Dengan Siapa Saja Seorang Wanita Tidak Boleh Salaman?

Dini Koswarini
2 Min Read
Foto: Freepik

DALAM Islam, interaksi antara laki-laki dan perempuan diatur dengan penuh kehormatan dan penjagaan. Salah satu bentuk interaksi yang sering terjadi dalam kehidupan sehari-hari adalah berjabat tangan atau salaman. Namun, tidak semua orang boleh disentuh oleh seorang wanita. Ada batasan-batasan yang harus dipahami agar tetap berada dalam koridor syariat.

Pada dasarnya, seorang wanita tidak boleh berjabat tangan dengan laki-laki yang bukan mahramnya. Mahram adalah laki-laki yang haram dinikahi selamanya, seperti ayah, kakek, saudara laki-laki, paman, anak laki-laki, dan keponakan dari saudara kandung. Selain dari mereka, maka termasuk non-mahram.

Artinya, seorang wanita tidak boleh salaman dengan laki-laki seperti sepupu, ipar, teman kerja, guru laki-laki, atasan, atau bahkan tokoh agama sekalipun jika bukan mahram. Meskipun dalam budaya tertentu hal ini dianggap biasa atau sebagai bentuk sopan santun, namun dalam Islam ada batas yang jelas demi menjaga kehormatan dan menghindari fitnah.

https://s.shopee.co.id/10wN94gXf1

Hal ini berdasarkan hadits Nabi ﷺ yang maknanya menjelaskan bahwa menyentuh wanita yang bukan mahram bukanlah perkara ringan. Bahkan disebutkan bahwa ditusuk dengan besi lebih baik daripada menyentuh wanita yang tidak halal baginya. Ini menunjukkan betapa seriusnya perkara ini dalam pandangan syariat.

Namun, penting juga dipahami bahwa Islam adalah agama yang bijak. Jika dalam kondisi tertentu sulit menghindari salaman, maka seorang wanita bisa menggantinya dengan cara lain, seperti tersenyum, menganggukkan kepala, atau meletakkan tangan di dada sebagai bentuk penghormatan. Cara ini tetap sopan tanpa melanggar aturan agama.

BACA JUGA: Bolehkah Laki-Laki Miskin Ingin Menikahi Wanita Cantik?

Di tengah masyarakat modern yang semakin terbuka, menjaga prinsip seperti ini memang tidak selalu mudah. Akan ada tekanan sosial, rasa tidak enak, atau dianggap berbeda. Tapi di situlah letak ujian keimanan. Memilih taat kepada Allah meski terasa berat adalah tanda ketulusan seorang hamba.

Menjaga diri dari yang haram bukan hanya soal aturan, tapi juga bentuk menjaga kehormatan, hati, dan keberkahan hidup. Semoga kita semua dimudahkan untuk memahami dan mengamalkan ajaran Islam dengan istiqamah. []

Ikuti Kami di Media Sosial:
Facebook: https://www.facebook.com/islampos.global.media
Instagram: : https://www.instagram.com/islamposcom/
Telegram: https://t.me/islamposgroupmedia
Tiktok: https://www.tiktok.com/@islamposmedia2
Youtube : https://www.youtube.com/@IslamposMedia-25/videos
Whatsapp Group : https://chat.whatsapp.com/IpX9u3UsWpnJiRcbau17XE

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *