Menu

Benarkah Candi Borobudur Dibuat dan Dipindahkan pada Zaman Nabi Sulaiman?

Akan tetapi, Al-Qur'an tidak pernah menyebutkan bahwa jin yang bekerja untuk Nabi Sulaiman membangun atau memindahkan Candi Borobudur.

Yudi · 5 menit baca
candi borobudur
Foto: Unsplash
Daftar isi
  1. 1. Dari mana asal cerita Borobudur dipindahkan pada zaman Nabi Sulaiman?
  2. 2. Benarkah Nabi Sulaiman memiliki pasukan jin?
  3. 3. Kapan sebenarnya Candi Borobudur dibangun?
  4. 4. Mengapa zaman Nabi Sulaiman tidak cocok dengan masa pembangunan Borobudur?
  5. 5. Apakah batu-batu Borobudur memang dipindahkan oleh jin?
  6. 6. Mengapa umat Islam perlu berhati-hati menghubungkan peninggalan sejarah dengan kisah para nabi?

CANDI Borobudur merupakan salah satu bangunan bersejarah paling terkenal di Indonesia. Kemegahan bangunannya, susunan batu yang sangat rumit, serta relief yang menghiasi dindingnya membuat banyak orang penasaran bagaimana masyarakat zaman dahulu mampu membangun monumen sebesar itu tanpa teknologi modern.

Namun, ada sebuah cerita yang terkadang menarik perhatian masyarakat, yaitu klaim bahwa Candi Borobudur pernah dipindahkan atau dibangun pada zaman Nabi Sulaiman AS. Bahkan, ada yang menghubungkan pembangunan candi tersebut dengan kemampuan jin yang disebutkan dalam kisah Nabi Sulaiman di dalam Al-Qur’an.

Jika benar demikian, berarti usia Borobudur jauh lebih tua daripada perkiraan para ahli sejarah selama ini. Namun, apakah cerita tersebut memiliki dasar sejarah yang kuat? Apakah ada bukti bahwa Candi Borobudur dipindahkan oleh jin pada masa Nabi Sulaiman?

BACA JUGA: Berapa Total Kekayaan Nabi Sulaiman jika Dihitung dalam Rupiah? Angkanya Bikin Melongo

Pertanyaan ini menarik untuk dibahas karena menyangkut sejarah Indonesia sekaligus pemahaman umat Islam terhadap kisah para nabi.

1. Dari mana asal cerita Borobudur dipindahkan pada zaman Nabi Sulaiman?

Cerita mengenai hubungan Candi Borobudur dengan Nabi Sulaiman bukanlah hal yang sepenuhnya baru. Narasi semacam ini pernah muncul dalam sejumlah tulisan yang mencoba menghubungkan peninggalan sejarah di Indonesia dengan kerajaan Nabi Sulaiman AS. Salah satu gagasan yang pernah menghebohkan masyarakat adalah teori bahwa Borobudur merupakan bagian dari kerajaan Nabi Sulaiman yang dibangun dengan bantuan jin.

Teori tersebut menghubungkan kisah Nabi Sulaiman yang memiliki kerajaan besar dan diberi kemampuan mengendalikan jin dengan keberadaan bangunan-bangunan kuno yang sangat megah. Karena Borobudur memiliki ukuran besar dan teknik pembangunan yang mengagumkan, sebagian orang kemudian mengaitkannya dengan kemampuan jin dalam membantu pekerjaan manusia. Namun, hubungan tersebut merupakan dugaan atau interpretasi tertentu, bukan fakta sejarah yang sudah dibuktikan.

2. Benarkah Nabi Sulaiman memiliki pasukan jin?

Dalam ajaran Islam, Nabi Sulaiman AS memang diberikan keistimewaan oleh Allah SWT berupa kemampuan mengendalikan jin. Bahkan, Al-Qur’an menjelaskan bahwa sebagian jin bekerja untuk beliau atas izin Allah.

Allah SWT berfirman dalam Surah Saba ayat 12-13 bahwa sebagian jin bekerja di hadapan Nabi Sulaiman dengan izin Tuhannya. Mereka membuat bangunan-bangunan, patung-patung, piring-piring besar, dan periuk-periuk yang tetap berada di tempatnya.

Kisah tersebut merupakan bagian dari mukjizat Nabi Sulaiman yang wajib diimani oleh umat Islam. Akan tetapi, Al-Qur’an tidak pernah menyebutkan bahwa jin yang bekerja untuk Nabi Sulaiman membangun atau memindahkan Candi Borobudur. Karena itu, menghubungkan langsung ayat tersebut dengan Borobudur membutuhkan bukti tersendiri dan tidak boleh dianggap sebagai kebenaran agama.

3. Kapan sebenarnya Candi Borobudur dibangun?

Berdasarkan penelitian sejarah dan arkeologi, Candi Borobudur diperkirakan dibangun pada abad ke-8 hingga ke-9 Masehi, ketika Dinasti Syailendra berkuasa di Jawa. UNESCO juga mencatat Borobudur sebagai monumen Buddha yang berasal dari periode tersebut.

Para ahli memperkirakan pembangunannya berlangsung pada masa perkembangan agama Buddha Mahayana di Jawa. Hal ini terlihat dari berbagai relief, arca Buddha, stupa, serta bentuk arsitektur bangunannya yang memiliki hubungan erat dengan ajaran Buddha.

Perlu diketahui, tahun pembangunan Borobudur belum bisa dipastikan secara tepat berdasarkan satu dokumen pendirian yang lengkap. Para peneliti menggunakan perbandingan bentuk tulisan kuno, prasasti, dan bukti arkeologis untuk memperkirakan periodenya.

Banner Kopi Robusta

4. Mengapa zaman Nabi Sulaiman tidak cocok dengan masa pembangunan Borobudur?

Inilah salah satu persoalan paling mendasar dari teori yang menghubungkan Borobudur dengan Nabi Sulaiman. Nabi Sulaiman hidup pada masa sebelum Masehi, sedangkan Borobudur dibangun sekitar abad ke-8 sampai ke-9 Masehi. Artinya, terdapat jarak waktu yang sangat jauh antara kehidupan Nabi Sulaiman dan pembangunan candi tersebut.

Apabila Borobudur benar-benar dibangun atau dipindahkan pada zaman Nabi Sulaiman, seharusnya terdapat bukti sejarah yang dapat menjelaskan hubungan antara kedua periode tersebut. Namun, hingga sekarang tidak ditemukan prasasti, catatan sejarah, ataupun bukti arkeologi yang mendukung klaim tersebut.

Sebaliknya, bukti-bukti yang ditemukan justru menunjukkan bahwa Borobudur merupakan peninggalan peradaban Buddha di Jawa pada masa Dinasti Syailendra. Karena itu, para ahli arkeologi tidak menerima teori bahwa bangunan tersebut merupakan peninggalan kerajaan Nabi Sulaiman.

5. Apakah batu-batu Borobudur memang dipindahkan oleh jin?

Pertanyaan ini muncul karena pembangunan Borobudur memang membutuhkan kemampuan teknik yang luar biasa. Bangunannya tersusun dari jutaan balok batu andesit yang dipotong, dibentuk, kemudian disusun menjadi struktur bertingkat dengan sistem penguncian antarbatu.

Jika melihat kemegahannya, wajar apabila masyarakat zaman sekarang merasa kagum terhadap kemampuan para pembangunnya. Namun, kekaguman tersebut tidak bisa dijadikan bukti bahwa bangunan itu dipindahkan oleh jin.

Penelitian arkeologi menjelaskan Borobudur sebagai hasil kemampuan teknik, perencanaan, dan organisasi masyarakat Jawa kuno. Para pembangunnya tentu memiliki pengetahuan konstruksi yang berkembang pada zamannya, meskipun sebagian detail mengenai proses pembangunannya masih menjadi bahan penelitian.

6. Mengapa umat Islam perlu berhati-hati menghubungkan peninggalan sejarah dengan kisah para nabi?

Kisah para nabi merupakan bagian dari keimanan umat Islam. Namun, bukan berarti setiap bangunan kuno yang sulit dijelaskan harus dikaitkan dengan mukjizat seorang nabi atau pekerjaan jin.

Allah SWT memang memberikan kemampuan luar biasa kepada Nabi Sulaiman AS. Akan tetapi, sesuatu yang tidak disebutkan dalam Al-Qur’an maupun hadis sahih tidak boleh begitu saja dinisbatkan kepada beliau.

Dalam mempelajari sejarah, umat Islam juga dianjurkan menghargai bukti dan tidak mudah menyebarkan cerita yang belum jelas kebenarannya. Mengagumi kemegahan Borobudur tidak berarti harus meyakini bahwa bangunan tersebut dibuat oleh Nabi Sulaiman. Kita tetap bisa mengakui kehebatan peradaban manusia pada masa lampau tanpa mencampuradukkan fakta sejarah dengan dugaan.

BACA JUGA: Mengintai Kekuatan Militer Nabi Sulaiman

Jadi, benarkah Candi Borobudur dipindahkan pada zaman Nabi Sulaiman AS? Sampai sekarang tidak ada bukti sejarah maupun arkeologi yang membenarkan klaim tersebut. Bukti yang tersedia justru menunjukkan bahwa Borobudur dibangun pada abad ke-8 hingga ke-9 Masehi pada masa Dinasti Syailendra sebagai monumen Buddha.

Memang benar Nabi Sulaiman AS memiliki pasukan jin yang bekerja atas izin Allah SWT. Namun, Al-Qur’an tidak pernah menyebutkan bahwa jin tersebut membangun atau memindahkan Candi Borobudur.

Karena itu, jangan sampai cerita yang menarik justru membuat kita mengabaikan fakta sejarah. Sebagai umat Islam, kita boleh mengagumi kebesaran Allah melalui berbagai peninggalan peradaban manusia, tetapi tetap harus membedakan antara kisah yang memiliki dasar agama, fakta sejarah, dan cerita yang belum terbukti kebenarannya. []

Ikuti Kami di Media Sosial:
Facebook: https://www.facebook.com/islampos.global.media
Instagram: : https://www.instagram.com/islamposcom/
Telegram: https://t.me/islamposgroupmedia
Tiktok: https://www.tiktok.com/@islamposmedia2
Youtube : https://www.youtube.com/@IslamposMedia-25/videos
Whatsapp Group : https://chat.whatsapp.com/IpX9u3UsWpnJiRcbau17XE

Yudi

Penulis di Islampos Media. Artikel lainnya

Ayo donasi untuk Islampos Media
Tulis komentar

Tulis komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Artikel terkait