Apa Akibat Tak Pernah Membaca Al-Qur’an Setiap Hari?

Yudi
By Yudi
5 Min Read

AL-QURAN adalah pedoman hidup bagi setiap muslim. Kitab suci ini bukan sekadar bacaan untuk mendapatkan pahala, tetapi juga petunjuk yang menerangi hati, memperbaiki akhlak, serta mengarahkan manusia menuju jalan yang diridhai Allah SWT. Karena itu, membiasakan diri membaca Al-Qur’an setiap hari merupakan amalan yang sangat dianjurkan, meskipun hanya beberapa ayat.

Lalu, apa akibatnya jika seseorang hampir tidak pernah membaca Al-Qur’an setiap hari? Berikut beberapa dampak yang patut menjadi bahan renungan.

1. Hati Menjadi Lebih Keras

Al-Qur’an memiliki pengaruh besar terhadap kelembutan hati. Ketika seseorang jauh dari Al-Qur’an, hatinya lebih mudah menjadi keras, sulit menerima nasihat, dan tidak mudah tersentuh ketika mendengar ayat-ayat Allah.

BACA JUGA: Apa Sikap Kita terhadap Imam Shalat yang Bacaan Al-Qurannya Hancur?

Sebaliknya, orang yang rutin membaca Al-Qur’an biasanya lebih mudah mengingat akhirat, lebih berhati-hati dalam bertindak, dan lebih cepat menyadari kesalahannya ketika berbuat dosa.

2. Mudah Lupa kepada Allah

Kesibukan dunia sering membuat manusia terlena. Tanpa membaca Al-Qur’an, seseorang bisa semakin tenggelam dalam urusan pekerjaan, harta, hiburan, atau media sosial hingga waktu untuk mengingat Allah semakin sedikit.

Padahal Al-Qur’an berfungsi sebagai pengingat yang terus mengembalikan hati kepada Sang Pencipta.

3. Ilmu Agama Sulit Bertambah

Banyak pelajaran kehidupan yang terdapat di dalam Al-Qur’an. Kisah para nabi, hukum-hukum syariat, nasihat tentang akhlak, hingga peringatan tentang kehidupan akhirat semuanya terdapat di dalamnya.

Jika seseorang tidak pernah membacanya, maka kesempatan untuk menambah pemahaman agama juga semakin berkurang.

4. Lebih Mudah Terpengaruh Kemaksiatan

Hati yang jarang disinari Al-Qur’an lebih rentan tergoda oleh hawa nafsu dan godaan setan. Bukan berarti orang yang rajin membaca Al-Qur’an pasti terbebas dari dosa, tetapi Al-Qur’an menjadi benteng yang mengingatkan ketika seseorang hendak melakukan kemaksiatan.

Ayat-ayat Allah sering kali menjadi pengingat agar seseorang kembali kepada jalan yang benar.

5. Kehilangan Ketenangan Jiwa

Banyak orang mencari ketenangan melalui hiburan, perjalanan, atau harta benda. Semua itu boleh saja, tetapi ketenangan sejati berasal dari hati yang dekat dengan Allah.

Membaca Al-Qur’an dapat menghadirkan rasa tenteram, karena di dalamnya terdapat kalam Allah yang menenangkan hati orang-orang beriman.

https://s.shopee.co.id/W1zgA9JOC

6. Bacaan Al-Qur’an Semakin Terlupakan

Kemampuan membaca Al-Qur’an juga perlu dijaga dengan latihan. Jika terlalu lama tidak membaca, seseorang bisa mulai lupa makhraj huruf, hukum tajwid, bahkan surat-surat yang dahulu sudah hafal.

Karena itu, para ulama menganjurkan agar Al-Qur’an dibaca secara rutin sehingga kemampuan membaca tetap terpelihara.

7. Kehilangan Banyak Pahala

Rasulullah SAW menjelaskan bahwa setiap huruf Al-Qur’an yang dibaca mendatangkan pahala yang berlipat ganda. Orang yang tidak pernah membaca Al-Qur’an berarti kehilangan kesempatan meraih pahala yang sangat besar setiap harinya.

Padahal, hanya dengan meluangkan waktu lima hingga sepuluh menit, seorang muslim sudah dapat memperoleh pahala yang luar biasa.

8. Hubungan dengan Al-Qur’an Menjadi Semakin Jauh

Semakin lama seseorang meninggalkan Al-Qur’an, biasanya semakin berat pula untuk kembali membacanya. Awalnya sehari, lalu seminggu, kemudian berbulan-bulan hingga akhirnya Al-Qur’an hanya dibuka saat bulan Ramadhan atau ketika ada acara tertentu.

Kondisi seperti ini sebaiknya segera diperbaiki sebelum kebiasaan tersebut semakin mengakar.

Bagaimana Memulai Kebiasaan Membaca Al-Qur’an?

Tidak perlu langsung membaca satu juz setiap hari. Yang terpenting adalah istiqamah. Mulailah dengan target yang ringan, misalnya:

  • Membaca satu halaman setiap selesai shalat Subuh.
  • Membaca lima hingga sepuluh menit setiap malam.
  • Membaca beserta terjemahannya agar lebih memahami makna ayat.
  • Menjadikan membaca Al-Qur’an sebagai rutinitas harian sebelum menggunakan ponsel atau media sosial.

Sedikit tetapi dilakukan secara terus-menerus lebih baik daripada banyak namun hanya sesekali.

BACA JUGA: Kenapa setelah 40 Tahun, Sulit Sekali Menghafal Quran?

Tidak membaca Al-Qur’an setiap hari bukan berarti seseorang otomatis menjadi muslim yang buruk. Namun, jika hal itu berlangsung terus-menerus, hati berisiko semakin jauh dari petunjuk Allah, ilmu agama tidak bertambah, dan kesempatan meraih pahala yang besar pun terlewatkan.

Karena itu, marilah membiasakan diri untuk selalu dekat dengan Al-Qur’an. Tidak harus lama, tetapi dilakukan secara konsisten. Semoga Allah SWT menjadikan kita termasuk hamba-hamba yang mencintai Al-Qur’an, gemar membacanya, memahami isinya, dan mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari. []

Ikuti Kami di Media Sosial:
Facebook: https://www.facebook.com/islampos.global.media
Instagram: : https://www.instagram.com/islamposcom/
Telegram: https://t.me/islamposgroupmedia
Tiktok: https://www.tiktok.com/@islamposmedia2
Youtube : https://www.youtube.com/@IslamposMedia-25/videos
Whatsapp Group : https://chat.whatsapp.com/IpX9u3UsWpnJiRcbau17XE

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *