Apa yang Terjadi pada Tubuh jika Berhenti Mengonsumsi Gula?

Umar Faqih
3 Min Read
Foto: Freepik

KETIKA seseorang berhenti mengonsumsi gula, tubuh biasanya mengalami fase penyesuaian. Pada beberapa hari pertama, seseorang bisa merasa lelah, pusing, atau mudah marah. Hal ini terjadi karena tubuh terbiasa mendapatkan energi cepat dari gula.

Gula sederhana memicu pelepasan dopamin di otak, yaitu zat kimia yang memberikan rasa senang. Ketika konsumsi gula dihentikan secara tiba-tiba, tubuh seperti “kehilangan” sumber kesenangan instan tersebut. Inilah sebabnya sebagian orang merasa gelisah atau sangat ingin makanan manis.

Namun kondisi ini biasanya hanya berlangsung beberapa hari hingga satu minggu.

BACA JUGA: Puasa-puasa Kok Gula Darah Tinggi? Kenapa?

Energi Menjadi Lebih Stabil

Setelah tubuh mulai beradaptasi, salah satu perubahan yang terasa adalah energi yang lebih stabil. Saat sering mengonsumsi gula, kadar gula darah mudah naik lalu turun dengan cepat. Kondisi ini sering membuat tubuh terasa lemas atau mengantuk.

Ketika konsumsi gula berkurang, tubuh lebih banyak menggunakan sumber energi yang lebih stabil seperti karbohidrat kompleks, lemak, dan protein. Akibatnya, energi menjadi lebih seimbang sepanjang hari.

Banyak orang juga melaporkan bahwa mereka menjadi lebih fokus dan tidak mudah merasa lelah.

Berat Badan Lebih Mudah Turun

Mengurangi gula sering kali membantu menurunkan berat badan. Gula tambahan biasanya terdapat pada minuman manis, makanan olahan, dan camilan tinggi kalori.

Ketika konsumsi gula dihentikan, asupan kalori secara otomatis berkurang. Selain itu, kadar hormon insulin menjadi lebih stabil. Insulin yang lebih terkendali membantu tubuh mengatur penyimpanan lemak dengan lebih baik.

Karena itu, banyak program diet sehat menyarankan pembatasan gula tambahan.

https://shopee.co.id/product/20108917/13902896475?affiliate_seller_voucher_token=8bCnE5QAm6AgwBcuXUQqeV4Dd5YQk4S1mVSP9rZsne&d_id=a86d2&gads_t_sig=VTJGc2RHVmtYMTlxTFVSVVRrdENkVzBLS2xuUGZzMlQ5NjlFWklmRkZjUW00dSsxYjlPRm94OHJZYmFDR0ZiR0Q5c3dIdThocnJwNGMzcHUzYmdrakNzUzU1LytadnMrSk9mWkZxU1BybjljZUtvYU5MaVloUXJDMEpMei9RbVRGU3dCYmxKd05QVVQvMy93TWhlb1UyaC9GSWtEZWdCcW5HeHA5bWxWSWpFPQ&mmp_pid=an_11336250108&uls_trackid=54jshfn700l6&utm_campaign=id_kpAYDa5ATF&utm_content=----&utm_medium=affiliates&utm_source=an_11336250108&utm_term=e8o24v93jfio

Kulit Bisa Menjadi Lebih Sehat

Konsumsi gula yang berlebihan dapat mempercepat proses penuaan kulit. Gula dapat memicu proses yang disebut glycation, yaitu kerusakan kolagen akibat ikatan gula dengan protein di tubuh.

Ketika konsumsi gula dikurangi, proses tersebut dapat berkurang. Hasilnya, sebagian orang mengalami perbaikan pada kondisi kulit, seperti jerawat yang berkurang dan kulit terlihat lebih segar.

BACA JUGA: Ciri-ciri Seseorang yang Gula Darahnya Tinggi

Risiko Penyakit Kronis Menurun

Dalam jangka panjang, membatasi gula memberikan manfaat kesehatan yang besar. Konsumsi gula berlebih sering dikaitkan dengan obesitas, penyakit jantung, dan diabetes tipe 2.

Dengan mengurangi gula tambahan, tekanan pada metabolisme tubuh menjadi lebih ringan. Kadar gula darah lebih terkendali dan risiko peradangan dalam tubuh juga menurun.

Karena itu, banyak ahli gizi menyarankan agar konsumsi gula tambahan dibatasi.

Kesimpulannya, berhenti atau mengurangi gula memang tidak selalu mudah pada awalnya. Namun setelah tubuh beradaptasi, manfaatnya sangat terasa: energi lebih stabil, berat badan lebih terkontrol, kulit lebih sehat, dan risiko penyakit kronis menurun. []

Ikuti Kami di Media Sosial:
Facebook: https://www.facebook.com/islampos.global.media
Instagram: : https://www.instagram.com/islamposcom/
Telegram: https://t.me/islamposgroupmedia
Tiktok: https://www.tiktok.com/@islamposmedia2
Youtube : https://www.youtube.com/@IslamposMedia-25/videos
Whatsapp Group : https://chat.whatsapp.com/IpX9u3UsWpnJiRcbau17XE

TAGGED:
Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *