TIDAK sedikit suami yang merasa sedih ketika istrinya selalu menolak diajak berkunjung ke rumah orang tua atau mertua. Penolakan yang terus-menerus bisa menimbulkan kekecewaan, bahkan memicu pertengkaran dalam rumah tangga.
Namun, sebelum menilai istri sebagai durhaka atau tidak menghormati mertua, suami perlu mencari tahu terlebih dahulu apa penyebabnya. Bisa jadi istri pernah merasa tersinggung, tidak nyaman, sering dikritik, atau memiliki pengalaman yang kurang menyenangkan saat berkunjung ke rumah mertua.
Dalam Islam, menyelesaikan masalah dimulai dengan tabayun (klarifikasi), bukan dengan prasangka.
Berbakti kepada Orang Tua Tetap Menjadi Kewajiban Suami
Seorang laki-laki tetap memiliki kewajiban untuk berbakti kepada kedua orang tuanya meskipun telah menikah. Pernikahan tidak menghapus kewajiban tersebut.
Allah Ta’ala berfirman:
وَقَضَىٰ رَبُّكَ أَلَّا تَعْبُدُوا إِلَّا إِيَّاهُ وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَانًا
“Dan Tuhanmu telah memerintahkan agar kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah berbuat baik kepada kedua orang tua.” (QS. Al-Isra’: 23)
Karena itu, seorang suami tetap harus menjaga hubungan baik dengan orang tuanya, mengunjungi mereka, membantu mereka, dan memenuhi kebutuhan mereka sesuai kemampuan.
BACA JUGA: Setelah Jatuh Talak 3, Apakah Suami Istri Masih Bisa Rujuk?
Apakah Istri Wajib Selalu Ikut?
Dalam fikih, tidak ada dalil yang secara khusus mewajibkan istri harus selalu ikut setiap kali suami berkunjung ke rumah orang tuanya.
Namun, menjaga hubungan baik dengan keluarga suami termasuk akhlak yang mulia dan dapat mempererat silaturahmi. Selama tidak ada mudarat atau alasan syar’i, sikap saling menghormati keluarga pasangan adalah bagian dari kehidupan rumah tangga yang harmonis.
Apabila sesekali istri berhalangan karena sakit, pekerjaan, atau alasan yang dapat dipahami, tentu hal tersebut bukan masalah.
Yang menjadi persoalan adalah apabila penolakan dilakukan terus-menerus tanpa alasan yang jelas, disertai kebencian atau keinginan memutus silaturahmi.
Suami Jangan Langsung Memaksa
Jika istri selalu menolak, jangan langsung memarahinya atau memaksanya.
Cobalah berdialog dengan tenang. Tanyakan apa yang sebenarnya membuatnya tidak nyaman. Dengarkan tanpa menyela. Bisa jadi masalahnya bukan pada orang tua suami, tetapi pada sikap anggota keluarga yang lain.
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Sebaik-baik kalian adalah yang paling baik kepada keluarganya, dan aku adalah orang yang paling baik kepada keluargaku.” (HR. Tirmidzi)
Hadis ini mengajarkan agar suami memperlakukan istrinya dengan kelembutan dan kebijaksanaan, termasuk ketika menghadapi perbedaan pendapat.
Jika Memang Ada Perlakuan yang Menyakitkan
Ada kalanya istri enggan datang karena sering mendapat ucapan yang menyakitkan, direndahkan, dibanding-bandingkan, atau diperlakukan tidak adil oleh mertua atau keluarga besar.
Dalam kondisi seperti ini, suami tidak boleh menutup mata. Ia harus menjadi penengah yang adil. Jangan membela orang tua secara membabi buta, tetapi jangan pula durhaka kepada mereka.
Suami dapat berbicara kepada orang tuanya dengan sopan bila memang diperlukan, sekaligus memberikan rasa aman kepada istrinya. Tujuannya bukan mencari siapa yang salah, melainkan memperbaiki hubungan keluarga.
Jika Tidak Ada Alasan yang Dibenarkan
Apabila istri sebenarnya tidak memiliki alasan yang jelas, hanya karena malas, gengsi, atau tidak suka tanpa sebab yang dibenarkan, maka suami boleh menasihatinya dengan cara yang baik.

Sampaikan bahwa menjaga silaturahmi merupakan salah satu ajaran Islam yang sangat dianjurkan. Menghormati orang tua pasangan juga termasuk akhlak yang terpuji.
Allah berfirman:
وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي تَسَاءَلُونَ بِهِ وَالْأَرْحَامَ
“Dan bertakwalah kepada Allah yang dengan nama-Nya kamu saling meminta, serta peliharalah hubungan silaturahmi.” (QS. An-Nisa’: 1)
Nasihat yang lembut biasanya lebih mudah diterima daripada kemarahan atau ancaman.
BACA JUGA: Apa Doa yang Dianjurkan Saat Berhubungan Suami Istri?
Bangun Hubungan yang Menyenangkan
Agar istri lebih nyaman berkunjung ke rumah mertua, suami dapat menciptakan suasana yang menyenangkan. Misalnya, mengatur waktu kunjungan yang tidak terlalu lama, memilih momen yang tepat, atau mengajak seluruh keluarga makan bersama.
Suami juga perlu memastikan bahwa istrinya merasa dihargai selama berada di rumah orang tuanya. Ketika istri merasa diterima dan dihormati, biasanya keengganan itu perlahan akan berkurang.
Hubungan yang baik tidak lahir karena paksaan, tetapi karena adanya rasa aman, kasih sayang, dan saling menghargai.
Penutup
Jika istri tidak pernah mau diajak ke rumah orang tua suami, jangan buru-buru menyalahkannya. Cari tahu penyebabnya, dengarkan keluhannya, lalu cari solusi dengan kepala dingin.
Sebaliknya, istri juga hendaknya berusaha menjaga hubungan baik dengan keluarga suami selama tidak ada hal yang bertentangan dengan syariat atau membahayakan dirinya. Menghormati mertua bukan hanya menjaga perasaan suami, tetapi juga termasuk akhlak yang mulia.
Rumah tangga yang harmonis bukanlah rumah tangga yang bebas dari masalah, melainkan rumah tangga yang mampu menyelesaikan masalah dengan ilmu, kesabaran, komunikasi yang baik, dan mengharap ridha Allah Ta’ala.
Ikuti Kami di Media Sosial:
Facebook: https://www.facebook.com/islampos.global.media
Instagram: : https://www.instagram.com/islamposcom/
Telegram: https://t.me/islamposgroupmedia
Tiktok: https://www.tiktok.com/@islamposmedia2
Youtube : https://www.youtube.com/@IslamposMedia-25/videos
Whatsapp Group : https://chat.whatsapp.com/IpX9u3UsWpnJiRcbau17XE

