PERNAH mendengar anggapan bahwa orang yang memiliki golongan darah O lebih kuat, lebih kebal terhadap penyakit, dan lebih jarang sakit dibandingkan pemilik golongan darah A, B, atau AB? Anggapan ini cukup menarik karena golongan darah O memang pernah dikaitkan dengan risiko yang lebih rendah terhadap beberapa jenis infeksi. Namun, apakah hal tersebut berarti pemilik golongan darah O memiliki tubuh yang paling sehat dan tidak mudah terserang penyakit?
Faktanya, golongan darah memang dapat berkaitan dengan risiko penyakit tertentu, tetapi tidak menentukan kesehatan seseorang secara keseluruhan. Penelitian menunjukkan bahwa pemilik golongan darah O mungkin memiliki keuntungan dalam menghadapi beberapa jenis infeksi, tetapi mereka juga mempunyai risiko terhadap kondisi kesehatan tertentu. Jadi, sebelum menganggap golongan darah O sebagai golongan darah paling kebal penyakit, ada beberapa fakta medis yang perlu dipahami.
BACA JUGA: Cara Nurunin Gula Darah Sendiri, Gimana Sih?
1. Pemilik Golongan Darah O Memiliki Risiko Lebih Rendah terhadap Beberapa Infeksi
Sejumlah penelitian menemukan adanya hubungan antara golongan darah dan kemungkinan seseorang terinfeksi penyakit tertentu. Salah satu tinjauan sistematis dan meta-analisis yang diterbitkan dalam jurnal BMC Infectious Diseases pada 2023 menemukan bahwa kelompok darah non-O, yaitu A, B, dan AB, secara keseluruhan memiliki hubungan dengan risiko infeksi SARS-CoV-2 yang lebih tinggi dibandingkan kelompok O dalam studi yang dianalisis. Penelitian tersebut juga menemukan pola serupa pada beberapa jenis infeksi virus lainnya.
Temuan ini menarik karena menunjukkan bahwa golongan darah mungkin berperan dalam interaksi antara tubuh manusia dan mikroorganisme penyebab penyakit. Akan tetapi, penelitian tersebut tidak membuktikan bahwa setiap pemilik golongan darah O pasti lebih jarang sakit dalam kehidupan sehari-hari. Risiko infeksi juga dipengaruhi oleh paparan kuman, kondisi kesehatan, usia, vaksinasi, dan berbagai faktor lainnya.
2. Golongan Darah O Bukan Jaminan Tubuh Kebal Penyakit
Kesalahpahaman yang sering muncul adalah menganggap orang bergolongan darah O memiliki sistem kekebalan tubuh yang selalu lebih kuat. Padahal, golongan darah ditentukan oleh karakteristik tertentu pada permukaan sel darah merah, bukan merupakan ukuran langsung dari kekuatan seluruh sistem kekebalan tubuh. Seseorang yang memiliki golongan darah O tetap bisa terkena flu, demam berdarah, tuberkulosis, diabetes, penyakit jantung, dan berbagai gangguan kesehatan lainnya.
Bahkan, dua orang dengan golongan darah yang sama dapat memiliki kondisi kesehatan yang sangat berbeda. Seseorang bergolongan darah O mungkin jarang sakit karena menjaga pola makan, tidur cukup, rutin berolahraga, dan memiliki kondisi kesehatan yang baik. Sementara itu, pemilik golongan darah O lainnya bisa sering mengalami gangguan kesehatan akibat kebiasaan merokok, kurang tidur, atau penyakit yang sudah dideritanya.
Karena itu, tidak tepat jika seseorang merasa tidak perlu menjaga kesehatan hanya karena memiliki golongan darah O. Golongan darah bukanlah tameng yang membuat tubuh kebal terhadap semua penyakit.
3. Pemilik Golongan Darah O Juga Memiliki Risiko Penyakit Tertentu
Di balik kemungkinan keuntungan terhadap beberapa infeksi, golongan darah O juga dikaitkan dengan risiko lebih tinggi terhadap kondisi kesehatan tertentu. Salah satu contohnya adalah tukak lambung atau luka pada lapisan lambung dan usus dua belas jari, yang dalam sejumlah penelitian lebih sering ditemukan pada kelompok darah O. Namun, risiko seseorang mengalami penyakit tersebut tidak hanya ditentukan oleh golongan darah.
Golongan darah O juga berkaitan dengan kadar faktor pembekuan darah tertentu yang cenderung lebih rendah dibandingkan kelompok non-O. Kondisi ini dapat memengaruhi proses pembekuan darah dan berkaitan dengan risiko perdarahan yang lebih tinggi pada situasi tertentu. Sebaliknya, beberapa penelitian mengaitkan kelompok non-O dengan risiko penyakit akibat pembekuan darah yang lebih tinggi.
Fakta ini menunjukkan bahwa tidak ada golongan darah yang bisa dinyatakan paling unggul dalam semua aspek kesehatan. Setiap golongan darah mempunyai karakteristik biologis yang berbeda, dan pengaruhnya bergantung pada penyakit yang sedang dibahas.
4. Mengapa Golongan Darah Bisa Memengaruhi Risiko Penyakit?
Golongan darah ABO ditentukan oleh keberadaan atau ketiadaan antigen A dan B pada permukaan sel darah merah. Karakteristik biologis yang berkaitan dengan golongan darah juga dapat berhubungan dengan berbagai proses tubuh, termasuk interaksi dengan mikroorganisme dan sistem pembekuan darah. Itulah sebabnya para peneliti mempelajari hubungan golongan darah dengan sejumlah penyakit.
Sebagai contoh, beberapa mikroorganisme dapat berinteraksi dengan molekul tertentu pada permukaan sel atau jaringan manusia. Perbedaan karakteristik biologis antargolongan darah mungkin memengaruhi proses tersebut sehingga risiko terhadap penyakit tertentu menjadi berbeda. Namun, mekanismenya tidak sama untuk semua penyakit, dan hubungan yang ditemukan dalam penelitian tidak selalu berarti bahwa golongan darah secara langsung menjadi penyebabnya.
Selain itu, hasil penelitian pada satu populasi belum tentu berlaku dengan besaran yang sama pada populasi lainnya. Faktor genetik, lingkungan, kebiasaan hidup, dan metode penelitian dapat memengaruhi hasil yang diperoleh. Karena itu, para ilmuwan masih terus mempelajari seberapa besar peran golongan darah dalam menentukan risiko berbagai penyakit.
5. Apakah Pemilik Golongan Darah O Lebih Jarang Terkena COVID-19?
Pertanyaan ini sempat ramai dibicarakan ketika pandemi COVID-19 melanda dunia. Sejumlah penelitian pada masa pandemi menemukan hubungan antara golongan darah O dan kemungkinan infeksi yang lebih rendah dibandingkan kelompok darah non-O. Tinjauan sistematis yang diterbitkan pada 2023 juga menemukan hubungan tersebut dalam kumpulan penelitian yang dianalisis.
Meskipun demikian, hasil tersebut tidak berarti pemilik golongan darah O tidak dapat terinfeksi atau pasti mengalami gejala yang lebih ringan. Perbedaan risiko dalam penelitian merupakan gambaran statistik pada kelompok masyarakat, bukan kepastian mengenai nasib setiap individu. Selain golongan darah, risiko COVID-19 juga dipengaruhi oleh usia, kondisi medis, kekebalan yang terbentuk setelah vaksinasi atau infeksi sebelumnya, serta karakteristik virus yang beredar.
Oleh sebab itu, golongan darah tidak seharusnya dijadikan dasar untuk mengabaikan langkah pencegahan penyakit. Menjaga kebersihan, mengikuti anjuran vaksinasi yang sesuai, dan memperoleh pemeriksaan medis ketika diperlukan tetap penting bagi siapa pun, apa pun golongan darahnya.
6. Apa yang Sebenarnya Membuat Seseorang Jarang Sakit?
Jika golongan darah bukan penentu utama kesehatan, faktor apa yang membuat sebagian orang tampak lebih jarang sakit? Salah satu faktor penting adalah kondisi sistem kekebalan tubuh yang dipengaruhi oleh berbagai hal, termasuk usia, kecukupan gizi, kualitas tidur, aktivitas fisik, dan kondisi medis yang mendasarinya. Kebiasaan hidup sehat dapat membantu tubuh mempertahankan fungsi normalnya, meskipun tidak menjamin seseorang terbebas dari penyakit.
Orang yang cukup tidur, mengonsumsi makanan bergizi seimbang, melakukan aktivitas fisik secara teratur, tidak merokok, serta menjaga kebersihan memiliki sejumlah keuntungan dalam menjaga kesehatan. Selain itu, vaksinasi yang sesuai, pemeriksaan kesehatan berdasarkan kebutuhan, dan penanganan dini ketika mengalami gejala penyakit juga berperan penting. Semua langkah tersebut jauh lebih bermanfaat daripada sekadar mengandalkan golongan darah.
Perlu diingat pula bahwa jarang merasakan sakit bukan berarti seseorang pasti sehat sepenuhnya. Beberapa penyakit, seperti tekanan darah tinggi dan diabetes pada tahap awal, dapat berlangsung tanpa gejala yang jelas. Karena itu, pemeriksaan kesehatan tetap diperlukan sesuai usia, faktor risiko, dan anjuran tenaga medis.
7. Bagaimana Cara Pemilik Golongan Darah O Menjaga Kesehatan?
Pemilik golongan darah O tidak memerlukan pola hidup khusus hanya berdasarkan golongan darahnya. Prinsip menjaga kesehatan pada dasarnya tetap sama dengan orang bergolongan darah lainnya, yaitu menjalani kebiasaan sehat dan memperhatikan perubahan kondisi tubuh. Tidak ada alasan untuk merasa lebih kebal atau menganggap diri lebih sehat daripada orang yang memiliki golongan darah berbeda.
Berikut beberapa langkah yang dapat diterapkan:
-
Konsumsi makanan bergizi seimbang. Perbanyak sayur, buah, sumber protein, dan makanan kaya serat sesuai kebutuhan tubuh.
-
Tidur yang cukup. Usahakan memiliki jadwal tidur teratur dan durasi yang sesuai dengan usia.
-
Rutin beraktivitas fisik. Pilih kegiatan yang sesuai dengan kemampuan, seperti berjalan kaki, bersepeda, atau latihan kekuatan.
-
Hindari rokok dan batasi alkohol. Kebiasaan tersebut dapat meningkatkan risiko berbagai masalah kesehatan.
-
Lakukan pemeriksaan kesehatan. Periksa tekanan darah, gula darah, atau parameter lain sesuai usia dan faktor risiko.
-
Jangan mengabaikan gejala. Jika mengalami keluhan yang menetap atau memburuk, konsultasikan kepada tenaga kesehatan.
Kebiasaan-kebiasaan tersebut membantu menjaga kesehatan tanpa harus bergantung pada mitos tentang golongan darah. Yang paling penting adalah menyesuaikan upaya pencegahan dengan kebutuhan dan kondisi masing-masing individu.
BACA JUGA: Minum Kopi Sachet, Gula Darah Naik Jadi Berapa Ya?
Benarkah pemilik golongan darah O paling jarang sakit? Jawabannya, tidak selalu. Penelitian memang menunjukkan bahwa golongan darah O mungkin berkaitan dengan risiko lebih rendah terhadap beberapa infeksi, termasuk COVID-19 dalam sejumlah studi. Namun, golongan darah O juga memiliki kaitan dengan risiko kondisi kesehatan tertentu, sehingga tidak dapat disebut sebagai golongan darah yang paling sehat secara keseluruhan.
Kesehatan manusia dipengaruhi oleh banyak faktor, mulai dari genetik, usia, lingkungan, pola makan, aktivitas fisik, hingga kebiasaan sehari-hari. Karena itu, seseorang tidak seharusnya merasa aman dari penyakit hanya karena memiliki golongan darah O, begitu pula tidak perlu merasa lebih rentan hanya karena memiliki golongan darah A, B, atau AB.
Pada akhirnya, daripada sibuk membandingkan golongan darah mana yang paling kuat, lebih baik berfokus pada kebiasaan yang terbukti membantu menjaga kesehatan. Sebab, memiliki golongan darah tertentu bukan jaminan terbebas dari penyakit, tetapi menjaga tubuh dengan baik merupakan langkah nyata yang dapat dilakukan siapa saja. []
Ikuti Kami di Media Sosial:
Facebook: https://www.facebook.com/islampos.global.media
Instagram: : https://www.instagram.com/islamposcom/
Telegram: https://t.me/islamposgroupmedia
Tiktok: https://www.tiktok.com/@islamposmedia2
Youtube : https://www.youtube.com/@IslamposMedia-25/videos
Whatsapp Group : https://chat.whatsapp.com/IpX9u3UsWpnJiRcbau17XE

