SHALAT tahajud merupakan salah satu ibadah sunnah yang memiliki kedudukan istimewa dalam Islam. Ibadah ini dikerjakan pada malam hari setelah seseorang tidur terlebih dahulu. Banyak kaum muslimin yang berusaha membiasakan diri melaksanakan tahajud karena berharap mendapatkan keutamaan yang telah dijanjikan Allah SWT.
Di sisi lain, muncul pertanyaan yang cukup sering dibahas, yaitu apakah shalat tahajud boleh dilakukan secara berjamaah. Sebagian orang menganggap tahajud hanya boleh dikerjakan sendirian, sementara yang lain pernah melihat pelaksanaannya secara berjamaah. Lalu, bagaimana sebenarnya penjelasan menurut syariat?
BACA JUGA: Setelah Witir Bolehkah Shalat Sunah lagi?
Hukum Shalat Tahajud Berjamaah
Pada dasarnya, shalat tahajud boleh dilakukan secara berjamaah. Tidak ada larangan dalam syariat yang mengharamkannya. Hal ini didasarkan pada beberapa riwayat yang menjelaskan bahwa Rasulullah ﷺ pernah melaksanakan shalat malam bersama sebagian sahabat.
Di antaranya adalah riwayat dari Abdullah bin Abbas radhiyallahu ‘anhuma. Beliau pernah bermalam di rumah bibinya, Maimunah radhiyallahu ‘anha. Ketika Rasulullah ﷺ bangun untuk melaksanakan shalat malam, Ibnu Abbas ikut berdiri di samping beliau dan shalat bersama beliau.
Hadis ini diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari dan Imam Muslim, sehingga menjadi dalil bahwa shalat malam, termasuk tahajud, boleh dilakukan secara berjamaah dalam kondisi tertentu.
Mengapa Rasulullah Lebih Sering Shalat Tahajud Sendiri?
Walaupun berjamaah diperbolehkan, Rasulullah ﷺ lebih sering melaksanakan shalat tahajud seorang diri. Hal ini menunjukkan bahwa pelaksanaan tahajud secara sendirian merupakan kebiasaan beliau.
Shalat malam adalah ibadah yang sangat erat kaitannya dengan keikhlasan. Pada waktu malam, suasana lebih tenang sehingga seorang hamba dapat lebih khusyuk dalam bermunajat kepada Allah SWT. Karena itu, banyak ulama menjelaskan bahwa mengerjakan tahajud sendirian lebih utama apabila bertujuan menjaga kekhusyukan.
Allah SWT berfirman: “Dan pada sebagian malam, lakukanlah shalat tahajud sebagai ibadah tambahan bagimu. Mudah-mudahan Tuhanmu mengangkatmu ke tempat yang terpuji.” (QS. Al-Isra: 79)
Ayat ini menunjukkan besarnya kedudukan shalat tahajud sebagai ibadah yang mendekatkan seorang hamba kepada Allah.
Kapan Shalat Tahajud Berjamaah Dianjurkan?
Meskipun lebih utama dilakukan sendiri, ada beberapa keadaan ketika shalat tahajud berjamaah diperbolehkan bahkan memiliki manfaat.
Misalnya, seorang ayah mengajak anak-anaknya untuk belajar shalat malam. Suami juga dapat mengajak istrinya agar lebih semangat beribadah. Dalam kondisi seperti ini, berjamaah menjadi sarana pendidikan dan saling mengingatkan dalam kebaikan.
Begitu pula ketika seseorang sedang bermalam bersama keluarga atau teman. Jika sesekali mereka melaksanakan tahajud berjamaah, hal tersebut tidak mengapa karena memiliki contoh dari Rasulullah ﷺ.
Namun, para ulama mengingatkan agar tidak menjadikannya sebagai kebiasaan yang dilakukan terus-menerus seperti shalat lima waktu berjamaah di masjid. Sebab, Rasulullah ﷺ tidak membiasakan tahajud berjamaah setiap malam.

Apakah Tahajud Berjamaah di Masjid Boleh?
Sesekali melaksanakan shalat malam berjamaah di masjid juga diperbolehkan apabila ada sebab tertentu. Namun, jangan sampai muncul anggapan bahwa tahajud memang disyariatkan untuk selalu berjamaah sebagaimana shalat Tarawih di bulan Ramadan.
Perlu diketahui bahwa shalat Tarawih memang dianjurkan dilakukan secara berjamaah berdasarkan sunnah Rasulullah ﷺ dan praktik para sahabat. Adapun tahajud di luar Ramadan, kebiasaannya adalah dilakukan secara sendiri-sendiri.
Karena itu, para ulama membedakan antara kebolehan dan kebiasaan. Boleh bukan berarti harus selalu dilakukan.
Mana yang Lebih Utama?
Jika seseorang bertanya mana yang lebih utama, maka jawabannya adalah shalat tahajud sendirian. Hal ini karena lebih sesuai dengan kebiasaan Rasulullah ﷺ dan lebih membantu menghadirkan keikhlasan serta kekhusyukan.
Namun, apabila berjamaah dapat memberikan semangat kepada orang lain, mengajarkan tata cara shalat malam, atau dilakukan sesekali tanpa meyakini adanya keutamaan khusus, maka hal tersebut tetap dibolehkan.
Islam adalah agama yang memberikan kemudahan. Selama ada dalil yang membolehkan dan tidak bertentangan dengan sunnah, seorang muslim dapat melaksanakannya dengan tetap menjaga adab serta niat yang benar.
BACA JUGA: Apakah Shalat Tahajud Harus Tidur Terlebih Dahulu?
Shalat tahajud berjamaah hukumnya boleh dan memiliki landasan dari hadis-hadis yang sahih. Rasulullah ﷺ pernah melaksanakan shalat malam bersama beberapa sahabat, sehingga hal itu menunjukkan kebolehannya. Namun, beliau tidak menjadikannya sebagai kebiasaan setiap malam.
Oleh karena itu, jika ingin melaksanakan tahajud berjamaah sesekali bersama keluarga, pasangan, atau dalam rangka mengajarkan ibadah kepada orang lain, hal tersebut tidak mengapa. Akan tetapi, apabila dikerjakan sendirian dengan penuh keikhlasan dan kekhusyukan, itulah yang lebih utama karena lebih sesuai dengan kebiasaan Rasulullah ﷺ.
Semoga Allah SWT memudahkan kita untuk istiqamah menghidupkan malam dengan shalat tahajud dan menjadikannya sebagai jalan untuk semakin dekat kepada-Nya.[]
Ikuti Kami di Media Sosial:
Facebook: https://www.facebook.com/islampos.global.media
Instagram: : https://www.instagram.com/islamposcom/
Telegram: https://t.me/islamposgroupmedia
Tiktok: https://www.tiktok.com/@islamposmedia2
Youtube : https://www.youtube.com/@IslamposMedia-25/videos
Whatsapp Group : https://chat.whatsapp.com/IpX9u3UsWpnJiRcbau17XE

