seperti kekayaan miliarder masa kini karena sistem ekonomi, nilai komoditas, dan ukuran kepemilikan pada masa itu berbeda.

Kekayaan Besar Bukan Sekadar Soal Harta

Terlepas dari berapa jumlah kekayaan Nabi Sulaiman jika dikonversikan ke rupiah, pelajaran penting dari kisah beliau bukanlah perlombaan menentukan angka fantastis.

Kerajaan dan berbagai karunia yang dimilikinya merupakan pemberian Allah. Nabi Sulaiman pun dikenal sebagai hamba yang memohon ampunan dan mengakui bahwa nikmat yang diterimanya merupakan bagian dari kemurahan Allah.

Jadi, apakah kekayaan Nabi Sulaiman mencapai Rp31,6 kuadriliun? Angka itu memang sering dikutip sebagai perkiraan, tetapi belum dapat dipastikan sebagai fakta sejarah. Wallahu a’lam bish-shawab. []

Ikuti Kami di Media Sosial:
Facebook: https://www.facebook.com/islampos.global.media
Instagram: : https://www.instagram.com/islamposcom/
Telegram: https://t.me/islamposgroupmedia
Tiktok: https://www.tiktok.com/@islamposmedia2
Youtube : https://www.youtube.com/@IslamposMedia-25/videos
Whatsapp Group : https://chat.whatsapp.com/IpX9u3UsWpnJiRcbau17XE

Abang Saad

Ayah 3 orang anak yang menyukai kisah Nabi dan para sahabat. Artikel lainnya

Ayo donasi untuk Islampos Media
Tulis komentar

Tulis komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Artikel terkait